Analisis Implementasi Penilaian Kinerja Individu melalui KPI, Produktivitas, Kepuasan Pelanggan, dan Internalisasi Nilai Perusahaan di PT Cartenz Technology Indonesia

Authors

  • Zenal Arifin Universitas Krisnadwipayana, Bekasi, Indonesia
  • Veithzal Rivai Zainal IAEI, Jakarta, Indonesia
  • Azis Hakim Universitas Krisnadwipayana, Bekasi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jmpis.v7i2.6876

Keywords:

Manajemen Kinerja, Penilaian Kinerja Individu, Studi Kasus, Kepuasan Pelanggan, Produktivitas, Penilaian 360 Derajat, Nilai Organisasi, Layanan Software Pemerintahan

Abstract

Penelitian ini membahas bagaimana sistem penilaian kinerja individu dijalankan di PT Cartenz Technology Indonesia, sebuah perusahaan yang fokus pada layanan software untuk instansi pemerintah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model studi kasus tunggal. Data utamanya dikumpulkan lewat wawancara semi-terstruktur dengan 14 orang informan, mulai dari manajemen puncak, HRD, para penilai (appraiser), sampai karyawan yang dinilai (appraisee). Untuk melengkapi cerita dari wawancara, juga dilakukan telaah dokumen internal yang biasa dipakai dalam penilaian, seperti pedoman penilaian, rekap hasil, dashboard produktivitas, hasil survei kepuasan pelanggan, sampai pedoman nilai perusahaan. Dari temuan yang ada, sistem penilaian di perusahaan ini dibangun di atas empat pilar: KPI, produktivitas, kepuasan pelanggan, dan internalisasi nilai PRESISI. Pilar KPI terlihat cukup kuat karena indikatornya jelas dan sudah dibiasakan untuk ditinjau secara berkala, sehingga banyak pihak merasa arah kerjanya lebih mudah diikuti. Produktivitas juga berusaha dibuat objektif lewat sistem digital yang mencatat pekerjaan, meskipun di lapangan praktiknya tidak selalu mulus, terutama saat beban kerja sedang tinggi dan tim lebih fokus menyelesaikan masalah dibanding mengisi catatan aktivitas. Kepuasan pelanggan ditempatkan sebagai hal yang sangat strategis, tetapi penilaiannya tidak bisa dilepas dari kondisi di sisi klien, misalnya tingkat literasi digital, dukungan pimpinan daerah, kesiapan infrastruktur dan keamanan, sampai perubahan regulasi. Karena itu, penilaian di pilar ini perlu mempertimbangkan situasi proyek agar tidak menimbulkan kesan “tidak adil”. Sementara itu, pilar PRESISI menggunakan penilaian 360° untuk melihat apakah perilaku kerja karyawan sudah sejalan dengan Code of Conduct. Namun, sebagian karyawan masih merasa butuh contoh yang lebih konkret dan indikator yang lebih membumi supaya nilai seperti “efisien” dan “sigap” tidak terdengar bagus di konsep saja, tetapi jelas maksudnya dalam kondisi kerja yang nyata. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa penerimaan terhadap sistem penilaian banyak dipengaruhi oleh tiga hal: standar yang jelas, penilaian yang mempertimbangkan kondisi kerja, dan umpan balik yang benar-benar membantu. Dari situ, rekomendasi yang diajukan antara lain memperjelas klasifikasi pekerjaan planned vs unplanned untuk pilar produktivitas, menormalkan pengaruh konteks pada pilar kepuasan pelanggan, dan memperkuat penilaian PRESISI lewat panduan penilaian perilaku yang lebih operasional serta bank contoh kasus.

References

Aguinis, H. (2019). Performance Management for Dummies. Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.

Armstrong, M. (2021). Armstrong’s Handbook of Performance Management: Evidence-Based Practice for Effective Performance. 7th ed. London: Kogan Page.

Creswell, J. W. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. 5th ed. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Dessler, G. (2020). Human Resource Management. 16th ed. Upper Saddle River, NJ: Pearson Education.

Kaplan, R. S., & Norton, D. P. (1996). The Balanced Scorecard: Translating Strategy into Action. Boston, MA: Harvard Business School Press.

Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management. 15th ed. Harlow: Pearson Education Limited.

Locke, E. A., & Latham, G. P. (2002). Building a Practically Useful Theory of Goal Setting and Task Motivation: A 35-Year Odyssey. American Psychologist, 57(9), 705–717. https://doi.org/10.1037/0003-066X.57.9.705

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. 2nd ed. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Moleong, L. J. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2017). Organizational Behavior. 17th ed. Boston, MA: Pearson Education.

Schein, E. H. (2010). Organizational Culture and Leadership. 4th ed. San Francisco, CA: Jossey-Bass.

Sink, D. S., & Tuttle, T. C. (1989). Planning and Measurement in Your Organization of the Future. Norcross, GA: Industrial Engineering and Management Press.

Wibowo. (2020). Manajemen Kinerja: Edisi Kelima. Jakarta: Rajawali Pers.

Rahmawati, D., & Nugroho, A. (2021). Pengaruh Kepuasan Pelanggan terhadap Kinerja Unit Layanan Publik Berbasis Teknologi. Jurnal Manajemen dan Kebijakan Publik, 8(2), 45–59.

Sitorus, M. (2022). Penilaian Kinerja Berbasis Nilai Organisasi dan Dampaknya terhadap Komitmen Karyawan. Jurnal Ilmu Administrasi dan Bisnis, 10(1), 77–89.

Veithzal Rivai Zainal (2024). Manajemen Strategi Era Global Dalam Perspektif Islam. Indomedia Pustaka.

Veithzal Rivai Zainal & Ahmad Fawzi Mohd. Basri. Performance Appraisal: Sistem yang Tepat untuk Menilai Kinerja Karyawan dan Meningkatkan Daya Saing Perusahaan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 2005.

Downloads

Published

2026-03-24

How to Cite

Arifin, Z., Zainal, V. R., & Hakim, A. (2026). Analisis Implementasi Penilaian Kinerja Individu melalui KPI, Produktivitas, Kepuasan Pelanggan, dan Internalisasi Nilai Perusahaan di PT Cartenz Technology Indonesia. Jurnal Manajemen Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 7(2), 1975–1993. https://doi.org/10.38035/jmpis.v7i2.6876

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>