Model Koordinasi Tim Terpadu Dalam Penertiban Kawasan StrategisBatam: Studi Yuridis Empiris Atas Peran Satpol PP, BP Batam, TNI dan POLRI
DOI:
https://doi.org/10.38035/jihhp.v6i6.8662Keywords:
BP Batam, TNI, Polri, Koordinasi, Regulasi, Area StrategisAbstract
Penelitian menganalisis model koordinasi tim terpadu dalam penertiban kawasan strategis Batam dengan menempatkan peran Satpol PP, BP Batam, TNI dan Polri sebagai fokus kajian. Isu penting karena Batam memiliki karakter khusus sebagai kawasan perdagangan bebas, pelabuhan bebas, pusat industri, investasi, transportasi dan pengelolaan aset strategis. Kompleksitas tersebut menuntut tindakan penertiban yang tidak hanya efektif secara operasional, tetapi juga sah secara hukum dan akuntabel secara kelembagaan. Penelitian menggunakan metode yuridis-empiris dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual dan studi kasus. Data diperoleh melalui telaah regulasi, studi dokumen kelembagaan serta analisis terhadap praktik koordinasi penertiban kawasan. Hasil penelitian menunjukkan Satpol PP memiliki mandat dalam penegakan Perda, Perkada, ketertiban umum, ketenteraman dan perlindungan masyarakat. Namun, penertiban kawasan strategis Batam membutuhkan koordinasi dengan BP Batam terkait status kawasan dan aset, Polri dalam aspek keamanan serta penegakan hukum dan TNI sebagai unsur dukungan pengamanan dalam kondisi tertentu. Kendala utama terletak pada belum optimalnya matriks kewenangan, integrasi data penertiban, SOP lintas instansi dan standar dokumentasi operasi. Penelitian merekomendasikan model koordinasi berbasis legalitas, database objek, pembagian peran, prosedur terpadu dan evaluasi berkala.
References
Agustina, E. (2019). Pelaksanaan Pelayanan Publik Berkualitas bagi Masyarakat. Jurnal Literasi Hukum, 274–282.
Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative Governance in Theory and Practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032
Bowen, G. A. (2009). Document Analysis as a Qualitative Research Method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40. https://doi.org/10.3316/QRJ0902027
Bryson, J. M., Crosby, B. C., & Stone, M. M. (2015). Designing and Implementing Cross‐Sector Collaborations: Needed and Challenging. Public Administration Review, 75(5), 647–663. https://doi.org/10.1111/puar.12432
Creswell, J. W., & Cheryl, N. P. (2016). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. SAGE Publications.
Denzin, N. ., & Lincoln, Y. . (2009). Handbook of Qualitative Research. Pustaka Pelajar.
Emerson, K., Nabatchi, T., & Balogh, S. (2012). An integrative framework for collaborative governance. Journal of Public Administration Research and Theory, 22(1), 1–29. https://doi.org/10.1093/jopart/mur011
Guest, G., Namey, E. E., & Mitchell, M. L. (2013). Collecting Qualitative Data: A Field Manual for Applied Research. SAGE Publications, Ltd. https://doi.org/10.4135/9781506374680
Handoko, L. H. (2021). COVID-19 research trends in the fields of economics and business in the Scopus database in November 2020. Science Editing, 8(1), 64–71. https://doi.org/10.6087/kcse.231
Holm, A. L., Berland, A. K., & Severinsson, E. (2017). Norwegian Nurse Managers’ Perceptions of Ethical Conflicts in Community Healthcare When Caring for Older Persons Who Wish to Die. Open Journal of Nursing, 07(11), 1274–1288. https://doi.org/10.4236/ojn.2017.711092
Hutchinson, T., & Duncan, N. (2012). Defining and Describing What We Do: Doctrinal Legal Research. Deakin Law Review, 17(1), 83. https://doi.org/10.21153/dlr2012vol17no1art70
Kurniasari, L., Purnomo, E. P., & Salsabila, L. (2020). Kolaborasi Antara Pt Gas Negara Dengan Pemerintah Kota Yogyakarta Dalam Mewujudkan Smart City. Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial, 5(1), 53–66. https://doi.org/10.33506/jn.v5i1.775
Maulidina, E. I. (2024). Urgensi Uji Kebutuhan dan Proporsionalitas dalam Pengecualian Hak-Hak Subjek Data Pribadi di Indonesia. Jurnal Analisis Hukum, 7(2), 143–159. https://doi.org/10.38043/jah.v7i2.5464
Miles, M., Huberman, A., & Saldana, J. (2020). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. SAGE Publications.
Naibaho, N. (2021). Rethinking the ultimum remedium principle to support justice and strong law enforcement institutions in environmental crimes. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 716(1), 012068. https://doi.org/10.1088/1755-1315/716/1/012068
Sary, C. F., & Gautama, M. I. (2022). Interaksi Virtual Mahasiswa Praktek Lapangan Kependidikan di SMA Negeri 1 Kecamatan Guguak Melalui Aplikasi WhatsApp Group. Jurnal Perspektif, 5(3), 432–441. https://doi.org/10.24036/perspektif.v5i3.663
Sonu, S. S., Kalangi, L., & Warongan, J. (2019). Analisis Pelaksanaan Good Corporate Governance (Studi Kasus Pada Perusahaan Daerah Air Minum Duasudara Kota Bitung). Jurnal Riset Akuntansi Dan Auditing Goodwill, 10(2), 149. https://doi.org/10.35800/jjs.v10i2.25624
Ulibarri, N., Emerson, K., Imperial, M. T., Jager, N. W., Newig, J., & Weber, E. (2020). How does collaborative governance evolve? Insights from a medium-n case comparison. Policy and Society, 39(4), 617–637. https://doi.org/10.1080/14494035.2020.1769288
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jumadi Jumadi, Indra Sakti, Dwi Afni Maileni, Rizki Tri Anugrah Bhakti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta :
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (JIHHP) berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di JIHHP.












































