Analisis Kewenangan DITPAM BP Batam dalam Pengawasan dan Penindakan terhadap Pelanggaran Hukum di Wilayah Otorita Batam

Authors

  • Masrial Haryas Universitas Riau Kepulauan, Batam, Indonesia
  • Indra Sakti Universitas Riau Kepulauan, Batam, Indonesia
  • Dwi Afni Maileni Universitas Riau Kepulauan, Batam, Indonesia
  • Agus Riyanto Universitas Riau Kepulauan, Batam, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jmpis.v7i3.8258

Keywords:

Kewenangan, Pengawasan, Penindakan, BP Batam, DITPAM, Penegakan Regulasi, AUPB, Keamanan Kawasan

Abstract

Tulisan ini menganalisis ruang lingkup kewenangan Direktorat Pengamanan (DITPAM) Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) dalam pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran hukum di wilayah otorita Batam. Batam, sebagai kawasan perdagangan bebas, pelabuhan bebas dan simpul logistik strategis, menuntut kepastian hukum investasi sekaligus keamanan aset publik; namun pada saat yang sama, pengawasan dan penindakan harus menjaga due process, perlindungan hak dan akuntabilitas. Secara konseptual, DITPAM bekerja pada irisan kewenangan administratif pengamanan aset dan kawasan, pengawasan kepatuhan pemanfaatan aset, ruang otorita, pencegahan risiko dan respons insiden. Selain itu, kewenangan penegakan hukum yang secara prinsip tetap berada pada Polri, sehingga diperlukan koordinasi, operasi terpadu dan mekanisme yang tegas. Penelitian ini menggabungkan analisis yuridis normatif atas kerangka kewenangan BP Batam dan hukum administrasi (legalitas–AUPB) dengan analisis deskriptif berbasis data berupa 120 catatan kegiatan pengamanan/penertiban (2023–2025) dan 12 wawancara terstruktur (aparat, pelaku usaha, warga). Hasil menunjukkan kewenangan operasional paling kuat berada pada ranah pengamanan administratif dan pencegahan gangguan; efektivitas penindakan meningkat ketika SOP operasi terpadu memperjelas komando, pembagian peran, standar bukti minimal dan rute akuntabilitas; risiko sengketa dan delegitimasi meningkat ketika penertiban lapangan tidak didukung dokumentasi alasan tindakan, notifikasi memadai serta mekanisme keberatan/aduan yang mudah diakses. Temuan ini menegaskan pentingnya model governance by safeguards yang memperkuat legal basis, standardisasi prosedur, transparansi tindakan dan audit pasca-operasi untuk menyeimbangkan kepastian investasi dengan perlindungan hak.

References

Abra, E. H. (2024). Problematika kewenangan dan kebijakan antara Badan Pengusahaan Batam dengan ex officio Wali Kota Batam. Jurnal Magister Hukum Udayana, 13(2), 461–478. https://doi.org/10.24843/JMHU.2024.v13.i02.p13

Aritenang, A. F., & Chandramidi, A. N. (2020). The Impact of Special Economic Zones and Government Intervention on Firm Productivity: The Case of Batam, Indonesia. Bulletin of Indonesian Economic Studies, 56(2), 225–249. https://doi.org/10.1080/00074918.2019.1643005

Batam, B. (2024). Profile BP Batam—Direktorat Pengamanan Aset dan Kawasan (laman resmi).

Chang, A., & Brewer, G. A. (2023). Street-Level bureaucracy in public administration: A systematic literature review. Public Management Review, 25(11), 2191–2211. https://doi.org/10.1080/14719037.2022.2065517

Criado, J. I., Sandoval-Almazan, R., & Gil-Garcia, J. R. (2020). Government innovation through social media. Government Information Quarterly, 37(3), 101418. https://doi.org/10.1016/j.giq.2020.101418

de-Lima-Santos, M.-F., Schapals, A. K., & Bruns, A. (2021). Out-of-the-box versus in-house tools: how are they affecting data journalism in Australia? Media International Australia, 181(1), 152–166. https://doi.org/10.1177/1329878X20961569

de Boer, N., & Raaphorst, N. (2023). Automation and discretion: explaining the effect of automation on how street-level bureaucrats enforce. Public Management Review, 25(1), 42–62. https://doi.org/10.1080/14719037.2021.1937684

Garske, B., Bau, A., & Ekardt, F. (2021). Digitalization and ai in European agriculture: A strategy for achieving climate and biodiversity targets? Sustainability (Switzerland), 13(9), 1–21. https://doi.org/10.3390/su13094652

Gershgoren, S., & Cohen, N. (2023). Street-Level Bias: Examining Factors Related to Street-Level Bureaucrats’ State or Citizen Favoritism. The American Review of Public Administration, 53(3–4), 115–133. https://doi.org/10.1177/02750740231167897

Jordanoska, A. (2021). Regulatory enforcement against organizational insiders: Interactions in the pursuit of individual accountability. Regulation & Governance, 15(2), 298–316. https://doi.org/10.1111/rego.12280

