Penyalahgunaan Media Sosial dan Tantangan Demokrasi: Urgensi Penguatan Literasi Digital
DOI:
https://doi.org/10.38035/jihhp.v6i4.8323Keywords:
Literasi digital, Hak Asasi manusia, Demokrasi, Teknologi informasiAbstract
Penyalahgunaan media sosial menjadi tantangan serius bagi kehidupan demokrasi di era digital. Penyebaran hoaks, ujaran kebencian, serta manipulasi opini publik melalui platform media sosial berpotensi mengganggu proses demokrasi, dan merusak kepercayaan publik terhadap lembaga politik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi berbagai tantangan literasi digital di era perkembangan teknologi informasi, mengidentifikasikan faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya literasi digital masyarakat dalam kehidupan demokrasi. Metodologi yang digunakan adalah tinjauan pustaka. Hasilnya menunjukkan bahwa perkembangan teknologi digital yang cepat, jika tidak diimbangi dengan kemampuan literasi digital masyarakat, dapat menyebabkan penyebaran hoaks dan informasi yang keliru. Rendahnya kemampuan literasi digital disebabkan oleh kurangnya minat untuk membaca, lemahnya kemampuan berpikir kritis, dan kurangnya pendidikan serta dukungan dari lingkungan sekitar. Situasi ini berdampak negatif pada kualitas demokrasi karena publik mudah dipengaruhi oleh informasi yang salah. Selain itu, rendahnya literasi digital juga berakibat pada meningkatnya pelanggaran hak asasi manusia di dunia digital, seperti ujaran kebencian dan penindasan secara daring. Oleh karena itu, perlu ada upaya untuk meningkatkan literasi digital melalui pendidikan, kebijakan, dan kampanye publik yang berlandaskan pada nilai etika serta hak asasi manusia. Implikasi temuan ini penting bagi masyarakat dalam menilai faktor apa yang dapat menyebabkan penyalahgunaan media sosial dalam konteks demokrasi dan Hak Asasi Manusia. Hasil menegaskan bahwa penting untuk meningkatkan kemampuan literasi digital masyarakat melalui edukasi yang berkelanjutan dan pendidikan. Hal ini agar masyarakat bisa menggunakan media sosial dengan cara yang kritis, bijaksana, dan bertanggung jawab. Selain itu, masyarakat juga diharapkan mampu menyaring informasi, mencegah penyebaran berita palsu, serta menghormati etika saat berkomunikasi di dunia digital.
References
Agma Raisha Asty. (2025). Hoaks dan Disinformasi di Media Sosial: Strategi Literasi Digital untuk Meningkatkan Kesadaran Publik. Jurnal Komunikasi Dan Media, 01(1), 30–36. https://jurnal.samudrailmu.com/index.php/jkomed
Andriani, A. D., Fitri, S. A., & Muchtar, K. (2024). Model Komunikasi Literasi Digital Dalam Mengatasi Ujaran Kebencian Di Media Sosial. Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 13(2), 439–464. https://doi.org/10.14710/interaksi.13.2.439-464
Aroyo, D. O., Putri, K. A., Shakira, S. P., & Lia, U. (2025). Peran Literasi Digital Dalam Menanggulangi Berita Hoaks : Media Digital, 01(01), 60–72.
Azzahra, K. N., Atletiko, K. S., Veetaraq, A., & Rakhmawati, N. A. (2024). ANALISIS KEPERCAYAAN PUBLIK TERHADAP PENYEBARAN BERITA PALSU DI.pdf. Etika Teknologi Informasi, 1(1), 1–7.
Baihaqi Al Kharis, Imaniar Purbasari, N. F. (2024). 3 1,2,3. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(5), 155–161.
Budiarti, F., Irhamdesetya, H., & Irawati, A. C. (2026). U rgensi Kesadaran Digital dalam Mewujudkan Ruang Aman melalui Literasi Digital dan Penerapan Proporsional Undang-Undang ITE. 7(1), 142–151.
Dhawia Qatrunada Muhsin. (n.d.). Rendahnya Literasi Digital Pemicu Keretakan Bangsa.
Dwi Rahmawati, F., Dwi Rahmawanti, F., & Iskandar, R. (2025). Complex : Jurnal Multidisiplin Ilmu Nasional Membangun Kesadaran Kemanusiaan di Era Digital: Tantangan Literasi Digital dan Implementasi. Jurnal Multidisiplin Ilmu Nasional, 2, 147–152. https://ejurnal.faaslibsmedia.com/index.php/complex/article/view/226
Fatih, I. Z. Al. (2024). Peran Media Sosial dalam Kampanye Politik di Indonesia Lima Tahun Terakhir: Antara Demokrasi dan Manipulasi Informasi. COMSERVA : Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 4(7), 2227–2237. https://doi.org/10.59141/comserva.v4i7.2611
Giroth, L. G. J., Purnomo, K. D. M., Dotulong, F., Mokoginta, D., & Pusung, P. H. (2024). Konsep, Urgensi dan Strategi Pembangunan Literasi Digital. Journal of Digital Literacy and Volunteering, 2(2), 83–90. https://doi.org/10.57119/litdig.v2i2.105
Indonesia-digital-report-2025-social-media-use-UxaiFz9uWU (1).pdf. (n.d.).
