Analisis Kemampuan dan Kesediaan Membayar dalam Penetapan Tarif Transportasi Publik
DOI:
https://doi.org/10.38035/jimt.v7i4.7956Keywords:
Ability to Pay, Willingness to Pay, Public Service Obligation, Keterjangkauan Transportasi, Keadilan TransportasiAbstract
Penelitian ini menganalisis Ability to Pay dan Willingness to Pay masyarakat terhadap layanan kereta api perintis serta implikasinya terhadap reformasi kebijakan tarif berbasis Public Service Obligation. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei terhadap 428 responden. Estimasi Ability to Pay dilakukan dengan pendekatan travel budget, sedangkan Willingness to Pay diukur menggunakan stated preference. Hasil menunjukkan bahwa tarif eksisting masih berada di bawah tingkat kesediaan membayar rata-rata pada skenario kualitas minimal maupun maksimal. Namun, distribusi pendapatan responden didominasi kelompok menengah bawah sehingga menunjukkan heterogenitas kemampuan ekonomi yang signifikan. Analisis mengidentifikasi keberadaan captive riders dan choice riders dengan sensitivitas tarif yang berbeda. Temuan ini menegaskan bahwa kebijakan tarif berbasis rata-rata agregat berpotensi mengabaikan dimensi keadilan distributif. Reformasi subsidi berbasis keterjangkauan diperlukan untuk menjaga keberlanjutan fiskal sekaligus melindungi kelompok rentan.
References
Buehler, R., & Pucher, J. (2022). Cycling through the COVID-19 pandemic to a more sustainable transport future: Evidence from case studies of 14 large bicycle-friendly cities in Europe and North America. Sustainability, 14(12), 7293.
Farber, S., Bartholomew, K., Li, X., Paez, A., & Habib, K. M. N. (2014). Social equity in distance based transit fares.
Fearnley, N., Currie, G., Flügel, S., Gregersen, F. A., Killi, M., Toner, J., & Wardman, M. (2018). Competition and substitution between public transport modes. Research in Transportation Economics, 69, 51–58.
Gkiotsalitis, K., & Cats, O. (2021). Public transport planning adaption under the COVID-19 pandemic crisis: literature review of research needs and directions. Transport Reviews, 41(3), 374–392.
Litman, T. (2025). Evaluating transportation affordability. Victoria Transport Policy Institute.
Martens, K. (2016). Transport justice: Designing fair transportation systems. Routledge.
Pereira, R. H. M., Schwanen, T., & Banister, D. (2017). Distributive justice and equity in transportation. Transport Reviews, 37(2), 170–191.
Tirachini, A., Hurtubia, R., Dekker, T., & Daziano, R. A. (2017). Estimation of crowding discomfort in public transport: Results from Santiago de Chile. Transportation Research Part A: Policy and Practice, 103, 311–326.
Tiznado-Aitken, I., Muñoz, J. C., & Hurtubia, R. (2021). Who gains in a distance-based public transport fare scheme? Accessibility, urban form, and equity implications in Santiago, Chile. In Urban Form and Accessibility (pp. 265–288). Elsevier.
Van Lierop, D., Badami, M. G., & El-Geneidy, A. M. (2018). What influences satisfaction and loyalty in public transport? A review of the literature. Transport Reviews, 38(1), 52–72.
Venter, C., Jennings, G., Hidalgo, D., & Valderrama Pineda, A. F. (2018). The equity impacts of bus rapid transit: A review of the evidence and implications for sustainable transport. International Journal of Sustainable Transportation, 12(2), 140–152.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Euis Saribanon, Indriyati Indriyati, Devi Marlita, Agus Nugroho, Heriyanto Wibowo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwaJurnal Ilmu Manajemen Terapan (JIMT) berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di Jurnal Ilmu Manajemen Terapan (JIMT).












































