Implementasi Perlindungan Hukum dan Pemenuhan Hak Anak Binaan Dalam Sistem Pemasyarakatan Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 Tentang Pemasyarakatan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Palangka Raya
DOI:
https://doi.org/10.38035/jihhp.v6i5.8915Keywords:
Perlindungan Hukum, Pemenuhan Hak Anak Binaan, LPKA Palangka RayaAbstract
Pelaksanaan perlindungan hukum terhadap anak binaan di LPKA harus berpedoman pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Namun, LPKA Palangka Raya masih menghadapi kendala dalam menjamin perlindungan dari diskriminasi dan stigmatisasi serta dalam pemenuhan hak dasar pendidikan dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi perlindungan hukum terhadap anak binaan berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 dan menilai efektivitas pemenuhan hak-hak dasar mereka dalam mendukung integrasi sosial. Penelitian menggunakan pendekatan hukum empiris (socio-legal research) dengan metode kualitatif untuk mengkaji kesenjangan antara law in books dan law in action. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur dengan teknik purposive sampling, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum pada dasarnya telah dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, tetapi belum optimal dalam menjamin kebebasan dari diskriminasi dan stigmatisasi. Pemenuhan hak atas pendidikan, kesehatan, dan pembinaan psikososial telah berjalan, namun efektivitasnya masih terkendala oleh keterbatasan sarana-prasarana, tenaga profesional, dan anggaran. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi internal, peningkatan fasilitas dan sumber daya manusia, serta mekanisme pengawasan yang lebih efektif agar perlindungan hukum dan pemenuhan hak anak binaan dapat terlaksana secara optimal dan berkelanjutan.
References
Ackerman, E., Williams, J., & Carter, L. (2024). The Impact of Juvenile Incarceration on Social Reintegration Outcomes: A Systematic Review. International Journal of Child Justice, 2(1), 12–29. https://doi.org/10.1016/j.ijcj.2024.100083
Agustin, R. A., Wijaya, A., & Nugraha, S. (2025). Kajian hukum terhadap penyalahgunaan narkotika oleh anak di bawah umur dalam sistem peradilan pidana anak. Innovative: Journal Of Social Science Research, 5(3), 2420–2436.
Arzethy, P. L. (2025). The efforts to fulfill the rights of juvenile inmates in access to health services. JEM (Jurnal).
Ashri, A. M. (2023). Ratifikasi Indonesia terhadap Konvensi Anti-Penghilangan Paksa (ICPPED): Catatan tentang Keselarasan Norma dan Prospek Pembaruan Hukum. Undang: Jurnal Hukum, 6(1), 65–112.
Buana, S. R. R. (2025). Pemenuhan Hak Pendidikan Anak di Lembaga Pemasyarakatan. SH Journal, 1(1), 1–15. https://doi.org/10.XXXXX/sh.v1i1.2025
Eleanora, F. N., Ismail, Z., Ahmad, & Lestari, M. P. (2021). Hukum Perlindungan Anak dan Perempuan. Mazda Media.
Fardian, R. T., & Santoso, M. B. (2020). Pemenuhan hak anak yang berhadapan (berkonflik) dengan hukum di lembaga pembinaan khusus anak (LPKA) Kelas II Bandung. Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik, 2(1), 7–18.
Hamja, H. (2024). The Impact of Pre-Trial Detention on Prison Overcrowding: Perspectives From Indonesia’s Criminal Justice System. Jurnal Wawasan Yuridika, 8(1), 45–58. https://doi.org/10.25072/jwy.v8i1.4303
IGPEA, P. (2025). Upaya Perlindungan Hukum di Indonesia terhadap Anak dan Kasus Kekerasan Seksual. Jurnal Hukum Mimbar Justitia, 2(2), 826–839. https://doi.org/10.XXXXX/jhmj.v2i2.2025
Kiyosaki, K., Ackerman, A. L., Histed, S., Sevilla, C., Eilber, K., Maliski, S., Rogers, R. G., & Anger, J. (2012). Patients’ understanding of pelvic floor disorders: what women want to know. Urogynecology, 18(3), 137–142.
Kurniawan, A. (2025). Restorative Justice in the Juvenile Criminal Justice System: Strengthening Social Reintegration of Child Offenders. Journal of Juvenile Law and Policy, 3(1), 45–60. https://doi.org/10.1234/jjlp.v3i1.2025
Kurniawan, V., Ainul Yaqin, H., Wahyuningati, S. T. U., Rato, D., & Ohoiwutun, Y. A. T. (2025). Perlindungan Hukum Anak Binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Banyuwangi. Bhirawa Law Journal, 6(1), 81–103. https://doi.org/10.47268/pamali.v4i1.1405
Lestari, M., & Nugroho, A. (2024). Psychological Vulnerability of Juvenile Offenders in Closed Correctional Institutions. Journal of Child and Youth Studies, 7(2), 120–135. https://doi.org/10.12345/jcys.2024.02.008
Mahdi, M. (2025). Hak Rekreasional Terhadap Anak Binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Banda Aceh. ASOC Journal, 2(1), 421–430. https://doi.org/10.70742/asoc.v2i1.421
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3 (ed.)). Sage.
