Pengaruh Sanitasi Lingkungan dan Akses Layanan Kesehatan terhadap Riwayat Penyakit Infeksi serta Implikasinya pada Stunting Balita (Studi Survei pada Wilayah Kerja Puskesmas Cicangkanggirang Kecamatan Sindangkerta Kabupaten Bandung Barat)
DOI:
https://doi.org/10.38035/jimt.v8i1.9851Keywords:
Sanitasi Lingkungan, Akses Layanan Kesehatan, Penyakit Infeksi, Stunting, BalitaAbstract
Stunting pada balita merupakan masalah kesehatan yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan, pelayanan kesehatan, dan kondisi biologis anak, terutama penyakit infeksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh sanitasi lingkungan dan akses layanan kesehatan terhadap riwayat penyakit infeksi serta implikasinya pada stunting balita di wilayah kerja Puskesmas Cicangkanggirang, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei deskriptif-verifikatif dan desain explanatory research. Populasi penelitian berjumlah 3.317 balita usia 0–59 bulan, dengan sampel 97 responden yang ditentukan menggunakan probability sampling secara acak. Data diperoleh melalui kuesioner, observasi, pengukuran tinggi badan, dan data sekunder, kemudian dianalisis menggunakan analisis jalur dengan SPSS 31 dan SEM-AMOS. Hasil menunjukkan bahwa sanitasi lingkungan berpengaruh signifikan terhadap riwayat penyakit infeksi (β=0,146; t=2,051), demikian pula akses layanan kesehatan (β=0,360; t=4,051). Secara simultan, kedua variabel menjelaskan 16,8% variasi riwayat penyakit infeksi (F=9,497; p<0,001). Riwayat penyakit infeksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap stunting (β=0,597; t=7,253; p<0,001). Sanitasi lingkungan tidak berpengaruh langsung terhadap stunting (β=-0,022; p=0,129), tetapi berpengaruh tidak langsung melalui riwayat penyakit infeksi. Sebaliknya, akses layanan kesehatan berpengaruh langsung terhadap stunting (β=0,165; p=0,001), tetapi efek tidak langsung melalui riwayat penyakit infeksi tidak signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa pencegahan stunting memerlukan strategi terpadu yang menggabungkan perbaikan sanitasi, pencegahan infeksi, dan penguatan keterjangkauan serta mutu layanan kesehatan ibu dan anak.
References
Aaron Yang, D., & Laven, R. A. (2021). Design-based approach for analysing survey data in veterinary research. Veterinary Sciences, 8(6). https://doi.org/10.3390/vetsci8060105
Amalina, A., Ratnawati, L. Y., & Bumi, C. (2023). Hubungan kualitas air konsumsi, higiene, dan sanitasi rumah tangga dengan kejadian stunting (studi case control pada balita stunting di Kabupaten Lumajang).
Apriliani, A. (2025). Utilization of Primary Healthcare Services and Stunting Among Children Aged 0–59 Months in Indonesia: A National Cross-Sectional Study. Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health, 7(1), 404. https://doi.org/10.30829/contagion.v7i1.25425
Azriani, D., … Dhamayanti, M. (2024). Risk factors associated with stunting incidence in under five children in Southeast Asia: a scoping review. Journal of Health, Population and Nutrition, 43(1), 174.
Budiman, A. S., & Hajarisman, N. (2024). Analisis Mediasi Multipel Paralel Kausal Step pada Data Stunting menurut Kabupaten/Kota. Jurnal Riset Statistika, 31–40. https://doi.org/10.29313/jrs.v4i1.3860
Carvalho, M. C. da C., Ribeiro, S. A., de Sousa, L. S., Lima, A. Â. M., & Maciel, B. L. L. (2025). Undernutrition and Intestinal Infections in Children: A Narrative Review. Nutrients, 17(9), 0–32. https://doi.org/10.3390/nu17091479
Cerlyawati, H., & Hartini, E. (2025). Studi Analitik Observasional: Pengaruh Sanitasi Lingkungan terhadap Kejadian Diare pada Balita Stunting di Desa Kalongan, Ungaran Timur Kabupaten Semarang pada Tahun 2023. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 24(1), 68–74. https://doi.org/10.14710/jkli.24.1.68-74
Daft, R. L. (2022). Management (14th ed.).
