Penanganan Inventory RAW Material Produk Minumum Kopi Susu PT. XYZ

Authors

  • Amna Suci Trisakti Institute of Transportation dan Logistics, Jakarta, Indonesia
  • Nofrisel Nofrisel Trisakti Institute of Transportation dan Logistics, Jakarta, Indonesia
  • Sandriana Mariana Trisakti Institute of Transportation dan Logistics, Jakarta, Indonesia
  • Edi Abdurachman Trisakti Institute of Transportation dan Logistics, Jakarta, Indonesia
  • Okin Ringan Purba Trisakti Institute of Transportation dan Logistics, Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jemsi.v7i4.7805

Keywords:

Rantai Pasok, Forecasting Demand, Manajemen Persediaan, Industri makanan dan Minuman

Abstract

Abstrak: Studi ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya perencanaan bahan baku yang akurat dalam menghadapi fluktuasi permintaan pada industry makanan dan minuman. Penelitian ini berfokus pada pengelolaan persediaan bahan baku produk kopi susu di PT. XYZ. Analisis variabilitas permintaan menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara permintaan aktual dan pemesanan bahan baku, khususnya pada biji kopi arabika. Nilai varians awal sebesar 1.08 melebihi standar yang dapat diterima, yaitu 1,00. Setelah diterapkannya Teknik peningkatan akurasi peramalan permintaan, nilai varians berhasil diturunkan menjadi 1,01. Diagram fishbone digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor utama penyebab terjadinya varians persediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan akurasi peramalan permintaan serta penguatan koordinasi informasi di seluruh rantai pasok merupakan faktor penting dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan bahan baku.

References

Afrianto. (2022). Manajemen stok dan fluktuasi permintaan pada industri makanan dan minuman. Jurnal Manajemen Industri, 10(2), 55–63.

Chopra, S., & Meindl, P. (2013). Supply Chain Management: Strategy, Planning, and Operation (5th ed.). Boston: Pearson

Fadillah, B. (2011). Pengelolaan rantai pasok produk makanan dan minuman dengan umur simpan pendek. Jurnal Logistik dan Transportasi, 5(1), 33–42.

Indrajit, R. E. (2002). Konsep Supply Chain Management. Jakarta: Grasindo.

Kurien, G., & Qureshi, M. (2011). Performance measurement systems for supply chain management: An integrated approach. International Journal of Production Research, 49(22), 6707–6728. https://doi.org/10.1080/00207543.2010.501554

Lee, H. L., Padmanabhan, V., & Whang, S. (1997). The bullwhip effect in supply chains.

Sloan Management Review, 38(3), 93–102.

Meilasani. (2019). Peramalan permintaan dalam pengelolaan inventory industri makanan dan minuman. Jurnal Manajemen Operasi, 8(1), 21–30.

Parwati, C. I. (2020). Ketidakakuratan peramalan permintaan dan dampaknya terhadap supply chain. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 12(1), 33–42.

Permatasari, R. (2019). Variance inventory dan dampaknya terhadap biaya rantai pasok Jurnal Logistik Indonesia, 7(2), 55–64.

Pujawan, I. N., & Mahendrawathi, E. R. (2010). Supply Chain Management. Surabaya: Guna Widya.

Picauly, W. M. S. (2019). Strategi peramalan permintaan dan dampaknya terhadap variance inventory. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 14(3), 77–88.

Stanford Supply Chain Forum. (1999). Supply Chain Management Concepts. Stanford University.

Zahroni, Z. (2017). Kompleksitas logistik di Indonesia sebagai negara kepulauan. Jurnal Transportasi dan Logistik, 9(1), 12–25.

Zabidi, A. (2001). Sinkronisasi aktivitas rantai pasok untuk menciptakan nilai tambah. Jurnal Manajemen Operasi, 3(2), 19–28.

Downloads

Published

2026-04-15

How to Cite

Suci, A., Nofrisel Nofrisel, Sandriana Mariana, Edi Abdurachman, & Okin Ringan Purba. (2026). Penanganan Inventory RAW Material Produk Minumum Kopi Susu PT. XYZ. Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi, 7(4), 3652–3660. https://doi.org/10.38035/jemsi.v7i4.7805

Most read articles by the same author(s)