Pengaruh Work-life balance dan Beban Kerja terhadap Kepuasan Kerja melalui Stres Kerja pada Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Provinsi Jawa Barat

Authors

  • Maya Yulia Safitri Universitas Widyatama, Bandung, Indonesia
  • Maman Suratman Universitas Widyatama, Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jemsi.v7i4.7636

Keywords:

Work-Life Balance, Beban Kerja, Stres Kerja, Kepuasan Kerja, Penyuluh KB

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work-life balance dan beban kerja terhadap kepuasan kerja dengan stres kerja sebagai variabel mediasi pada Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) di Provinsi Jawa Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 331 penyuluh KB yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) menggunakan SmartPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja serta berpengaruh negatif terhadap stres kerja. Sebaliknya, beban kerja berpengaruh positif terhadap stres kerja dan berpengaruh negatif terhadap kepuasan kerja. Stres kerja terbukti berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, serta berperan sebagai variabel mediasi parsial dalam hubungan antara work-life balance dan beban kerja terhadap kepuasan kerja. Temuan ini mengindikasikan bahwa tingkat kepuasan kerja penyuluh KB tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi kerja secara langsung, tetapi juga melalui mekanisme psikologis berupa stres kerja. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan BKKBN, khususnya dalam penguatan kebijakan work-life balance, pengendalian beban kerja, dan pengelolaan stres kerja guna meningkatkan kesejahteraan dan kinerja penyuluh KB.

References

Abdillah, W., & Jogiyanto, H. M. (2014). Partial least squares (PLS): Alternatif structural equation modeling (SEM) dalam penelitian bisnis. ANDI.

Bakker, A. B., & Demerouti, E. (2007). The job demands–resources model: State of the art. Journal of Managerial Psychology, 22(3), 309–328. https://doi.org/10.1108/02683940710733115

Fisher, G. G., Bulger, C. A., & Smith, C. S. (2009). Beyond work and family: A measure of work/nonwork interference and enhancement. Journal of Occupational Health Psychology, 14(4), 441–456. https://doi.org/10.1037/a0016737

Fornell, C., & Larcker, D. F. (1981). Evaluating structural equation models with unobservable variables and measurement error. Journal of Marketing Research, 18(1), 39–50. https://doi.org/10.1177/002224378101800104

Ghozali, I., & Latan, H. (2017). Partial least squares: Konsep, teknik, dan aplikasi menggunakan SmartPLS 3.0. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Greenhaus, J. H., Collins, K. M., & Shaw, J. D. (2003). The relation between work–family balance and quality of life. Journal of Vocational Behavior, 63(3), 510–531. https://doi.org/10.1016/S0001-8791(03)00042-8

Karasek, R. A. (1979). Job demands, job decision latitude, and mental strain. Administrative Science Quarterly, 24(2), 285–308. https://doi.org/10.2307/2392498

Locke, E. A. (1976). The nature and causes of job satisfaction. In M. D. Dunnette (Ed.), Handbook of industrial and organizational psychology (pp. 1297–1349). Rand McNally.

Parker, D. F., & DeCotiis, T. A. (1983). Organizational determinants of job stress. Organizational Behavior and Human Performance, 32(2), 160–177. https://doi.org/10.1016/0030-5073(83)90145-9

Downloads

Published

2026-03-18

How to Cite

Maya Yulia Safitri, & Maman Suratman. (2026). Pengaruh Work-life balance dan Beban Kerja terhadap Kepuasan Kerja melalui Stres Kerja pada Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Provinsi Jawa Barat. Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi, 7(4), 3167–3178. https://doi.org/10.38035/jemsi.v7i4.7636