Perumusan Mekanisme Hak Veto untuk Perlindungan Hak Konstitusional Masyarakat Hukum Adat dalam Proyek Strategis Nasional Sektor Pariwisata
DOI:
https://doi.org/10.38035/jihhp.v6i6.9600Keywords:
masyarakat hukum adat, hak veto, hak konstitusional, Proyek Strategis Nasional sektor pariwisata, perlindungan konstitusionalAbstract
Pariwisata telah menjadi salah satu instrumen strategis dalam pembangunan nasional Indonesia, sementara pengembangan Proyek Strategis Nasional sektor pariwisata berpotensi menimbulkan konflik konstitusional yang melibatkan masyarakat hukum adat dan wilayah adatnya. Meskipun kerangka konstitusional Indonesia telah mengakui masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya, kerangka hukum yang berlaku belum menyediakan mekanisme kelembagaan yang mampu mentransformasikan pengakuan tersebut menjadi perlindungan hukum yang efektif ketika kepentingan masyarakat hukum adat berhadapan dengan proyek pembangunan strategis. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelemahan konstitusional dan regulatif dalam perlindungan hak masyarakat hukum adat serta merumuskan mekanisme hak veto sebagai instrumen perlindungan konstitusional dalam pelaksanaan Proyek Strategis Nasional sektor pariwisata. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, konseptual, kasus, dan perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme partisipasi yang tersedia masih bersifat konsultatif dan prosedural pada umumnya serta belum memberikan konsekuensi hukum yang menentukan terhadap persetujuan masyarakat hukum adat dalam keputusan akhir pemerintah dan keberlanjutan suatu proyek. Penelitian ini merumuskan mekanisme hak veto yang bersifat proporsional, dengan batasan substantif dan prosedural serta jaminan kelembagaan dan pengawasan yudisial. Kebaruan penelitian ini terletak pada perumusan desain kelembagaan yang mentransformasikan pengakuan konstitusional masyarakat hukum adat menjadi mekanisme perlindungan hukum yang dapat ditegakkan dalam pengambilan keputusan pembangunan melalui kerangka ius constituendum.
References
Amnesty International Indonesia. (2023). Indonesia: Excessive use of force in Rempang highlights rights concerns. Amnesty International Indonesia.
ANTARA. (2022, Agustus 9). Uno open to inputs on Komodo National Park entry fee. Retrieved Juli 26, 2026, from en.antaranews.com: https://en.antaranews.com/news/243477/uno-open-to-inputs-on-komodo-national-park-entry-fee
Arnstein, S. R. (1969). A Ladder of Citizen Participation. Journal of the American Institute of Planners, 35(4), 216–224.
Azhara, M., & Mardhatillah, S. R. (2023). Partisipasi publik dalam penyusunan dokumen analisis dampak lingkungan pasca berlakunya Undang-Undang/Perppu Cipta Kerja. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 30(2), 256–276. https://doi.org/10.20885/iustum.vol30.iss2.art2
Badan Registrasi Wilayah Adat. (2025). Infografis status pengakuan wilayah adat di Indonesia (Edisi 9 Agustus 2025). BRWA.
Bankes, N. (2020). The duty to consult in Canada post-Haida Nation. Arctic Review on Law and Politics, 11, 256–279. https://doi.org/10.23865/arctic.v11.2568
CNN Indonesia. (2022, Agustus 1). Harga Tiket Masuk Pulau Komodo Resmi Naik Jadi Rp3,75 Juta Hari Ini. Retrieved July 26, 2026, from cnnindonesia.com: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20220801070128-92-828528/harga-tiket-masuk-pulau-komodo-resmi-naik-jadi-rp375-juta-hari-ini
Committee on Economic, Social and Cultural Rights. (1999). General Comment No. 12: The right to adequate food (Art. 11 of the Covenant), U.N. Doc. E/C.12/1999/5.
