Akuntabilitas Hukum dan Batas Legalitas Tindakan Satpol PP dalam Penegakan Peraturan Daerah
DOI:
https://doi.org/10.38035/jihhp.v6i3.7939Keywords:
Satpol PP, Penegakan Hukum, Peraturan Daerah, Asas Legalitas, Proporsionalitas, Sistem Hukum, Akuntabilitas HukumAbstract
Penelitian ini menganalisis akuntabilitas hukum serta batas legalitas tindakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam penegakan Peraturan Daerah (Perda) dalam kerangka negara hukum dan prinsip good governance. Penegakan Perda menempatkan Satpol PP pada posisi strategis sekaligus rentan: di satu sisi dituntut efektif menjaga ketertiban umum, di sisi lain wajib tunduk pada asas legalitas, prosedur yang adil (due process), perlindungan hak asasi manusia serta prinsip proporsionalitas. Penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode statute approach dan conceptual approach, disertai analisis terhadap praktik penertiban yang lazim terjadi sebagai konteks problematik. Temuan menunjukkan bahwa batas legalitas tindakan Satpol PP ditentukan oleh dasar kewenangan yang eksplisit dalam peraturan perundang-undangan dan peraturan daerah; kepatuhan pada SOP dan mekanisme peringatan/penertiban bertahap; larangan tindakan koersif yang tidak terukur; serta kewajiban pencatatan, dokumentasi dan pemberian akses keberatan dan pengaduan. Pelampauan batas legalitas umumnya terjadi melalui penggunaan kekuatan yang tidak proporsional, penyitaan dan pembongkaran tanpa prosedur serta penertiban yang mengabaikan jaminan hak warga. Akuntabilitas hukum atas tindakan tersebut dapat ditempuh melalui pengawasan internal dan disiplin aparatur, mekanisme administrasi pemerintahan, pengaduan kepada Ombudsman, hingga gugatan di Peradilan Tata Usaha Negara apabila terdapat keputusan dan tindakan pemerintahan yang merugikan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan SOP berbasis due process, standar penggunaan kekuatan, pelatihan hak asasi manusia serta audit kepatuhan dan pelaporan publik untuk memastikan penegakan Perda yang efektif sekaligus legitim dan akuntabel.
References
Aziz, M. F., Husen, L. O., & Arifin, M. Y. (2022). Tinjauan Wewenang Satpol PP saat Pengawalan Unjuk Rasa dan Kesesuainnya dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah. Legal Dialogica, 1(1).
Bedner, A. (2013). Indonesian Legal Scholarship and Jurisprudence as an Obstacle for Transplanting Legal Institutions. Hague Journal on the Rule of Law, 5(02), 253–273. https://doi.org/10.1017/S1876404512001145
Bertot, J. C., Jaeger, P. T., & Grimes, J. M. (2010). Using ICTs to create a culture of transparency: E-government and social media as openness and anti-corruption tools for societies. Government Information Quarterly, 27(3), 264–271. https://doi.org/10.1016/j.giq.2010.03.001
Bovens, M. (2007). Analysing and Assessing Accountability: A Conceptual Framework. European Law Journal, 13(4), 447–468. https://doi.org/10.1111/j.1468-0386.2007.00378.x
Bovens, M. (2010). Two Concepts of Accountability: Accountability as a Virtue and as a Mechanism. West European Politics, 33(5), 946–967. https://doi.org/10.1080/01402382.2010.486119
Evans, T. (2020). Street-Level Bureaucrats: Discretion and Compliance in Policy Implementation. In Oxford Research Encyclopedia of Politics. Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/acrefore/9780190228637.013.1422
Hasan, R., Watson, B., Haworth, N., Oviedo-Trespalacios, O., & Bates, L. (2024). How do perceptions of procedural justice, police legitimacy, and legitimacy of laws influence intentions to drug drive? Journal of Safety Research, 90, 86–99. https://doi.org/10.1016/j.jsr.2024.06.006
Hasniati, H. (2016). Model Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa. Jurnal Analis Kebijakan Dan Pelayanan Publik, 2(1). https://journal.unhas.ac.id/index.php/jakpp/article/view/1519
Hendra, H., & Halbadika Fahlevi, A. (2024). Implementation of Good Corporate Governance (GCG) Principles in PDAM Tirta Ogan, Ogan Ilir District. Iapa Proceedings Conference, 187. https://doi.org/10.30589/proceedings.2024.1052
Hutchinson, T. (2015). The Doctrinal Method: Incorporating Interdisciplinary Methods in Reforming the Law. Erasmus Law Review, 8(3), 130–138. https://doi.org/10.5553/ELR.000055
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, (2014).
Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, (2014).
Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2018 tentang Satuan Polisi Pamong Praja, (2018).
Koliba, C. (2025). Liberal democratic accountability standards and public administration. Public Administration Review, 85(1), 21–31. https://doi.org/10.1111/puar.13831
Lina, L., Hidayat, R., & Chandrawati, T. (2023). Kinerja Satpol PP dalam Tugas dan Fungsi Sebagai Penegak Peraturan Daerah di Kabupaten Tana Tidung. NeoRespublica : Jurnal Ilmu Pemerintahan, 4(2), 520–528. https://doi.org/10.52423/neoresjurnal.v4i2.98
Lindberg, S. I. (2013). Mapping accountability: core concept and subtypes. International Review of Administrative Sciences, 79(2), 202–226. https://doi.org/10.1177/0020852313477761
Nalle, V. I. W. (2018). The Scope of Discretion in Government Administration Law: Constitutional or Unconstitutional? Hasanuddin Law Review, 4(1), 1. https://doi.org/10.20956/halrev.v4i1.1316
PERMA Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pedoman Penyelesaian Sengketa Tindakan Pemerintahan (Onrechtmatige Overheidsdaad), (2019).
Ramadhan, M. R., & Asriwandari, H. (2025). Pelaksanaan Peran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Dalam Penertiban Pedagang Kaki Lima di Kota Pekanbaru. Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora, 5(1), 8. https://doi.org/10.53697/iso.v5i1.2487
Schnell, S. (2023). To know is to act? Revisiting the impact of government transparency on corruption. Public Administration and Development, 43(5), 355–367. https://doi.org/10.1002/pad.2029
Setiawan, H., Al’anam, M., & Munif, W. (2025). Some Commentary Notes On Law Number 30 Of 2014 Concerning Government Administration. Simbur Cahaya, 270–291. https://doi.org/10.28946/sc.v31i2.3939
Sonu, S. S., Kalangi, L., & Warongan, J. (2019). Analisis Pelaksanaan Good Corporate Governance (Studi Kasus Pada Perusahaan Daerah Air Minum Duasudara Kota Bitung). Jurnal Riset Akuntansi Dan Auditing Goodwill, 10(2), 149. https://doi.org/10.35800/jjs.v10i2.25624
Steffek, J. (2010). Public Accountability and the Public Sphere of International Governance. Ethics & International Affairs, 24(1), 45–67. https://doi.org/10.1111/j.1747-7093.2010.00243.x
Tara, L. (2023). Kemendagri Terbitkan Aturan dan Kode Etik Satpol PP. Radio Republik Indonesia. https://rri.co.id/hukum/465104/kemendagri-terbitkan-aturan-dan-kode-etik-satpol-pp?utm_source=chatgpt.com
Tyler, T. R. (2003). Procedural justice, Legitimacy, and the Effective Rule of Law. Crime and Justice, 30, 283–357. https://doi.org/10.1086/652233
Tyler, T. R., Goff, P. A., & MacCoun, R. J. (2015). The Impact of Psychological Science on Policing in the United States. Psychological Science in the Public Interest, 16(3), 75–109. https://doi.org/10.1177/1529100615617791
Code of Conduct for Law Enforcement Officials, (2000).
Voets, J., Brandsen, T., Koliba, C., & Verschuere, B. (2021). Collaborative Governance. In Oxford Research Encyclopedia of Politics. Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/acrefore/9780190228637.013.1419
Wood, G., Tyler, T. R., & Papachristos, A. V. (2020). Procedural justice training reduces police use of force and complaints against officers. Proceedings of the National Academy of Sciences, 117(18), 9815–9821. https://doi.org/10.1073/pnas.1920671117
Yeria, D., Fitrah, N., & Daud, Y. (2020). Wewenang Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Dalam Penegakan Peraturan Daerah di Kabupaten Mamasa. Journal Peqguruang: Conference Series, 2(2), 322. https://doi.org/10.35329/jp.v2i2.1163
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Getta Ario, Isfandir Hutasoit, Dwi Afni Maileni, Agus Riyanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta :
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (JIHHP) berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di JIHHP.













































