Implementasi Kebijakan Teaching Factory dalam Pembelajaran Berbasis Industri di Sekolah Menengah Kejuruan: Studi Kasus di SMKN 13 Surabaya Kompetensi Keahlian Teknik Permesinan

Authors

  • Lilik Suhartatik Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia
  • Mochamad Nursalim Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia
  • Mufarrihul Hazin Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia
  • Amrozi Khamidi Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jmpis.v7i1.6821

Keywords:

Teaching Factory, Implementasi Kebijakan, Pembelajaran Berbasis Industri, George C. Edward III, SMK

Abstract

Kebijakan Teaching Factory (TeFa) merupakan langkah strategis pemerintah dalam menyinergikan proses pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), sehingga lulusan memiliki keterampilan yang relevan dengan tuntutan pasar kerja masa kini. SMKN 13 Surabaya menjadi salah satu sekolah pelaksana kebijakan ini, khususnya pada kompetensi keahlian Teknik Permesinan, dengan tujuan mencetak lulusan yang profesional dan kompetitif di dunia kerja. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi kebijakan Teaching Factory menggunakan model implementasi kebijakan George C. Edward III, yang menitikberatkan pada empat dimensi utama, yakni komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, di mana data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru produktif, instruktur industri, serta siswa. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui proses kondensasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Teaching Factory di SMKN 13 Surabaya berjalan cukup optimal. Komunikasi dan koordinasi antara sekolah dan industri berlangsung efektif, sumber daya manusia kompeten, dan struktur birokrasi mendukung melalui penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP). Meski demikian, peningkatan fasilitas praktik serta evaluasi berkelanjutan masih diperlukan agar implementasi Teaching Factory semakin efektif di masa mendatang.

References

Ariyanti, Y. P., & Hazin, M. (2024). Evaluasi kebijakan kurikulum merdeka. Almufi: Jurnal Sosial dan Humaniora, 1(1), 23–29.

Djojonegoro, W. (1998). Pengembangan SDM melalui SMK. Jakarta. PT Jayakarta Agung Offset.

Dit.PSMK. (2015). Konsep teaching factory. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Nurtanto, dkk, (2017), Pengembangan Model Teaching Factory di Sekolah Kejuruan. Prosding Seminar Nasional Pendidikan FKIP UNTIRTA.

Agustino, Leo.2016. Dasar-Dasar Kebijakan Publik, Edisi Revisi, Bandung: Alfabeta.

Baidowi, A. (2021). Implementasi Kebijakan Pendidikan: Studi Analisis Terhadap Tahap Implementasi Kebijkan Charles O. Jones dengan Faktor Pendukung George E. Edward III. Banyumas: CV Amerta Media.

Maulidia, F. M. (2017). Pengaruh Struktur Birokrasi Terhadap Implementasi Kebijakan Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) (Studi di Puskesmas Kabupaten Gunungkidul). Jurnal Ilmiah Kesehatan Mediahusada, 06(02), 183- 192.

Syaifullah M. S. (2021). Manajemen Keuangan Pendidikan. Scolae: Journal of Pedagogy, 04(01), 11-17.

Puasa, R. R., Lumolos, J., & Kumayas, N. (2018). Kewenangan Pemerintah Desa Dalam Peningkatan Perekonomian Di Desa Mahangiang Kecamatan Tagulandang Kabupaten Kepulauan Sitaro. Eksekutif: Jurnal Jurusan Ilmu Pemerintahan, 01(01), 1-10.

Palupi, T., & Sawitri, D. R. (2017). Hubungan Antara Sikap Dengan Perilaku Pro- Lingkungan Ditinjau dari Perspektif Theory Of Planned Behavior. Proceeding Biology Education Conference, 14(01), 214-217.

Pitoyo Nugroho dkk. 2023. Panduan Teaching Factory SMK. Dirjen Vokasi Kemdikbudristek.

Sanatang. 2020. Implementasi Teaching Factory Pada Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan SMK Negeri 5 Makassar. Jurnal Media Pendidikan Teknik Informatika Vol3 No.3 September 2020.

Hazin, M., Hariyati, N., Khamidi, A., & Setiawan, A. C. (2023). Penguatan implementasi Kurikulum Merdeka melalui pelatihan KOSP di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur Malaysia. Journal of Smart Community Service, 1(2), 52–62.

Dwi Nastiti. 2022. Penerapan model pembelajaran teaching factory pada mata pelajaran industri laundry di smk negeri 6 yogyakarta. Dewantara Seminar nasional pendidikan.

Khusni Alhan,dkk.2023. Implementasi kebijakan merdeka mandiri belajar: studi kasus di uptd sdn pangilen 3 sampang. Thawalib: Jurnal Pendidikan Islam. Volume 4 (1) (2023) 29-44 e-ISSN 2807-386X.

Jannah, W. (2014). Komitmen Guru Dalam Melaksanakan Tugas Di Sekolah Menengah Atas (SMSA) Kecamatan Rokan IV Koto. Bahana Manajemen Pendidikan|Jurnal Administrasi Pendidikan, 02(01), 789-796.

Risnawan, W. (2017). Fungsi Birokrasi dalam Efektivitas Pelayanan Publik. Dinamika: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara, 04(01), 156-166.

Zein, M. (2016). Peran Guru dalam Pengembangan Pembelajaran. Jurnal Idaarah, V(02), 275-285.

Zohriah. A. (2015). Analisis Standar Sarana Dan Prasarana. Tarbawi, 01(02), 53-6.

Belajar, W., Di, T., Ngadiluwih, K., Syani, A. K., Mufid, S., Hazin, M., & Islam, P. A. (2017). 2309-5160-1-Pb. XI(1), 25–38.

Dudung, S. (2024). MANAJEMEN TEACHING FACTORY DALAM UPAYA PENCAPAIAN KOMPETENSI LULUSAN DI SMKN 1 CIKARANG BARAT BEKASI Dudung Sahdu Universitas Negeri Jakarta , Indonesia Email : [email protected] Manajemen Teaching Factory Dalam Upaya Pencapaian Kompetensi Lulusan di. Jurnal Cahaya Mandalika, 1997–2010.

Kebijakan, I., Penggerak, S., & Smpn, D. I. (2025). Implementasi kebijakan sekolah penggerak di smpn 3 camplong kabupaten sampang. 12, 464–473.

Nursalim, M. (2020). Peluang Dan Tantangan Globalisasi Profesi Bimbingan Dan Konseling di Era Revolusi Industri 4.0. Prosiding Seminar & Lokakarya Nasional Bimbingan Dan Konseling, 1(2), 31–40. http://e-jurnal.ikippgrismg.ac.id/index.php/mediapenelitianpendidikan.

Siantoro, G., Khamidi, A., & Surabaya, U. N. (2021). Terhadap Pembelajarandaring Pjok Selama Pandemi Coronavirus Disease ( Covid-19 ) Di Man 1 Lamongan. 9(1), 225–229.

Downloads

Published

2025-12-29

How to Cite

Suhartatik, L., Nursalim, M., Hazin, M., & Khamidi, A. (2025). Implementasi Kebijakan Teaching Factory dalam Pembelajaran Berbasis Industri di Sekolah Menengah Kejuruan: Studi Kasus di SMKN 13 Surabaya Kompetensi Keahlian Teknik Permesinan. Jurnal Manajemen Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 7(1), 662–676. https://doi.org/10.38035/jmpis.v7i1.6821

Most read articles by the same author(s)