Isabella, I., Iriyani, A., & Puji Lestari, D. (2023). Literasi Digital sebagai Upaya Membangun Karakter Masyarakat Digital. Jurnal Pemerintahan Dan Politik, 8(3), 167–172. https://doi.org/10.36982/jpg.v8i3.3236
Jahriyah, V. F., Kusuma, M. T., Qonitazzakiyah, K., & Fathomi, M. A. (2016). Kebebasan Berekspresi Di Media Elektronik Dalam Perspektif Pasal 27 Ayat (3) Undang-Undang No. 19 Tahun 2016 Perubahan Atas Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Pelayanan Transaksi Elektronik (UU ITE). Sosio Yustisia: Jurnal Hukum Dan Perubahan Sosial, 1(19), 65–87.
Nisa, K. (2024). Peran Literasi di Era Digital Dalam Menghadapi Hoaks dan Disinformasi di Media Sosial. Impressive: Journal of Education, 2(1), 1–11. https://doi.org/10.61502/ijoe.v2i1.75
Putri, N. S., Saradeba, N., Rachman, I. F., & Siliwangi, U. (2024). Transformasi Melalui Literasi Digital : Peran Generasi. Jurnal Indopedia (Inovasi Pembelajaran Dan Pendidikan), 2(2), 348–356. https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/289%0Ahttps://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/download/289/196
Rifka Alkhilyatul Ma’rifat, I Made Suraharta, I. I. J. (2024). DAMPAK POSITIF DAN DAMPAK NEGATIF MEDIA SOSIAL DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS DIRI. 2(02), 306–312.
Riyadi1, S., Munip2, A., Junaidi3, A., Buaja4, T., Shaddiq5, S., Nining, & Andriani6. (2025). PENGARUH POSITIF DAN NEGATIF MEDIA SOSIAL TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL, PSIKOLOGIS, DAN PERILAKU REMAJA YANG TIDAK TERBIASA DENGAN TEKNOLOGI SOSIAL MEDIA DI INDONESIA. 6(0), 167–186.
Silvina Waroh, Amelia Putri, & Gusmaneli. (2025). Integrasi Nilai-Nilai Islam dalam Penguatan Literasi Digital pada Generasi Milenial. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(2), 323–332. https://doi.org/10.61104/alz.v3i2.1012
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R &Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R & D.Bandung:Alfabeta. In Bandung:Alfabeta.
Tanjung, A. Q., Suciptaningsih, O. A., & Asikin, N. (2024). Urgensi Etika Dalam Literasi Digital Di Era Globalisasi. WASIS : Jurnal Ilmiah Pendidikan, 5(1), 32–41. https://doi.org/10.24176/wasis.v5i1.11566
Tasbi, S. O., Manggas, D. N., Dhadho, W. V. D., Takaeb, E. L., & Marni, M. (2025). Tantangan Penggunaan Media Massa Dalam Kesehatan Masyarakat Di Era Digital. Triwikrama: Jurnal Multidisiplin Ilmu Sosial, 8(1), 11–20.
Trisna, N. F. I. E., & Batubara, A. K. (2025). Literasi Digital Masyarakat Pedesaan ( Studi di Desa Tanah Tinggi Kabupaten Batubara ). Jurnal Alwatzikhoebillah: Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora, 11(2), 455–465.
Tumanggor, T., & Sazali, H. (2025). Etika Regulasi dan Kebijakan Media Digital: Meningkatkan Kesadaran Publik di Era Informasi. Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika Dan Komunikasi, 6(3), 1657–1669. https://doi.org/10.63447/jimik.v6i3.1565
Zhinta Azzahra Tarmizi, P. (2024). Analisis Perlindungan Hak Asasi Manusia di Era Digital: Tantangan dan Solusi. Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik, 02(1), 458–466. https://jurnal.kopusindo.com/index.php/jkhkp
Zulfitriani, Rosmiantin, N. I. (2025). Journal of Education. Journal of Education, 1, 344–345. https://doi.org/10.1177/002205740305702212
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Thania Imelda Sevriandri, Sry Penty Situmeang, Naya Aisyah Septiayanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta :
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (JIHHP) berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di JIHHP.













