Leese, M. (2016). Governing airport security between the market and the public good. Criminology & Criminal Justice, 16(2), 158–175. https://doi.org/10.1177/1748895815603772

Macleod, S., & Dewinter-Schmitt, R. (2019). Certifying Private Security Companies: Effectively Ensuring the Corporate Responsibility to Respect Human Rights? Business and Human Rights Journal, 4(1), 55–77. https://doi.org/10.1017/bhj.2018.25

Matheus, R., Faber, R., Ismagilova, E., & Janssen, M. (2023). Digital transparency and the usefulness for open government. International Journal of Information Management, 73, 102690. https://doi.org/10.1016/j.ijinfomgt.2023.102690

Nøkleberg, M. (2020). Examining the how of Plural Policing: Moving from Normative Debate to Empirical Enquiry. The British Journal of Criminology, 60(3), 681–702. https://doi.org/10.1093/bjc/azz080

Nøkleberg, M. (2023). Policing Global Hubs: Balancing the Imperatives of Security and Trade. The British Journal of Criminology, 63(3), 709–726. https://doi.org/10.1093/bjc/azac060

Nuraini, L., & Haryanti, D. (2021). Perlindungan hukum masyarakat terhadap hak atas tanah berstatus quo di Pulau Galang. Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, 28(2), 307–324. https://doi.org/10.20885/iustum.vol28.iss2.art4

Putrijanti, A., Leonard, L. T., & Utama, K. W. (2018). Peran PTUN dan AUPB Menuju Tata Kelola Pemerintahan yang Baik (Good Governance). Mimbar Hukum - Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, 30(2), 277. https://doi.org/10.22146/jmh.33056

Short, J. L. (2021). The politics of regulatory enforcement and compliance: Theorizing and operationalizing political influences. Regulation & Governance, 15(3), 653–685. https://doi.org/10.1111/rego.12291

Stenning, P. (2009). Governance and Accountability in a Plural Policing Environment--the Story so Far. Policing, 3(1), 22–33. https://doi.org/10.1093/police/pan080

Tumuhulawa, A., & Moonti, R. M. (2021). The Authority of Government Officials in Delegating and Mandating. Unnes Law Journal, 7(1). https://doi.org/https://doi.org/10.15294/ulj.v7i1.38778

Tyler, T. R., Goff, P. A., & MacCoun, R. J. (2015). The Impact of Psychological Science on Policing in the United States. Psychological Science in the Public Interest, 16(3), 75–109. https://doi.org/10.1177/1529100615617791

Williams, R. (2022). Rethinking Administrative Law for Algorithmic Decision Making. Oxford Journal of Legal Studies, 42(2), 468–494. https://doi.org/10.1093/ojls/gqab032

Zaelani, M. A., Handayani, I. G. K. A. R., & Isharyanto, I. (2019). Antinomi Diskresi dalam Bentuk Freies Ermssen untuk Penyelenggaraan Pemerintahan Berwawasan Pancasila. Jurnal Jurisprudence, 9(1), 64–80. https://doi.org/10.23917/jurisprudence.v9i1.8096

Zaenuddin, M., Kumorotomo, W., Saleh, S., & Hadna, A. H. (2017). Dualisme kelembagaan antara Pemerintah Kota dan Badan Pengusahaan Batam serta dampaknya terhadap kinerja perekonomian di Kota Batam. Journal of Business Administration, 1(2), 219–231. https://doi.org/10.30871/jaba.v1i2.613

Zaenuddin, M. (2025). How to Achieve the Integration From the Dualism of Institutional Conflicts? Lesson Learned From Batam, Indonesia. SAGE Open, 15(3), 1–14. https://doi.org/10.1177/21582440251365467

Zhao, B., Cheng, S., Schiff, K. J., & Kim, Y. (2023). Digital transparency and citizen participation: Evidence from the online crowdsourcing platform of the City of Sacramento. Government Information Quarterly, 40(4), 101868. https://doi.org/10.1016/j.giq.2023.101868

Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.

Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2007 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas.

Peraturan pemerintah dan/atau ketentuan lain yang mengatur kelembagaan dan kewenangan BP Batam

BP Batam. (2021, 17 Maret). Ditpam BP Batam terus lakukan program One Day One Target (rilis).

BP Batam. (2023, 11 April). Ditpam BP Batam giatkan program One Day One Target; keamanan hutan dan aset jadi prioritas (rilis).

BP Batam. (2026, 5 Februari). Ditpam BP Batam bersama TNI dan Polri tertibkan tambang pasir ilegal di KKOP Bandara (rilis).

BP Batam. (2024). Profile BP Batam-Direktorat Pengamanan Aset dan Kawasan (laman resmi). Diakses 3 Maret 2026.

Downloads

Published

2026-05-14

How to Cite

Haryas, M., Sakti, I., Maileni, D. A., & Riyanto, A. (2026). Analisis Kewenangan DITPAM BP Batam dalam Pengawasan dan Penindakan terhadap Pelanggaran Hukum di Wilayah Otorita Batam. Jurnal Manajemen Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 7(3), 2535–2544. https://doi.org/10.38035/jmpis.v7i3.8258