Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Customer Switching Behavior Dalam Jasa Layanan Logistik Halal

Authors

  • Alinda Shintami Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, Jakarta, Indonesia
  • Zaroni Zaroni Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, Jakarta, Indonesia
  • Dinar Dewi Kania Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, Jakarta, Indonesia
  • Rully Indrawan Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, Jakarta, Indonesia
  • Euis Saribanon Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jemsi.v7i3.7279

Keywords:

Logistik Halal, Switching Behavior, Push–Pull–Mooring, Regulasi, Religiusitas

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari unsur-unsur yang mempengaruhi perilaku perpindahan pelanggan juga dikenal sebagai perilaku perpindahan pelanggan dari layanan logistik konvensional ke layanan logistik halal di Indonesia. Fokus penelitian ini adalah mitra dan pelanggan PT XYZ, sebuah perusahaan logistik internasional yang menggunakan sistem logistik halal. Metode yang digunakan adalah kualitatif, dengan bantuan perangkat lunak MAXQDA 2024. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan sebelas responden, yang terdiri dari eksportir, importir, dan penyedia layanan logistik yang bekerja dengan logistik halal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peraturan pemerintah tentang kewajiban sertifikasi halal adalah pendorong utama perpindahan pelanggan. Khususnya, undang-undang Jaminan Produk Halal, yang memerlukan keterpaduan kehalalan sepanjang rantai pasok, termasuk aspek logistik, adalah faktor pendorong utama. Kehadiran fasilitas logistik halal yang berkualitas, seperti gudang segregasi halal-non halal, penyedia transportasi tersertifikasi, sistem jaminan produk halal (SJPH), dan keberadaan tim halal khusus dan manajer halal tersertifikasi, adalah faktor penggerak utama. Faktor penahan utama adalah persepsi bahwa layanan logistik halal "belum dibutuhkan" untuk seluruh lini produk, kurangnya pemahaman tentang manfaat logistik halal, dan pertimbangan ekonomis. Secara teoretis, penelitian ini memperluas penggunaan model Push–Pull–Mooring (PPM) dalam konteks logistik halal dengan mengintegrasikan Theory of Planned Behavior (TPB) dan dimensi religiusitas. Penelitian ini juga menempatkan regulasi pemerintah sebagai faktor pendorong utama dan religiusitas sebagai faktor yang berinteraksi dengan kedua dimensi tersebut. Secara praktis, hasil penelitian bermanfaat bagi pemerintah dan pelaku industri saat mereka membuat rencana untuk memperkuat ekosistem logistik halal yang berkelanjutan.

References

Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179–211. https://doi.org/10.1016/0749-5978(91)90020-T

Ajzen, I. (2020). Attitudes, personality and behavior (2nd ed.). McGraw-Hill Education.

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). (2023). Pedoman sistem jaminan produk halal (SJPH). Kementerian Agama Republik Indonesia.

Bansal, H. S., Taylor, S. F., & James, Y. S. (2005). “Migrating” to new service providers: Toward a unifying framework of consumers’ switching behaviors. Journal of the Academy of Marketing Science, 33(1), 96–115. https://doi.org/10.1177/0092070304267928

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage Publications.

Fischl, M., & Scherrer, C. (2020). Halal logistics and supply chain management: A conceptual framework. Journal of Islamic Marketing, 11(6), 1493–1510. https://doi.org/10.1108/JIMA-01-2019-0011

Glock, C. Y., & Stark, R. (1965). Religion and society in tension. Rand McNally.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2019 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Jaminan Produk Halal.

Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing management (15th ed.). Pearson Education.

Lai, J. Y., & Wang, J. H. (2015). Switching attitudes of Taiwanese middle-aged and elderly patients toward cloud healthcare services: An exploratory study. Technological Forecasting and Social Change, 92, 155–167. https://doi.org/10.1016/j.techfore.2014.10.004

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Ngah, A. H., Zainuddin, Y., & Thurasamy, R. (2017). Applying the push–pull–mooring framework to switching intention in logistics services. Transportation Research Part E: Logistics and Transportation Review, 98, 1–14. https://doi.org/10.1016/j.tre.2016.11.010

Omar, E. N., Jaafar, H. S., & Osman, M. R. (2018). Factors influencing halal logistics adoption among logistics service providers. Journal of Islamic Marketing, 9(2), 268–289. https://doi.org/10.1108/JIMA-05-2016-0041

Patton, M. Q. (2015). Qualitative research & evaluation methods (4th ed.). Sage Publications.

Rahman, M. A., Singhry, H. B., Hanafiah, M. H., & Abdul, M. (2017). Influence of perceived benefits and traceability system on the readiness to adopt halal logistics. Journal of Islamic Marketing, 8(3), 409–430. https://doi.org/10.1108/JIMA-03-2016-0023

Saldaña, J. (2016). The coding manual for qualitative researchers (3rd ed.). Sage Publications.

Tieman, M. (2011). The application of halal in supply chain management: In-depth interviews. Journal of Islamic Marketing, 2(2), 186–195. https://doi.org/10.1108/17590831111139893

Tieman, M. (2013). Halal logistics and supply chain management. CRC Press.

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Sage Publications

Downloads

Published

2026-01-16

How to Cite

Alinda Shintami, Zaroni Zaroni, Dinar Dewi Kania, Rully Indrawan, & Euis Saribanon. (2026). Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Customer Switching Behavior Dalam Jasa Layanan Logistik Halal . Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi, 7(3), 2114–2122. https://doi.org/10.38035/jemsi.v7i3.7279