Perumusan Mekanisme Hak Veto untuk Perlindungan Hak Konstitusional Masyarakat Hukum Adat dalam Proyek Strategis Nasional Sektor Pariwisata

Authors

  • Muhammad Samir Sayyar Universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan, Indonesia
  • Akhmad Syahwan Universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan, Indonesia
  • Muhammad Ibnu Sultan Ataillah Rahman Universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan, Indonesia
  • Muthia Ali Universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan, Indonesia
  • Felisha Azzahra Universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jihhp.v6i6.9600

Keywords:

masyarakat hukum adat, hak veto, hak konstitusional, Proyek Strategis Nasional sektor pariwisata, perlindungan konstitusional

Abstract

Pariwisata telah menjadi salah satu instrumen strategis dalam pembangunan nasional Indonesia, sementara pengembangan Proyek Strategis Nasional sektor pariwisata berpotensi menimbulkan konflik konstitusional yang melibatkan masyarakat hukum adat dan wilayah adatnya. Meskipun kerangka konstitusional Indonesia telah mengakui masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya, kerangka hukum yang berlaku belum menyediakan mekanisme kelembagaan yang mampu mentransformasikan pengakuan tersebut menjadi perlindungan hukum yang efektif ketika kepentingan masyarakat hukum adat berhadapan dengan proyek pembangunan strategis. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelemahan konstitusional dan regulatif dalam perlindungan hak masyarakat hukum adat serta merumuskan mekanisme hak veto sebagai instrumen perlindungan konstitusional dalam pelaksanaan Proyek Strategis Nasional sektor pariwisata. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, konseptual, kasus, dan perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme partisipasi yang tersedia masih bersifat konsultatif dan prosedural pada umumnya serta belum memberikan konsekuensi hukum yang menentukan terhadap persetujuan masyarakat hukum adat dalam keputusan akhir pemerintah dan keberlanjutan suatu proyek. Penelitian ini merumuskan mekanisme hak veto yang bersifat proporsional, dengan batasan substantif dan prosedural serta jaminan kelembagaan dan pengawasan yudisial. Kebaruan penelitian ini terletak pada perumusan desain kelembagaan yang mentransformasikan pengakuan konstitusional masyarakat hukum adat menjadi mekanisme perlindungan hukum yang dapat ditegakkan dalam pengambilan keputusan pembangunan melalui kerangka ius constituendum.

References

Amnesty International Indonesia. (2023). Indonesia: Excessive use of force in Rempang highlights rights concerns. Amnesty International Indonesia.

ANTARA. (2022, Agustus 9). Uno open to inputs on Komodo National Park entry fee. Retrieved Juli 26, 2026, from en.antaranews.com: https://en.antaranews.com/news/243477/uno-open-to-inputs-on-komodo-national-park-entry-fee

Arnstein, S. R. (1969). A Ladder of Citizen Participation. Journal of the American Institute of Planners, 35(4), 216–224.

Azhara, M., & Mardhatillah, S. R. (2023). Partisipasi publik dalam penyusunan dokumen analisis dampak lingkungan pasca berlakunya Undang-Undang/Perppu Cipta Kerja. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 30(2), 256–276. https://doi.org/10.20885/iustum.vol30.iss2.art2

Badan Registrasi Wilayah Adat. (2025). Infografis status pengakuan wilayah adat di Indonesia (Edisi 9 Agustus 2025). BRWA.

Bankes, N. (2020). The duty to consult in Canada post-Haida Nation. Arctic Review on Law and Politics, 11, 256–279. https://doi.org/10.23865/arctic.v11.2568

CNN Indonesia. (2022, Agustus 1). Harga Tiket Masuk Pulau Komodo Resmi Naik Jadi Rp3,75 Juta Hari Ini. Retrieved July 26, 2026, from cnnindonesia.com: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20220801070128-92-828528/harga-tiket-masuk-pulau-komodo-resmi-naik-jadi-rp375-juta-hari-ini

Committee on Economic, Social and Cultural Rights. (1999). General Comment No. 12: The right to adequate food (Art. 11 of the Covenant), U.N. Doc. E/C.12/1999/5.

Diah, F. (2022, Agustus 1). Tolak Tarif Rp 3,75 Juta ke Komodo, Pelaku Wisata Labuan Bajo Mogok Sebulan. Retrieved Juli 26, 2026, from travel.detik.com: https://travel.detik.com/travel-news/d-6209231/tolak-tarif-rp-3-75-juta-ke-komodo-pelaku-wisata-labuan-bajo-mogok-sebulan

Doyle, C. (2020). The Philippines Indigenous Peoples Rights Act and ILO Convention 169 on tribal and indigenous peoples: Exploring synergies for rights realisation. The International Journal of Human Rights, 24 (2–3), 170–190. https://doi.org/10.1080/13642987.2019.1679120

Dworkin, R. (1977). Taking rights seriously. Harvard University Press.

Dworkin, R. (1984). Rights as trumps. In J. Waldron (Ed.), Theories of rights (pp. 153–167). Oxford University Press.

Food and Agriculture Organization of the United Nations. (2016). Free prior and informed consent: An indigenous peoples' right and a good practice for local communities (Manual for Project Practitioners). FAO.

Hernoko, A. Y. (2010). Hukum perjanjian: Asas proporsionalitas dalam kontrak komersial. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

International Labour Organization. (1989). Indigenous and Tribal Peoples Convention, 1989 (No. 169) (C169). International Labour Organization. https://www.ilo.org/dyn/normlex/en/f?p=NORMLEXPUB:12100:0::NO::P12100_ILO_CODE:C169

Josefsen, E., & Saglie, J. (2024). The Sámi Parliament in Norway: A “breaking in” perspective. The Polar Journal, 14(1), 109–128. https://doi.org/10.1080/2154896X.2024.2342122

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. (2023). Catatan pemantauan konflik Rempang Eco-City. Komnas HAM.

Lumbanrau, R. E. (2022, Juli 20). Tiket masuk Pulau Komodo dan Pulau Padar akan naik jadi Rp3,75 juta, tapi ke Pulau Rinca tetap sama. Retrieved July 26, 2026, from bbc.com: https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-62205929

Mahkamah Konstitusi. (2012). Putusan Mahkamah Konstitusi No. 35/PUU-X/2012.

Natalia, D. (2020, Mei 30). Lima destinasi wisata super prioritas Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, Likupang tetap prioritas. ANTARA Lampung. https://lampung.antaranews.com/berita/424032/lima-destinasi-wisata-super-toba-borobudur-mandalika-labuan-bajo-likupang-tetap-prioritas

Ng, D. (2022, Oktober 29). Beyond sun, sand and Bali: Indonesia touts 5 new ‘super priority’ destinations as tourism trends shift. Retrieved July 26, 2026, from channelnewasia.com: https://www.channelnewsasia.com/asia/indonesia-bali-tourism-five-super-priority-destinations-trends-shift-3109426

Nurhadi, M. (2022, Juli 8). Harga Tiket Labuan Bajo Rp3,75 Juta per Orang Diprotes, 13 Organisasi Gelar Penolakan. Retrieved July 26, 2026, from suara.com: https://www.suara.com/bisnis/2022/07/08/143212/harga-tiket-labuan-bajo-rp375-juta-per-orang-panen-protes-13-organisasi-gelar-penolakan

Ombudsman Republik Indonesia. (2023). Laporan pengawasan penyelenggaraan pelayanan publik terkait Proyek Strategis Nasional Rempang Eco-City. Ombudsman Republik Indonesia.

Pahlevi, M. R. (2024). Human rights violations in the development of the super priority tourism destination Labuan Bajo. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 11(1), 26–48.

Pemerintah Republik Indonesia. (2020). Peraturan Presiden Republik Indonesai Nomor 18 Tahun 2020 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024.

Pramesti, A. W., & Prayoga, P. E. (2025). Human rights impunity in the implementation of the Rempang Eco City National Strategic Project policy. Journal of Constitutional and Governance Studies, 1(2), 227–237. https://doi.org/10.20885/JCGS.vol1.iss2.art6

Putra, A. (2024). Pengabaian prinsip partisipasi masyarakat dalam Undang-Undang Cipta Kerja. Jurnal Yudisial, 17(1), 81–105. https://doi.org/10.29123/jy.v17i1.613

Putra, A., & Oktaviana, D. (2025). Quo vadis environmental participation rights: A review of Indonesian Constitutional Court’s decision. Jurnal Konstitusi, 22(2), 229–259. https://doi.org/10.31078/jk2222

Ravna, Ø. (2020). The duty to consult the Sámi in Norwegian law. Arctic Review on Law and Politics, 11, 233–255. https://doi.org/10.23865/arctic.v11.2582

Republic of the Philippines. (1997). Republic Act No. 8371: Indigenous Peoples' Rights Act of 1997. Official Gazette.

Republik Indonesia. (1960). Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.

Republik Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.

Republik Indonesia. (2004). Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.

Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan

Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Republik Indonesia. (2020). Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Republik Indonesia. (2020). Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang.

Ristiawan, R., Huijbens, E., & Peters, K. (2023). Projecting Development through Tourism: Patrimonial Governance in Indonesian Geoparks. Land, 12(1), 223. https://doi.org/10.3390/land12010223

Sibuea, H. Y. P. (2019). Aspek hukum pelaksanaan pengadaan tanah untuk pembangunan pada kawasan ekonomi khusus pariwisata. Negara Hukum, 10(2), 191–210.

Sidik, H. (2024, Juli 2024). New govt advised to continue developing super-priority destinations. Retrieved July 26, 2026, from en.antaranews.com: https://en.antaranews.com/news/319368/new-govt-advised-to-continue-developing-super-priority-destinations

Situmorang, T. P., Bengkel, B., Triyono, T., Ritonga, A. D., & Batubara, P. E. O. (2026). The impact of sustainable indigenous tourism on indigenous rights and community well-being moderated by empowering communities in Lake Toba, Indonesia. Frontiers in Human Dynamics, 8, 1811417. https://doi.org/10.3389/fhumd.2026.1811417

Syafera, A. (2024). Pengembangan DSP Labuan Bajo: Sebuah Quantum Leap. Jurnal Nasional Pariwisata, 14(1). https://doi.org/10.22146/jnp.92634

Tsilhqot’in Nation v. British Columbia, 2014 SCC 44 (Supreme Court of Canada).

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

United Nations Environment Programme, & United Nations World Tourism Organization. (2005). Making tourism more sustainable: A guide for policy makers. World Tourism Organization.

United Nations Human Rights Office of the High Commissioner. (2022, March 30). Indonesia: UN experts alarmed by reports of increased militarisation and intimidation around Mandalika project. https://www.ohchr.org

United Nations Human Rights Special Procedures. (2022). Joint allegation letter to the Government of Indonesia concerning the Mandalika tourism development project (AL IDN 1/2022). Office of the United Nations High Commissioner for Human Rights. https://spcommreports.ohchr.org

United Nations World Tourism Organization. (2020). International tourism highlights (2020 ed.). World Tourism Organization.

United Nations. (2007). United Nations Declaration on the Rights of Indigenous Peoples. https://www.un.org/development/desa/indigenouspeoples/wp-content/uploads/sites/19/2018/11/UNDRIP_E_web.pdf

Weiss, E. B. (1989). In fairness to future generations: International law, common patrimony, and intergenerational equity. United Nations University.

World Bank. (2023). Indigenous peoples. https://www.worldbank.org/en/topic/indigenouspeoples

Downloads

Published

2026-09-29

How to Cite

Sayyar, M. S., Syahwan, A., Ataillah Rahman, M. I. S., Ali, M., & Azzahra, F. (2026). Perumusan Mekanisme Hak Veto untuk Perlindungan Hak Konstitusional Masyarakat Hukum Adat dalam Proyek Strategis Nasional Sektor Pariwisata. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora Dan Politik, 6(6), 4810–4835. https://doi.org/10.38035/jihhp.v6i6.9600