Penerapan Filosofi Cinta Erich Fromm: Mengatasi Human Trafficking di Nusa Tenggara Timur

Authors

  • France Longginus Goo Universitas Katolik Widya Mandira, Kupang, Indonesia
  • Oktovianus Kosat Universitas Katolik Widya Mandira, Kupang, Indonesia
  • Dominikus Saku Universitas Katolik Widya Mandira, Kupang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jihhp.v4i5.2202

Keywords:

Filosofi Cinta , NTT, Human Trafficking, Eksploitasi, Kemanusiaan

Abstract

Dalam karyanya, Erich Fromm memandang cinta sebagai sebuah seni yang membutuhkan tindakan aktif dan produktif, berdasarkan entitas manusia sebagai subjek. Cinta melibatkan perhatian, penghargaan, tanggung jawab, dan rasa hormat terhadap orang lain. Konsep ini akan diterapkan pada analisis perdagangan manusia di Nusa Tenggara Timur (NTT). Tujuan dari tulisan ini ada dua: pertama, untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menghargai martabat manusia melalui cinta, dan kedua, untuk mengeksplorasi apakah filosofi cinta Erich Fromm dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengatasi human trafficking di NTT. Tulisan ini mengangkat pertanyaan apakah idealisme cinta Fromm dapat diterapkan secara praktis untuk mencegah human trafficking di NTT. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, dilakukan kajian literatur terhadap buku-buku dan jurnal yang secara khusus membahas tentang cinta menurut Erich Fromm dan human trafficking di NTT. Studi ini menemukan bahwa konsep cinta Fromm masih relevan untuk diterapkam dalam mengatasi human trafficking di NTT yang dinilai telah merendahkan kemanusiaan.

References

Apriantika, S. G. (2021a). Erich Fromm. Jurnal Kajian Sosiologi, 13(1), 49. https://doi.org/10.1093/med:psych/9780198509813.003.0006

Apriantika, S. G. (2021b). Konsep. Jurnal Kajian Sosiologi, 13(1), 49.

Bolong, B. (2014). Kekerasan dan Misi Agama. Eureka, 3(1).

Daniel, E. S. R., Mulyana, N., & Wibhawa, B. (2017). Human Trafficking Di Nusa Tenggara Timur. Share?: Social Work Journal, 7(1), 21. https://doi.org/10.24198/share.v7i1.13808

Edwardus Iwantri, G. (2020). Manusia yang Dijadikan Komoditas: Fenomena Human Trafficking di Provinsi Nusa Tengggara Timur. Populasi, 28(1), 30. https://doi.org/10.22146/jp.59618

Faiz, F. (2019). Dunia Cinta Filosofis Kahlil Gibran. MJS Press.

Fauzan, A. (n.d.). Link: https://ibtimes.id/perbedaan-cara-mencintai-ala-erich-fromm-to-have-to-be/.

Fromm, E. (2018). Seni Mencintai (A. K. Sari (Trans.)). Basa Basi.

Fromm, E. (2020). Man for Himself (S. M. Nur (Trans.)). IRCiSoD.

Haryatno, Y. R. (2016, January). Human Trafficking Dan Tugas Negara.

https://voxntt.com/2018/07/31/ntt-nusa-terus-trafficking/31695/. (n.d.).

Kiling, I. Y., & Kiling-Bunga, B. N. (2019). Motif, Dampak Psikologis, Dan Dukungan Pada Korban Perdagangan Manusia Di Nusa Tenggara Timur. Jurnal Psikologi Ulayat, March, 83–101. https://doi.org/10.24854/jpu02019-218

Kuluantuan, A. L. (n.d.). 7 Daerah Belis Termahal di Provinsi NTT.

Ledot, I. (2015). TRUK-F DALAM NARASI HUMAN TRAFFICKING. 13, 1.

Riang, Y. (2016). Human Trafficking di NTT Versus Bencana Kemanusiaan. In VOX (1st ed., 61).

Schulzke, M. (2014). Evaluating Fromm’s Theory of Love and its Pedagogical Significance. Analytic Teaching and Philosophical, 34(2), 1–12.

Sulaeman, P. D. M. M. (2019). Kekerasan terhadap Perempuan Tinjauan dalam Bebrbagai Displin Ilmu dan Kasus Kekerasan. PT. Refika Aditama.

Downloads

Published

2024-07-05

How to Cite

France Longginus Goo, Oktovianus Kosat, & Dominikus Saku. (2024). Penerapan Filosofi Cinta Erich Fromm: Mengatasi Human Trafficking di Nusa Tenggara Timur. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora Dan Politik, 4(5), 1233–1243. https://doi.org/10.38035/jihhp.v4i5.2202