Penerapan Asas Lex superior Derogat Legi Inferiori dalam Pembentukan Peraturan Desa

Authors

  • Komang Juli Putrawan Postgraduate Master of Laws Program, Ganesha University of Education, Indonesia
  • Dewa Gede Sudika Mangku Postgraduate Master of Laws Program, Ganesha University of Education, Indonesia
  • Ni Putu Rai Yuliartini Postgraduate Master of Laws Program, Ganesha University of Education, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jihhp.v6i6.9737

Keywords:

Peraturan Desa, lex superior, hierarki, kewenangan, konflik norma

Abstract

Pembentukan Peraturan Desa merupakan bagian dari penyelenggaraan pemerintahan desa yang harus dilaksanakan berdasarkan kewenangan dan dalam kerangka sistem hukum nasional. Persoalan muncul ketika Peraturan Desa memuat ketentuan yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kedudukan Peraturan Desa dalam sistem peraturan perundang-undangan, penerapan asas lex superior derogat legi inferiori dalam pembentukannya, serta akibat hukum apabila Peraturan Desa bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum dianalisis secara kualitatif-preskriptif dengan menempatkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan perubahan yang tercatat pada tahun 2026, serta Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024, sebagai dasar analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peraturan Desa tidak termasuk dalam hierarki formal sebagaimana Pasal 7 ayat (1) UU Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, tetapi keberadaannya diakui berdasarkan ketentuan mengenai peraturan yang dibentuk oleh Kepala Desa atau yang setingkat sepanjang diperintahkan oleh peraturan yang lebih tinggi atau dibentuk berdasarkan kewenangan. Oleh karena itu, penerapan asas lex superior terhadap Peraturan Desa tidak hanya berkaitan dengan jenjang norma, tetapi juga dengan sumber kewenangan, kesesuaian jenis dan materi muatan, serta harmonisasi dengan peraturan yang lebih tinggi. Peraturan Desa yang bertentangan dengan norma yang lebih tinggi berpotensi menimbulkan konflik norma dan harus ditangani melalui mekanisme pembinaan, pengawasan, evaluasi, dan/atau pembatalan sesuai ketentuan yang berlaku.

References

Anggono, Bayu Dwi. 2018. “Tertib Jenis, Hierarki, dan Materi Muatan Peraturan Perundang-undangan: Permasalahan dan Solusinya.” Masalah-Masalah Hukum 47(1): 1–9. DOI: 10.14710/mmh.47.1.2018.1-9.

Asshiddiqie, Jimly. 2010. Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara. Jakarta: Rajawali Pers.

Fadhli, H., Sarip, S., Rohadi, R., & Rahman, N. (2021). Analisis Asas Lex superior Derogat Legi Inferior Dalam Presidential Threshold dan Regent Treshold. Jurnal De Jure, 5(2), 47.

Indrati, Maria Farida. 2007. Ilmu Perundang-undangan: Jenis, Fungsi, dan Materi Muatan. Yogyakarta: Kanisius.

Irfani, N. (2020). Asas lex superior, lex specialis, dan lex posterior: pemaknaan, problematika, dan penggunaannya dalam penalaran dan argumentasi hukum. Jurnal Legislasi Indonesia, 16(3), 305-325.

Kelsen, Hans. 1945. General Theory of Law and State. Cambridge: Harvard University Press.

Mangku, DGS, Yuliartini, NPR, & Suandita, IGE (2022). Implementation of e-court in the settlement of civil cases in Singaraja district court. AIP Conference Proceedings . https://doi.org/https://doi.org/https://doi.org/10.1063/5.0104105

Mangku, DGS, Yuliartini, NPR, Dewi, & Arta. (2022). Disclosure of crime cases through CCTV: How does technology help police performance? AIP Conference Proceedings . https://doi.org/https://doi.org/https://doi.org/10.1063/5.0104107

Prayitno, S. (2017). Mekanisme pembatalan peraturan daerah dan akibat hukumnya berdasarkan asas lex superiori derogat legi inferiori. Jurnal Surya Kencana Satu: Dinamika Masalah Hukum dan Keadilan, 8(2), 109-120.

Silalahi, Wilma. 2020. “Penataan Regulasi Berkualitas dalam Rangka Terjaminnya Supremasi Hukum.” Jurnal Hukum Progresif 8(1): 56–66. DOI: 10.14710/jhp.8.1.56-66.

Soekanto, Soerjono dan Sri Mamudji. 1994. Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, sepanjang berkaitan dengan perubahan ketentuan dalam UU Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.

Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.

Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang, sepanjang berkaitan dengan perubahan rezim Desa.

Yuliartini, N. P. R., Putra, I. B. W., Atmaja, G. M. W., & Mangku, D. G. S. (2022). Legal Protection for Women and Children as Victims of Human Trafficking in Indonesia. Jurnal Hukum Novelty (1412-6834), 13(1), 26.

Yuliartini, NPR, Mangku, DGS, & Darayani, NMC (nd-a). (2022) the cyberporn and its challenges for information and electronic transactions law. AIP Conference Proceedings. https://doi.org/https://doi.org/https://doi.org/10.1063/5.0104238

Yuliartini, NPR, Mangku, DGS, & Darayani, NMC (nd-b). (2022) Optimization of the Buleleng Cyber Patrol Task Force in Combating Cyber Pornography in Singaraja City. AIP Conference Proceedings. https://doi.org/https://doi.org/https://doi.org/10.1063/5.0104237.

Yuliartini, NPR, Mangku, DGS, & Yasa, IWB (2022). The utilization of digital technology for rehabilitation of drug users by SADAR application: A creative breakthrough for the victims of drug abuse in Buleleng Regency. AIP Conference Proceedings . https://doi.org/https://doi.org/10.1063/5.0104236.

Zaeni, A. (2012). Asas lex posteriori derogat legi priori dalam penemuan hukum (rechtsvinding) oleh hakim: Studi atas pasal 20 Ab dan pasal 4 (1) UU no. 48 tahun 2009 tentang kekuasaan kehakiman (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim).

Downloads

Published

2026-10-20

How to Cite

Putrawan, K. J., Mangku, D. G. S., & Yuliartini, N. P. R. (2026). Penerapan Asas Lex superior Derogat Legi Inferiori dalam Pembentukan Peraturan Desa. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora Dan Politik, 6(6), 5023–5030. https://doi.org/10.38035/jihhp.v6i6.9737

Most read articles by the same author(s)