Diah, F. (2022, Agustus 1). Tolak Tarif Rp 3,75 Juta ke Komodo, Pelaku Wisata Labuan Bajo Mogok Sebulan. Retrieved Juli 26, 2026, from travel.detik.com: https://travel.detik.com/travel-news/d-6209231/tolak-tarif-rp-3-75-juta-ke-komodo-pelaku-wisata-labuan-bajo-mogok-sebulan
Doyle, C. (2020). The Philippines Indigenous Peoples Rights Act and ILO Convention 169 on tribal and indigenous peoples: Exploring synergies for rights realisation. The International Journal of Human Rights, 24 (2–3), 170–190. https://doi.org/10.1080/13642987.2019.1679120
Dworkin, R. (1977). Taking rights seriously. Harvard University Press.
Dworkin, R. (1984). Rights as trumps. In J. Waldron (Ed.), Theories of rights (pp. 153–167). Oxford University Press.
Food and Agriculture Organization of the United Nations. (2016). Free prior and informed consent: An indigenous peoples' right and a good practice for local communities (Manual for Project Practitioners). FAO.
Hernoko, A. Y. (2010). Hukum perjanjian: Asas proporsionalitas dalam kontrak komersial. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
International Labour Organization. (1989). Indigenous and Tribal Peoples Convention, 1989 (No. 169) (C169). International Labour Organization. https://www.ilo.org/dyn/normlex/en/f?p=NORMLEXPUB:12100:0::NO::P12100_ILO_CODE:C169
Josefsen, E., & Saglie, J. (2024). The Sámi Parliament in Norway: A “breaking in” perspective. The Polar Journal, 14(1), 109–128. https://doi.org/10.1080/2154896X.2024.2342122
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. (2023). Catatan pemantauan konflik Rempang Eco-City. Komnas HAM.
Lumbanrau, R. E. (2022, Juli 20). Tiket masuk Pulau Komodo dan Pulau Padar akan naik jadi Rp3,75 juta, tapi ke Pulau Rinca tetap sama. Retrieved July 26, 2026, from bbc.com: https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-62205929
Mahkamah Konstitusi. (2012). Putusan Mahkamah Konstitusi No. 35/PUU-X/2012.
Natalia, D. (2020, Mei 30). Lima destinasi wisata super prioritas Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, Likupang tetap prioritas. ANTARA Lampung. https://lampung.antaranews.com/berita/424032/lima-destinasi-wisata-super-toba-borobudur-mandalika-labuan-bajo-likupang-tetap-prioritas
Ng, D. (2022, Oktober 29). Beyond sun, sand and Bali: Indonesia touts 5 new ‘super priority’ destinations as tourism trends shift. Retrieved July 26, 2026, from channelnewasia.com: https://www.channelnewsasia.com/asia/indonesia-bali-tourism-five-super-priority-destinations-trends-shift-3109426
Nurhadi, M. (2022, Juli 8). Harga Tiket Labuan Bajo Rp3,75 Juta per Orang Diprotes, 13 Organisasi Gelar Penolakan. Retrieved July 26, 2026, from suara.com: https://www.suara.com/bisnis/2022/07/08/143212/harga-tiket-labuan-bajo-rp375-juta-per-orang-panen-protes-13-organisasi-gelar-penolakan
Ombudsman Republik Indonesia. (2023). Laporan pengawasan penyelenggaraan pelayanan publik terkait Proyek Strategis Nasional Rempang Eco-City. Ombudsman Republik Indonesia.
Pahlevi, M. R. (2024). Human rights violations in the development of the super priority tourism destination Labuan Bajo. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 11(1), 26–48.
Pemerintah Republik Indonesia. (2020). Peraturan Presiden Republik Indonesai Nomor 18 Tahun 2020 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024.