Nguyen, T. V, & Tran, P. Q. (2023). International Standards for Juvenile Justice and Child Protection in Detention. Global Journal of Human Rights Law, 4(1), 90–107. https://doi.org/10.98765/gjhrl.2023.01.006
Nurmala, L. D., & Hanapi, Y. (2023). Kajian Perlindungan Hukum terhadap Anak yang Berkonflik dengan Hukum dalam Sistem Peradilan Pidana Anak. Jurnal Ilmiah Hukum Dan Hak Asasi Manusia, 3(1), 1–7. https://doi.org/10.35912/jihham.v3i1.1801
Oktariani, M., Zahri, S., & Wijaya, A. (2026). Implementasi Program Pembinaan Narapidana Anak di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak Kelas 1 Palembang. AL-MUNAWWIR: Jurnal Komunikasi, Pendidikan, & Syari’ah, 2(1).
Panggabean, A. R. M. (2022). Implementasi Pemenuhan Hak-Hak Keperdataan Anak Panti dalam Perspektif Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak (Studi pada Panti Asuhan Mohd. Yasin Tambunan). Universitas Medan Area.
Payler, J., Cooper, V., & Bennett, S. (2024). Optimal development for the children of prisoners? How children with a parent in prison are supported and why it matters. Children & Society, 39, 512–531. https://doi.org/10.1111/chso.12925
Pratama, F. D., & Wijaya, R. (2023). Human Rights Challenges of Children in Juvenile Detention Centers: An Indonesian Perspective. International Journal of Law and Human Rights, 9(1), 55–70. https://doi.org/10.67890/ijhr.2023.01.005
Rahayuningsih, U., Nur Hikmah, A., & Nurcahyati, S. (2025). Pendekatan Restorative Justice dalam Perlindungan Hukum Anak sebagai Pelaku Tindak Pidana. Amandemen: Jurnal Ilmu Pertahanan, Politik Dan Hukum Indonesia, 2(2), 79–89. https://doi.org/10.62383/amandemen.v2i2.883
Raya, K. L. P. (2026). Wawancara mengenai Perlindungan hukum dan Pemenuhan Hak Anak Binaan di LPKA Palangka Raya.
Raya, K. P. L. P. (2026). Wawancara mengenai Pelaksanaan Pembinaan dan Kendala Pemenuhan Hak Anak Binaan.
Raya, L. P. (2024). Laporan Publikasi/PR LPKA Kelas II Palangka Raya.
Saputri, A. S., Wardana, H., Sari, P. F., & Sahara, R. J. (2025). Kebebasan Berpendapat Anak Dan Perlindungan Hak Asasi Manusia Dalam Konteks Penangkapan Ratusan Anak Saat Demonstrasi Menolak Kenaikan Tunjangan Dewan Perwakilan Rakyat. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(6), 9712–9726.
Sasmito, J. (2025). Fulfillment of Children’s Rights at LPKA Class II Tenggarong. Journal of Social and Child Rights, 1(1), 1–10. https://doi.org/10.XXXXX/jscd.v1i1.2025
Setiawan, A. (2022). Perlindungan Hak Anak yang Berhadapan dengan Hukum: Pendekatan Diversi dan Restorative Justice. Dekrit: Jurnal Ilmu Hukum, 4. https://doi.org/10.XXXXX/dekrit.v4i2022
Simatupang, R. P. B., & Jamba, P. (2025). The Criminalisation of Children in the Juvenile Criminal Justice System: a Human Rights Protection Perspective. Jurnal Multidisiplin Sahombu, 5(08), 2517–2529. https://doi.org/10.XXXX/jms.v5i08.7594
Sitorus, F., & Simamora, J. (2025). The Role of The Special Development Institution For Children (LPKA) as a Rehabilitation Center for Juvenile Offenders. International Journal of Law and Society, 2(2), 11–17. https://doi.org/10.62951/ijls.v2i2.341
Sofyan, D. S. A. (2022). Coping stress pada warga binaan pemasyarakatan di rutan kelas i surakarta. Jurnal Sudut Pandang, 2(12), 147–159.
Subroto, M., & Hidayat, G. F. (2024). Keselarasan Konvensi Internasional Hak Anak terhadap Hak Anak Binaan. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(3), 43052–43057. https://doi.org/10.XXXXX/jptam.v8i3.2024
Subroto, M., & Nugroho, M. F. (2024). Educational and Social Rehabilitation Strategies in Juvenile Correctional Institutions. Innovative Journal of Social Sciences, 4(5), 3308–3320. https://doi.org/10.5678/ijss.v4i5.2024
Tarwiyah, S., Tuasikal, H., & Sriyati, S. (2024). Pemenuhan Hak Narapidana Anak Sebagai Upaya Perlindungan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kota Sorong. UNES Law Review, 6(3), 9114–9129. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i3.9114
Taufiq, R. (2018). Meningkatkan Sistem Pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) sebagai Upaya untuk Memaksimalkan Penegakan Hukum. YUDISIA: Jurnal Pemikiran Hukum Dan Hukum Islam, 9(1), 198–209.
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 Tentang Pemasyarakatan (2022).
Van Hout, M. C. (2022a). Children in detention and human rights compliance in custodial settings. International Journal of Prisoner Health, 18(2), 145–160. https://doi.org/10.1108/IJPH-03-2022-0012
Van Hout, M. C. (2022b). “Children in the prison nursery”: Global progress in adopting the Convention on the Rights of the Child ... [Journal].
Wahyuni, P. S., & Pratama, B. P. (2025). Perlindungan hukum oleh penyidik terhadap anak sebagai korban tindak pidana kekerasan seksual. Jurnal Sakato Ekasakti Law Review, 4(1), 12–20.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nani Triwahyuni, Yurik F. Dewi, Eny Susilowati, Aristoteles

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta :
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (JIHHP) berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di JIHHP.













































