Pengaruh Target Produksi dan Kinerja Pengendalian Kualitas terhadap Tingkat NG Produk di Fuji Seiki Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.38035/jemsi.v8i1.9865Keywords:
Target Produksi, Kinerja Pengendalian Kualitas, Tingkat NG ProdukAbstract
Tingkat kecacatan produk (Not Good/NG) yang tinggi dan fluktuatif menjadi persoalan berkelanjutan bagi PT Fuji Seiki Indonesia, pemasok komponen plastik presisi untuk industri otomotif yang bersertifikat IATF 16949:2016, dengan rerata NG rate 520,3 PPM dan rentang bulanan yang melebar dari 116,4 hingga 902,2 PPM sepanjang tahun berjalan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Target Produksi dan Kinerja Pengendalian Kualitas, baik secara parsial maupun simultan, terhadap Tingkat NG Produk. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-verifikatif pada studi kasus tunggal. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner Likert lima poin yang disebarkan secara daring kepada seluruh populasi sasaran (N=300) di Departemen Produksi, Quality Control, dan PPIC, dengan 193 responden valid digunakan dalam analisis setelah pembersihan data. Ketiga variabel, termasuk Tingkat NG Produk, diukur pada tingkat individu karyawan melalui instrumen persepsi yang sama, sedangkan data NG Detail Report aktual perusahaan digunakan sebagai pembanding deskriptif tingkat proses, bukan sebagai variabel terikat itu sendiri. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics 27. Hasil penelitian menunjukkan Target Produksi berasosiasi positif dan signifikan (β=0,482; p<0,001), sedangkan Kinerja Pengendalian Kualitas berasosiasi negatif dan signifikan (β=-0,315; p<0,001) dengan Tingkat NG Produk; kedua variabel juga berasosiasi signifikan secara simultan (F=51,359; p<0,001; Adjusted R²=0,344), dengan kekuatan asosiasi Target Produksi melampaui Kinerja Pengendalian Kualitas. Temuan ini mengindikasikan bahwa penekanan Tingkat NG Produk semata melalui penguatan quality control tidak akan efektif tanpa disertai pengendalian tekanan target produksi. Penelitian ini bersifat lintas-seksi sehingga temuan dimaknai sebagai asosiasi statistik, bukan hubungan sebab-akibat. Penelitian ini memberikan implikasi manajerial berupa penyelarasan target produksi dengan kapasitas riil lini produksi dan percepatan responsivitas tindakan korektif.
References
Basten, D., Müller, M., Ott, M., Pankratz, O., & Rosenkranz, C. (2021). Impact of time pressure on software quality: A laboratory experiment on a game-theoretical model. PLOS ONE, 16(1), e0245599. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0245599
Hashemian, S. M., & Triantis, K. (2023). Production pressure and its relationship to safety: A systematic review and future directions. Safety Science, 159, 106045. https://doi.org/10.1016/j.ssci.2022.106045
Herpradipto, R., Rosyidi, C. N., & Jauhari, W. A. (2025). A fuzzy programming model for aggregate production planning considering defect rate reduction and learning curve. Dalam Proceedings of the 7th Asia Pacific Conference on Manufacturing Systems and 6th International Manufacturing Engineering Conference (Lecture Notes in Mechanical Engineering). Springer. https://doi.org/10.1007/978-981-96-4353-0_25
Podsakoff, P. M., MacKenzie, S. B., Lee, J. Y., & Podsakoff, N. P. (2003). Common method biases in behavioral research: A critical review of the literature and recommended remedies. Journal of Applied Psychology, 88(5), 879–903. https://doi.org/10.1037/0021-9010.88.5.879
Realyvásquez-Vargas, A., García-Alcaraz, J. L., Arredondo-Soto, K. C., Hernández-Escobedo, G., & Báez-López, Y. A. (2023). Effects of mental workload on manufacturing systems employees: A mediation causal model. Work, 75(4), 1153–1167. https://doi.org/10.3233/WOR-220148
Deming, W. E. (1986). Out of the crisis. MIT Center for Advanced Engineering Study.
Dhafr, N., Ahmad, M., Burgess, B., & Canagassababady, S. (2006). Improvement of quality performance in manufacturing organizations by minimization of production defects. Robotics and Computer-Integrated Manufacturing, 22(5–6), 536–542. https://doi.org/10.1016/j.rcim.2005.11.003
Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 25 (Ed. 9). Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Green, S. B. (1991). How many subjects does it take to do a regression analysis? Multivariate Behavioral Research, 26(3), 499–510. https://doi.org/10.1207/s15327906mbr2603_7
Hahn, M., Lawson, R., & Lee, Y. G. (1992). The effects of time pressure and information load on decision quality. Psychology & Marketing, 9(5), 365–378. https://doi.org/10.1002/mar.4220090503
Hair, J. F., Black, W. C., Babin, B. J., & Anderson, R. E. (2019). Multivariate data analysis (8th ed.). Cengage Learning.
Juran, J. M., & Gryna, F. M. (1993). Quality planning and analysis: From product development through use (3rd ed.). McGraw-Hill.
Kolus, A., Wells, R., & Neumann, P. (2018). Production quality and human factors engineering: A systematic review and theoretical framework. Applied Ergonomics, 73, 55–89. https://doi.org/10.1016/j.apergo.2018.05.010
Latorella, K. A., & Prabhu, P. V. (2000). A review of human error in aviation maintenance and inspection. International Journal of Industrial Ergonomics, 26(2), 133–161. https://doi.org/10.1016/S0169-8141(99)00063-3
Memon, I. A., Jamali, Q. B., & Jamali, A. S. (2019). Defect reduction with the use of seven quality control tools for productivity improvement at an automobile company. Engineering, Technology & Applied Science Research, 9(2), 4044-4047. DOI:10.48084/etasr.2634
Montgomery, D. C. (2020). Introduction to statistical quality control (8th ed.). Wiley.
Park, S., Hartley, J. L., & Wilson, D. (2001). Quality management practices and their relationship to buyer’s supplier ratings: A study in the Korean automotive industry. Journal of Operations Management, 19(6), 695–712. https://doi.org/10.1016/S0272-6963(01)00065-1
Salomon, L. L., Ahmad, & Limanjaya, N. (2015). Strategi peningkatan mutu part bening menggunakan pendekatan metode Six Sigma (Studi kasus: Departemen Injection di PT KG). Jurnal Ilmiah Teknik Industri, 3(3), 156-165. https://doi.org/10.24912/jitiuntar.v3i3.467
Saptari, A., Leau, J. X., Ng, P. K., & Mohamad, E. (2014). Human error and production rate correlation in assembly process of electronics goods. Sekkei Kogaku, Shisutemu Bumon Koenkai Koen Ronbunshu, 2014(24). https://doi.org/10.1299/jsmedsd.2014.24._2309-1_
Skinner, W. (1969). Manufacturing—Missing link in corporate strategy. Harvard Business Review, 47(3), 136–145. https://hbr.org/1969/05/manufacturing-missing-link-in-corporate-strategy
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Ed. 2). Alfabeta.
Yadav, O. P., & Goel, P. S. (2008). Customer satisfaction driven quality improvement target planning for product development in the automotive industry. International Journal of Production Economics, 113(2), 997–1011. https://doi.org/10.1016/j.ijpe.2007.12.017
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fida Septiani, Intan Widuri Sakti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta :
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (JEMSI) berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (JEMSI).






































