Ekyaruhanga, P., … Rujumba, J. (2023). Delay in healthcare seeking for young children with severe pneumonia at Mulago National Referral Hospital, Uganda: A mixed methods cross-sectional study. PLoS ONE, 18(10), 1–24. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0291387
Firmansyah, R. R. T., Murti, B., & Prasetya, H. (2023). A Meta-Analysis of Correlation between Diarrhea and Stunting in Children Under Five. Journal of Epidemiology and Public Health, 8(1), 88–97. https://doi.org/10.26911/jepublichealth.2023.08.01.08
Goodfellow, L. T. (2023). An Overview of Survey Research. Respiratory Care, 68(9), 1309–1313. https://doi.org/10.4187/respcare.11041
Hanna Damanik. (2021). Home Sanitation Conditions With the Event of Acute Respiratory Tract Infection (Ari) in Toddlers, Palembang City. Jurnal Sanitasi Lingkungan ISSN, 1(1).
Hidayati, N., Hidayati, N. F., & Nuryati, T. (2022). Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita: Studi Literatur. Jurnal Kesehatan Madani Medika, 13(1).
Himawati, E. H., & Fitria, L. (2020). Hubungan Infeksi Saluran Pernapasan Atas dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 15, 1–5.
Larasanti, A., Dewi, A. F., & Faradhila, A. F. (2026). Childhood Stunting in East Java: A Health System Structural Analysis Using Generalized Structural Equation Modeling.
Periáñez, Á., … Tang, D. (2024). The Digital Transformation in Health: How AI Can Improve the Performance of Health Systems. Health Systems and Reform, 10(2). https://doi.org/10.1080/23288604.2024.2387138
Pulungan, E. S., Suhartono, & Budiyono. (2024). Hubungan Antara Riwayat Penyakit Infeksi dengan Kejadian Stunting pada Balita: Tinjauan Pustaka. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 7(2), 357–365. https://doi.org/10.56338/mppki.v7i2.4928
Robbins, S. P., & Coulter, M. A. (2021). Management (15th Global ed.). Pearson.
Roma Uli Pangaribuan, S., Napitupulu, D. M. T., & Kalsum, U. (2022). Hubungan Sanitasi Lingkungan, Faktor Ibu dan Faktor Anak Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 24–59 Bulan di Puskesmas Tempino Kabupaten Muaro Jambi. Jurnal Pembangunan Berkelanjutan, 5(2), 79–97. https://doi.org/10.22437/jpb.v5i2.21199
Silva, J. R. M., … Cotta, R. M. M. (2023). Water, sanitation, and hygiene vulnerability in child stunting in developing countries: a systematic review with meta-analysis. Public Health, 219, 117–123.
Sjarif, D. R., … Hardjo, J. (2025). Effectiveness of a Tiered Referral System and Early Nutritional Intervention to Prevent and Recover Stunting in Under-Five Indonesian Children. Food Science and Nutrition, 13(10). https://doi.org/10.1002/fsn3.70945
Soraya, S., Ilham, I., & Hariyanto, H. (2022). Kajian Sanitasi Lingkungan Terhadap Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Tuan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Jurnal Pembangunan Berkelanjutan, 5(2), 98–114. https://doi.org/10.22437/jpb.v5i1.21200
Sulaeman, E. S. (2021). Manajemen Kesehatan Teori dan Praktik di Puskesmas. UGM Press.
UNICEF - WHO. (2024). The UNICEF-WHO-World Bank Joint Child Malnutrition Estimates (JME) standard methodology: Tracking progress on SDG Indicators. UNICEF-WHO, 2(1). https://www.who.int/publications/i/item/9789240100190
WHO. (2023). Burden of disease attributable to unsafe drinking-water, sanitation and hygiene: 2019 update. World Health Organization, 1–100. https://iris.who.int/bitstream/handle/10665/370026/9789240075610-eng.pdf?sequence=1
Woldesenbet, B., Tolcha, A., & Tsegaye, B. (2023). Water, hygiene and sanitation practices are associated with stunting among children of age 24–59 months in Lemo district, South Ethiopia, in 2021: community based cross sectional study. BMC Nutrition, 9(1), 17.
Yeboah, A., Agyekum, O., Owusu-Prempeh, V., & Prempeh, K. B. (2023). Using social presence theory to predict online consumer engagement in the emerging markets. Future Business Journal, 9(1), 1–18. https://doi.org/10.1186/s43093-023-00250-z
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Wahyudin Wahyudin, Teguh Nurhadi Suharsono, Ayu Laili Rahmiyati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwaJurnal Ilmu Manajemen Terapan (JIMT) berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di Jurnal Ilmu Manajemen Terapan (JIMT).











