Pramesti, A. W., & Prayoga, P. E. (2025). Human rights impunity in the implementation of the Rempang Eco City National Strategic Project policy. Journal of Constitutional and Governance Studies, 1(2), 227–237. https://doi.org/10.20885/JCGS.vol1.iss2.art6
Putra, A. (2024). Pengabaian prinsip partisipasi masyarakat dalam Undang-Undang Cipta Kerja. Jurnal Yudisial, 17(1), 81–105. https://doi.org/10.29123/jy.v17i1.613
Putra, A., & Oktaviana, D. (2025). Quo vadis environmental participation rights: A review of Indonesian Constitutional Court’s decision. Jurnal Konstitusi, 22(2), 229–259. https://doi.org/10.31078/jk2222
Ravna, Ø. (2020). The duty to consult the Sámi in Norwegian law. Arctic Review on Law and Politics, 11, 233–255. https://doi.org/10.23865/arctic.v11.2582
Republic of the Philippines. (1997). Republic Act No. 8371: Indigenous Peoples' Rights Act of 1997. Official Gazette.
Republik Indonesia. (1960). Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.
Republik Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.
Republik Indonesia. (2004). Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.
Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan
Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
Republik Indonesia. (2020). Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.
Republik Indonesia. (2020). Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.
Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang.
Ristiawan, R., Huijbens, E., & Peters, K. (2023). Projecting Development through Tourism: Patrimonial Governance in Indonesian Geoparks. Land, 12(1), 223. https://doi.org/10.3390/land12010223
Sibuea, H. Y. P. (2019). Aspek hukum pelaksanaan pengadaan tanah untuk pembangunan pada kawasan ekonomi khusus pariwisata. Negara Hukum, 10(2), 191–210.
Sidik, H. (2024, Juli 2024). New govt advised to continue developing super-priority destinations. Retrieved July 26, 2026, from en.antaranews.com: https://en.antaranews.com/news/319368/new-govt-advised-to-continue-developing-super-priority-destinations
Situmorang, T. P., Bengkel, B., Triyono, T., Ritonga, A. D., & Batubara, P. E. O. (2026). The impact of sustainable indigenous tourism on indigenous rights and community well-being moderated by empowering communities in Lake Toba, Indonesia. Frontiers in Human Dynamics, 8, 1811417. https://doi.org/10.3389/fhumd.2026.1811417
Syafera, A. (2024). Pengembangan DSP Labuan Bajo: Sebuah Quantum Leap. Jurnal Nasional Pariwisata, 14(1). https://doi.org/10.22146/jnp.92634
Tsilhqot’in Nation v. British Columbia, 2014 SCC 44 (Supreme Court of Canada).
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
United Nations Environment Programme, & United Nations World Tourism Organization. (2005). Making tourism more sustainable: A guide for policy makers. World Tourism Organization.
United Nations Human Rights Office of the High Commissioner. (2022, March 30). Indonesia: UN experts alarmed by reports of increased militarisation and intimidation around Mandalika project. https://www.ohchr.org
United Nations Human Rights Special Procedures. (2022). Joint allegation letter to the Government of Indonesia concerning the Mandalika tourism development project (AL IDN 1/2022). Office of the United Nations High Commissioner for Human Rights. https://spcommreports.ohchr.org
United Nations World Tourism Organization. (2020). International tourism highlights (2020 ed.). World Tourism Organization.
United Nations. (2007). United Nations Declaration on the Rights of Indigenous Peoples. https://www.un.org/development/desa/indigenouspeoples/wp-content/uploads/sites/19/2018/11/UNDRIP_E_web.pdf
Weiss, E. B. (1989). In fairness to future generations: International law, common patrimony, and intergenerational equity. United Nations University.
World Bank. (2023). Indigenous peoples. https://www.worldbank.org/en/topic/indigenouspeoples
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Samir Sayyar, Akhmad Syahwan, Muhammad Ibnu Sultan Ataillah Rahman, Muthia Ali, Felisha Azzahra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta :
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (JIHHP) berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di JIHHP.












































