PERAN PROGRAM UPPKS TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT: KASUS DESA AMPELU MUDO, BATANG HARI

Main Article Content

Dewi Dewi
Zamzami Zamzami
Denny Denmar

Abstract

Se-Kabupaten Batang Hari terjadi ketidakkeseimbangan antara dana yang disalurkan kepada UPPKS yang meningkat setiap tahunnya dengan penurunan jumlah UPPKS dan anggotanya. Namun ini berbeda dengan UPPKS Melati desa Ampelu Mudo, Muaro Tembesi, yang menunjukkan perkembangan yang dinamis. Tulisan ini mendiskusikan profil, modal, jenis usaha, peran anggota kelompok UPPKS Melati di Desa Ampelu Mudo, Kecamatan Muara Tembesi, Jambi dalam meningkat pendapatan keluarga mereka. Tulisan ini merupakan kajian lapangan dimana data-data didapatkan melalui wawancara dan observasi yang kemudian dikuatkan oleh sumber-sumber pustaka yang relevan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sejak didirikannya pada 10 Januari 1999, UPPKS ini berhasil meningkatkan kesejahteraan anggotanya termasuk juga kelompok yang masyarakat yang berhubung erat dengannya. Hal ini dapat dilihat dari rerata keuntangan pada tahun 2020 sebesar 20.000.000 / bulan. Keuntungan ini mempengaruhi peningkatan pendapatan anggotanya yang berkisar antara 41% sampai 71% rerata perbulan pada 2020. Sementara peningkatan ekonomi keluarga secara total (gabungan pendapatan suami dan istri), naik dalam rentang angka rerata 2% sampai 87%. Selain itu, kesuksesan ini juga dapat dilihat dari kepercayaan beberapa lembaga-lembaga keuangan untuk meminjamkan dananya yang dari tahun ke tahun yang selalu meningkat.

Article Details

How to Cite
Dewi, D., Zamzami, Z., & Denmar, D. (2021). PERAN PROGRAM UPPKS TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT: KASUS DESA AMPELU MUDO, BATANG HARI. Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi, 2(6), 680-693. https://doi.org/10.31933/jemsi.v2i6.609
Section
Articles

References

Adi, Isbandi Rukminto. (2008). Intervensi Komunitas dan Pengembangan Masyarakat Sebagai Upaya Pemberdayaan Ma.ryarakat.Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Alfitri. (2011). Community Development; Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka
Arikunto, Suharsimi. (2007). Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Bungin, Burhan. (2005). Analisis Data Penelitian Kualitatif Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
Cambers, Robert. (1987). Pembangunan Desa, Mulai Dari Belakang. Jakarta: LP3ES.
Darrnalinda, Ketua Kelompok Maju Bersama, di JorongPadangsarai KecamatanLubuk. Sikaping, wawancara langsung.Daulay, Harmona. (2006). Pemberdayaan Perempuan: Studi Kasus Pedagang Jamu di Geding Johar Medan. Medan: Jurnal Harmoni Sosial.
Guhardja, Suprihatin, et al. (1993). Pengembangan Sumber Daya Keluarga. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.
Haiman. Franklin. (1950). Group Leadership AndGemocratic Action. Boston: Houghton Mifflin Company.
Hanif, Novia. (2009). Buku Kenangan DPRD Kabupaten Batang Hari Masa Bhakti 2004- 2009.Batang Hari: Sek:retariat DPRD Batang Hari.
Hasan, Iqbal. (2002). Metodologi Penelitian. Jakarta: Ghalia.
Huraerah, Abu. (1997). Pengorganisasian dan Pengembangan Masyarakat. Bandung:Humaniora.
Ife, Jim dan Frank Tesoriero. (2008). Community Development: Alternatif Pengembangan Masyarakat di Era Globalisasi Edisi Bahasa Indonesia Cetakan Pertama. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Iswarati. (2012). Aksesibilitas Modal Di Kalangan Kelompok UPPKS Dalam Meningkatkan Usaha Kelompok di Kabupaten Gresik dan Malang Provinsi Jawa Timur. Jakarta: Tim Pelaksana Insentif PKPP BKKBN.
Komite Penanggulangan Kemiskinan. (2002). Buku Pedoman Komite Penanggulangan Kemiskinan. Jakarta: Sekretariat Komite Penanggulangan Kemiskinan.
Kriyantono, Rachmat. (2007). Rise! Komunikasi. Jakarta: Kencana.
Kurniasih, V.A. (2010). Pelaksanaan program UPPKS sebagai upaya peningkatan pendapatan keluarga oleh badan PP, PA dan KB kabupaten Karanganyar Skripsi: Universitas Sebelas Maret.
Maipita, Indra. (2014). Mengukur Kemiskinan dan Distribusi Pendapatan.Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Malthus, Thomas Robert. (1798). Essay OnThe Principle of Populations. London: Joseph Johnson.
Mardhatillah, M. (2021). Implementasi Program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) Untuk Pemberdayaan Masayarakat Miskin di Kota Padang Panjang. Jurnal Ilmiah Ekotrans & Erudisi, 1(1), 76-87.
Martono, Nanang. (2011). Sosiologi Perubahan Sosial: Perspektif Klasik, Modern, Posmodern, dan Poskolonial. Jakarta: Rajawali Press
Moser, Caroline O.N. (1998). The Asset Vulnerability Framework: Reassessing Urban Poverty Reduction Strategies World Development.
Mulyadi, S. (2003). Ekonomi Sumber Daya Manusia Dalam Perspektif Pembangunan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Nazir, Moh. (1983). Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia
Nurdiansyah, D. H. (2017). Peranan Program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (Uppks) Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Di Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang. Eqien: Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 4(1), 56-64.
Schermerhorn, et al. (l997). Organizational Behavior. Canada: John
Sjafari, Agus dan Kandung SaptoNugroho. (2012). Perubahan Sosial: Sebuah Bunga Rampai. Serang: FISIP Untirta.
Sjafari, A. (2014). Kemiskinan dan Pemberdayaan Kelompok. Yogyakarta: Graha
Soekidjo, N. (2002). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT Rineka
Suprihatin Guhardja, et al. (1993). Pengembangan Sumber Daya Keluarga. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.
Syafruddin, et al. (2014). Pedoman Penulisan Karya Ilmian IAIN Imam Bonjol Padang. Padang: IAIN Imam Bonjol Padang.
Theresia, Aprilia, et, al. (2014). Pembangunan Berbasis Masyarakat. Bandung: Alfabeta
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian