Kewenangan Pemerintah Daerah dalam Penetapan Tanah Ulayat melalui Peraturan Daerah
DOI:
https://doi.org/10.38035/jihhp.v6i6.9571Keywords:
tanah ulayat, pemerintah daerah, masyarakat hukum adat, kewenangan, kepastian hukumAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis landasan konstitusional kewenangan pemerintah daerah dalam penetapan tanah ulayat melalui peraturan daerah, mengidentifikasi problematika hukum yang timbul, serta merumuskan model rekonstruksi kewenangan yang mampu mewujudkan kepastian hukum dan perlindungan terhadap masyarakat hukum adat. Penelitian menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Bahan hukum terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif menggunakan metode interpretasi gramatikal, sistematis, dan teleologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah daerah memiliki legitimasi konstitusional untuk mengakui keberadaan masyarakat hukum adat, tetapi belum memiliki atribusi kewenangan yang tegas untuk menetapkan tanah ulayat yang menimbulkan akibat hukum dalam sistem administrasi pertanahan nasional. Ketidakjelasan tersebut berpotensi menimbulkan tindakan yang melampaui kewenangan, tumpang tindih regulasi, serta lemahnya kepastian hukum bagi masyarakat hukum adat. Penelitian ini menawarkan model kewenangan kolaboratif (collaborative authority model) yang membedakan kewenangan pengakuan masyarakat hukum adat oleh pemerintah daerah dengan kewenangan penetapan tanah ulayat melalui mekanisme terpadu bersama pemerintah pusat. Model tersebut diharapkan mampu memperkuat harmonisasi regulasi, meningkatkan kepastian hukum, serta memperkuat perlindungan konstitusional terhadap hak-hak masyarakat hukum adat.
References
Abdullah, K. H., Bachri, S., Razak, A. A., & Ilyas, A. (2019). Land policy: Discretion and government administration liability. IOP Conference Series Earth and Environmental Science, 343(1), 12062–12062. https://doi.org/10.1088/1755-1315/343/1/012062
Fahmi, C., & Armia, M. S. (2022). Protecting Indigenous Collective Land Property in Indonesia under International Human Rights Norms. Journal of Southeast Asian Human Rights, 6(1), 1–1. https://doi.org/10.19184/jseahr.v6i1.30242
Febrina, R., Amin, R. M., Isril, & Ishak, I. (2021). Collaborative Governance in Recognizing Customary Law Communities And Customary Communal Land Rights in Kampar Regency. Journal of Governance and Public Policy, 8(2). https://doi.org/10.18196/jgpp.v8i2.11104
Inayah, N. N. (2012). Kewenangan pemerintah daerah dalam pengaturan hak ulayat di Sumetera Barat. https://repository.unair.ac.id/36669/
Jayuska, R., Handayani, I. G. A. K. R., Isharyanto, I., Marzuki, I., & Fawaid, A. (2025). The Ambiguous Authority of Provincial Governors in Customary Law Recognition: Regulatory Fragmentation in Indonesia’s Decentralization Era. Khazanah Hukum, 7(2), 276–294. https://doi.org/10.15575/kh.v7i2.46367
Karso, A. J. (2025). Natural resources governance and the vulnerability of indigenous communities in Indonesia. Frontiers in Political Science, 7. https://doi.org/10.3389/fpos.2025.1601480
Lakuteru, V. A. (2025). KEDUDUKAN HUKUM TANAH ULAYAT DALAM SISTEM HUKUM AGRARIA DAN HUKUM ADAT DI INDONESIA. Kertha Semaya Journal Ilmu Hukum, 13(11), 2590–2606. https://doi.org/10.24843/ks.2025.v13.i11.p13
Lubis, I., Siregar, T., Lubis, D. I. S., Adawiyah, R., & Lubis, A. H. (2025). Integrasi Hukum Adat dalam Sistem Hukum Agraria Nasional: Tantangan dan Solusi dalam Pengakuan Hak Ulayat. Tunas Agraria, 8(2), 143–158. https://doi.org/10.31292/jta.v8i2.401
Malik, M. Y., Muin, I., Suhra, A. A., & Zainuddin, Abd. H. (2025). Ketidaksesuaian Kebijakan Publik dan Undang-Undang Pokok Agraria Tahun 1960 dalam Pengelolaan Lahan. Indonesian Journal of Intellectual Publication, 6(1), 129–137. https://doi.org/10.51577/ijipublication.v6i1.925
Puri, W. P., Dewi, N. L. G. M. P., & Kartika, W. (2024). Transformation of Ulayat Land Administration: Collaborative Governance Perspective in West Sumatra. Jurnal Public Policy, 10(1), 26–26. https://doi.org/10.35308/jpp.v10i1.8543
Rahmat, D., NU, S. B., & Reviando, Y. (2024). Problems and Resolutions of Traditional Land Disputes in the Minangkabau Region. Journal of Law and Economics, 3(2), 64–70. https://doi.org/10.56347/jle.v3i2.219
Safitri, M. A. (2016). Dividing the Land: Legal Gaps in the Recognition of Customary Land in Indonesian Forest Areas. Kasarinlan, 30, 31–48. https://journals.upd.edu.ph/index.php/kasarinlan/article/download/5705/5114
Setiabudhi, D. O., Yunus, A., Irwansyah, I., & Rifky, A. L. M. (2023). The Role of Land Management Paradigm Towards Certainty and Justice. BESTUUR, 11, 43–43. https://doi.org/10.20961/bestuur.v11i1.71710
Swardhana, G. M., & Jenvitchuwong, S. (2023). The Participation within Indigenous Land management: Developments and Challenges of Indigenous Communities Protection. Journal of Human Rights Culture and Legal System, 3(2), 308–327. https://doi.org/10.53955/jhcls.v3i1.72
Triwahyuningsih, Waeno, M., & Nugraha, B. S. (2026). Decentralisation in Regional Governance Law: The Paradox and Non-Functionality of Indigenous Rights and Environmental Protection in Indonesia. Journal of Law Environmental and Justice, 3(3), 739–744. https://doi.org/10.62264/jlej.v3i3.211
Widiarto, A. E., Hassan, M. S., Rusli, M. H. M., & Setiawan, E. B. (2025). The authority relationship of Central and Local Governments in forming laws and regulations: between Indonesia and Malaysia. Jurnal Ilmiah Hukum LEGALITY, 33(1), 148–167. https://doi.org/10.22219/ljih.v33i1.36629
Widiatedja, I. G. N. P. (2021). Fragmented Approach to Spatial Management in Indonesia: When it Will Be Ended? Kertha Patrika, 43(2), 145–145. https://doi.org/10.24843/kp.2021.v43.i02.p03
Widiyoko, S., & Wiranto, A. P. (2024). The Strengthening Customary Land Rights: Promoting Agrarian Law Reform in Indonesia. Jurnal Akta, 11(2), 416–416. https://doi.org/10.30659/akta.v11i2.36816
Yarsina, N., Budianto, A., Marsiansyahd, & Arfianto, D. (2026). Ulayat Land Registration in Providing Legal Certainty through Certification Based on the Principle of Justice. Nusantara Journal of Law Studies, 5(1), 187–204. https://doi.org/10.66325/nusantaralaw.v5i1.121
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Hirmawanto Hirmawanto, Basri Mulyani, Asbur Hidayat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta :
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (JIHHP) berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di JIHHP.












































