Dari Transparency Menuju Trust: Menelusuri Dampak Teknologi Blockchain terhadap Kepercayaan Konsumen dalam Supply Chain Pangan
DOI:
https://doi.org/10.38035/jmpis.v7i2.7579Keywords:
Blockchain, Transparansi, Ketertelusuran, Kepercayaan Konsumen, Ketahanan PanganAbstract
Penelitian ini mengkaji pengaruh penggunaan teknologi blockchain terhadap kepercayaan konsumen dalam rantai pasok pangan di Indonesia, dengan mempertimbangkan peran keamanan produk pangan, risiko sosial, dan kepercayaan kepada pemangku kepentingan sebagai variabel mediasi. Menggunakan pendekatan kuantitatif dan analisis pemodelan persamaan struktural berbasis varians, hasil menunjukkan bahwa blockchain secara signifikan meningkatkan persepsi keamanan produk serta kepercayaan terhadap aktor dalam rantai pasok, namun tidak berpengaruh langsung terhadap persepsi risiko sosial. Temuan ini memperkaya pemahaman teoritis mengenai mekanisme mediasi dalam adopsi teknologi digital di sektor pangan dan menegaskan bahwa keberhasilan implementasi teknologi sangat bergantung pada integrasi aspek teknis dan sosial. Secara praktis, hasil penelitian memberikan arahan strategis bagi pemerintah dan pelaku industri dalam mengembangkan sistem pangan yang lebih transparan, aman, dan dapat dipercaya, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia.
References
Bager, S. L., Singh, C., & Persson, U. M. (2022). Blockchain is not a silver bullet for agro-food supply chain sustainability: Insights from a coffee case study. Current Research in Environmental Sustainability, 4, 100163. https://doi.org/10.1016/j.crsust.2022.100163
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Duong, A. T., Nguyen, T. T. H., Dao, T. T. H., & Nguyen, H. T. (2024). Blockchain-based food traceability and pro-environmental consumption. Sustainable Horizons, 12, 100234. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2666954424000231
Economist Impact. (2022). Global Food Security Index 2022: Indonesia country report. Economist Intelligence Unit. https://impact.economist.com/sustainability/project/food-security-index/
Food and Agriculture Organization of the United Nations. (2011). FAO in the 21st century: Ensuring food security in a changing world. FAO. https://www.fao.org/4/i2307e/i2307e.pdf
Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS. Universitas Diponegoro, Semarang.
Hair, J. F., Hult, G. T. M., Ringle, C. M., & Sarstedt, M. (2017). A primer on partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) (2nd ed.). SAGE Publications.
Indraprakoso, D. (2023). Eksplorasi potensi penggunaan blockchain dalam optimalisasi manajemen pelabuhan di Indonesia: Tinjauan literatur. Sanskara Manajemen dan Bisnis, 1(3), 140–160.
Joseph, F. H., Black, W. C., Babin, B. J., & Anderson, R. E. (2017). Multivariate data analysis (8th ed.). Cengage Learning.
Lam, T. K., Heales, J., Hartley, N., & Hodkinson, C. (2020). Consumer trust in food safety requires information transparency. Australasian Journal of Information Systems, 24, Article 2219. https://doi.org/10.3127/ajis.v24i0.2219
Pew Research Center. (2022). Mobile technology and home broadband 2021. https://www.pewresearch.org/internet/2021/06/03/mobile-technology-and-home-broadband-2021/
Purwandoko, P. B., Sutrisno, K. B., Sutrisno, & Sugiyanta. (2022). Functional requirements analysis and traceability information modeling in the rice supply chain. Jurnal Pangan, 31(1). https://doi.org/10.33964/jp.v31i1.557
Phamthi, A., Yamaguchi, S., & Kobayashi, R. (2024). The role of perceived risk and data transparency in the adoption of blockchain-based agri-food systems. Asia Pacific Journal of Marketing and Logistics, 36(1), 112–130.
Qu, X. (2021). Using blockchain to signal quality in the food supply chain: Consumers’ perception of traceability and trust. Food Control, 125, 107804. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0268401222000482
Rozaki, Z. (2021). Food security challenges and opportunities in Indonesia post COVID-19. In Advances in Food Security and Sustainability (Vol. 6, pp. 119–168). Elsevier.
Sekaran, U., & Bougie, R. (2016). Research methods for business: A skill building approach (7th ed.). Wiley.
Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2015). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan kombinasi (mixed methods). Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2022). Statistika untuk penelitian. Bandung: Alfabeta.
Susilo, R. F. N. (2023). Penggunaan artificial intelligence (AI) dalam membangun sistem pangan berkelanjutan di Indonesia. Jurnal Imagine, 3(2), 104–116.
Thakker, S. V., Rane, S. B., & Narwane, V. S. (2024). Implementation of blockchain: IoT-based integrated architecture in green supply chain. Modern Supply Chain Research and Applications, 6(2), 122–145. https://doi.org/10.1108/MSCRA-01-2023-0005
Wang, S., Yuan, C., Liu, Y., & Moon, H. (2024). The impact of blockchain food traceability system on consumers' affective brand commitment and premium price motivation. Asia Pacific Journal of Marketing and Logistics, 36(6), 1520–1537. https://doi.org/10.1108/APJML-07-2023-0631
Wijaya, D. A., & Darmawan, O. (2017). Blockchain: Dari Bitcoin untuk dunia. Jasakom.
Wu, J., Zhang, H., & Luo, Y. (2021). A model of consumer trust in food safety: Evidence from traceability platforms. Food Control, 123, 107804. https://doi.org/10.1016/j.foodcont.2020.107804
Yiannas, F. (2018). A new era of food transparency powered by blockchain. Innovations: Technology, Governance, Globalization, 12(1–2), 46–56. https://doi.org/10.1162/inov_a_00266
Yusriana, Y., & Jaya, R. (2022). Digitalisasi sistem traceability dan keberlanjutan agroindustri pangan: Telaah kritis literatur. Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 32(2), 146–155. https://doi.org/10.24961/j.tek.ind.pert.2022.32.2.146
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Syifa Salsabila, Agus Purnomo, Erna Mulyati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta :
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS) berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS).









































































