Manajemen Gerakan Literasi untuk Meningkatkan Berpikir Kritis dan Empati Siswa

Authors

  • Sopian Trenggana Universitas Islam Nusantara, Bandung, Indonesia
  • Waska Warta Universitas Islam Nusantara, Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jmpis.v6i5.5814

Keywords:

Manajemen Literasi, Berpikir Kritis, Empati, Gerakan Literasi Sekolah, Sekolah Menengah Atas

Abstract

Penelitian ini mengkaji manajemen gerakan literasi sekolah (GLS) di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sebagai strategi penguatan keterampilan berpikir kritis dan empati peserta didik dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian dilakukan di dua SMA negeri di Kota Bandung yang telah mengimplementasikan GLS secara terstruktur dan partisipatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, serta dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen GLS mencakup lima fungsi utama: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, evaluasi, dan pengawasan. Perencanaan disusun berbasis kebutuhan siswa dan melibatkan kepala sekolah, guru, serta siswa dalam penyusunan strategi literasi yang relevan. Pengorganisasian ditandai dengan struktur tim yang kolaboratif, distribusi peran yang jelas, dan integrasi literasi dalam kurikulum. Implementasi GLS mencakup kegiatan literasi konvensional dan digital yang membentuk kemampuan berpikir kritis dan memperkuat empati siswa. Evaluasi dilakukan secara rutin melalui jurnal refleksi, forum masukan, dan survei, sementara pengawasan dilakukan oleh tim literasi secara berkala dan berbasis data digital. Seluruh proses manajerial ini mencerminkan pendekatan literasi yang holistik dan berorientasi pengembangan karakter, sesuai dengan prinsip manajemen berbasis sekolah. Tantangan dalam pelaksanaan seperti keterbatasan waktu, teknis, dan koordinasi diatasi melalui kolaborasi tim, pemanfaatan teknologi, serta dukungan dari komunitas literasi dan mitra eksternal. Temuan ini menegaskan bahwa manajemen GLS yang terencana, partisipatif, dan kontekstual merupakan model efektif untuk membentuk ekosistem literasi yang kritis, empatik, dan berkelanjutan di sekolah menengah.

References

Adrias, & Ruswandi, A. (2025). Desain Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Mix Method. Rajawali Pers.

Ahmad, D., Latif, I., Arafah, B., & Suryadi, R. (2024). Defining the role of artificial intelligence in improving English writing skills among Indonesian students. Journal of Language Teaching and Research, 15(2), 568–578.

Creswell, J. W., & Clark, V. L. P. (2017). Designing and conducting mixed methods research. Sage publications.

Danaher, M., Wu, J., & Hewson, M. (2021). Sustainability: A regional Australian experience of educating secondary geography teachers. Education Sciences, 11(3), 126.

Fadel, C., & Trilling, B. (2012). Twentyfirst Century Skills and Competencies. In Encyclopedia of the sciences of learning (pp. 3353–3356). Springer.

Hallinger, P., & Heck, R. H. (2010). Leadership for learning: Does collaborative leadership make a difference in school improvement? Educational Management Administration & Leadership, 38(6), 654–678.

Heck, R. H., & Hallinger, P. (2010). Collaborative leadership effects on school improvement: Integrating unidirectional-and reciprocal-effects models. The Elementary School Journal, 111(2), 226–252.

Isnaeni, N., Apriliani, D., & Habibi, B. (2024). Evaluasi Program Literasi Sekolah Menggunakan Model Context Input Process dan Product (CIPP) pada SMA. Journal of Education Research, 5(3), 3245–3252.

Lastiningsih, N., Riyanto, Y., Mutohir, T., Karwanto, D., Mudjito, D., & Hartono, S. (2019). Design of Management on School Literacy Program: A Perspective from Indonesian Schools. Universal Journal of Educational Research, 7, 2765–2772. https://doi.org/10.13189/ujer.2019.071226

Lazou, C., & Tsinakos, A. (2023). Critical immersive-triggered literacy as a key component for inclusive digital education. Education Sciences, 13(7), 696.

Liao, C.-W., Chen, H.-W., Chen, B.-S., Wang, I.-C., Ho, W.-S., & Huang, W.-L. (2025). Exploring the Application of Text-to-Image Generation Technology in Art Education at Vocational Senior High Schools in Taiwan. Information, 16(5), 341.

Lincoln, Y., & Guba, B. (1985). Naturalistic inquiry. Beverly Hills: Sage Pulications. Inc.

Marmoah, S., Poerwanti, J. I. S. P., & Suharno. (2022). Literacy Culture Management of Elementary School in Indonesia. Heliyon, 8, e09315. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2022.e09315

Marmoah, S., Poerwanti, J. I. S., & Suharno, S. (2023). The Principal Management in Digital Literacy Empowerment of Elementary School Teachers. Revista Romaneasca Pentru Educatie Multidimensionala, 15(1), 143–158.

Medranda-Morales, N., Palacios Mieles, V. D., & Villalba Guevara, M. (2023). Reading comprehension: An essential process for the development of critical thinking. Education Sciences, 13(11), 1068.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (Third edit). SAGE Publications Inc.

Palma-Luengo, M., Martin, N. L.-S., & Ossa-Cornejo, C. (2025). Emotional Intelligence and Critical Thinking: Relevant Factors for Training Future Teachers in a Chilean Pedagogy Program. Journal of Intelligence, 13(2), 17.

Prasetia, I., & Adlan, M. (2022). Management of the Literacy Movement Program (LMP) to Improve Reading Culture in Elementary Schools. Journal of Innovation in Educational and Cultural Research, 3(3), 316–322.

Rusdyaningtyas, E. T., & Hanum, F. (2019). The Role of Principals in Children’s Literacy Culture for Elementary School. SEWORD FRESSH 2019: Proceedings of the 1st Seminar and Workshop on Research Design, for Education, Social Science, Arts, and Humanities, SEWORD FRESSH 2019, April 27 2019, Surakarta, Central Java, Indonesia, 45.

Saba, U. U. (2024). Peran Literasi Sains dalam Mempersiapkan Siswa Menghadapi Tantangan Industri 4.0. JSE Journal Sains and Education, 2(02), 47–53.

Shenton, A. K. (2004). Strategies for ensuring trustworthiness in qualitative research projects. Education for Information, 22(2), 63–75.

Siregar, R. S. (2025). Evaluation of the Implementation of the Reading Literacy Program at SD Negeri 100190 Tarutung Bolak. Journal of Indonesian Primary School, 2(1), 240–250.

Srisuk, P., Prastyo, D., & Tanod, M. J. (2024). Penerapan Model Story-Based Learning untuk Meningkatkan Literasi Multidimensional dan Keterlibatan Emosional Siswa Sekolah Dasar. Bima Journal of Elementary Education, 2(2), 69–77.

Yanti, M., & Yusnaini, Y. (2018). the Narration of Digital Literacy Movement in Indonesia. Informasi, 48(2), 243–255. https://doi.org/10.21831/informasi.v48i2.21148

Yin, R. K. (2017). Case study research and applications. SAGE Publications US.

Yusnidar, Y., Epinur, E., & Nadila, N. A. (2023). Analysis of student responses to student worksheets based on project based learning models. Integrated Science Education Journal, 4(3), 111–116.

Downloads

Published

2025-09-12

How to Cite

Trenggana, S., & Warta, W. (2025). Manajemen Gerakan Literasi untuk Meningkatkan Berpikir Kritis dan Empati Siswa. Jurnal Manajemen Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 6(5), 4212–4221. https://doi.org/10.38035/jmpis.v6i5.5814