Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai Instrumen Kebijakan Publik dalam Kerangka Hubungan Internasional: Studi Ketahanan Pangan di Kabupaten Sidoarjo
DOI:
https://doi.org/10.38035/jmpis.v7i6.9892Keywords:
Program Makan Bergizi Gratis, Ketahanan Pangan, Keamanan Manusia, Kyūshoku, SidoarjoAbstract
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya mencakup penyediaan makanan, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan gizi, dan ketahanan masyarakat. Penelitian ini menganalisis implementasi MBG di Kabupaten Sidoarjo melalui perspektif keamanan manusia dan ketahanan pangan, serta mengidentifikasi faktor keberlanjutan dengan menggunakan sistem kyūshoku Jepang sebagai tolok ukur. Penelitian ini menggunakan studi kasus komparatif kualitatif, dengan data primer yang diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi di SPPG Gedangan. Data sekunder meliputi dokumen kebijakan, laporan, dan literatur. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles et al. yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SPPG Gedangan beroperasi melalui mekanisme terstruktur yang meliputi perencanaan menu, pengadaan, pengendalian mutu, produksi, distribusi, dan pemantauan. Dari perspektif keamanan manusia, program ini memberikan perlindungan melalui pengendalian keamanan pangan dan pemberdayaan melalui kolaborasi multipihak yang melibatkan pemerintah, pemasok lokal, dan masyarakat. Dari perspektif ketahanan pangan, program ini mencakup aspek ketersediaan, akses, pemanfaatan, dan stabilitas, meskipun keterbatasan kapasitas dapur membatasi cakupan yang lebih luas. Dibandingkan dengan sistem kyūshoku Jepang, MBG memiliki kesamaan dalam tujuan pemenuhan gizi, tetapi memerlukan penguatan kerangka regulasi, koordinasi lintas sektor, dan pendidikan gizi. Pada akhirnya, MBG menunjukkan potensi yang signifikan sebagai instrumen strategis untuk memperkuat keamanan manusia dan ketahanan pangan lokal, sekaligus mendorong kesejahteraan gizi berkelanjutan dan ketahanan masyarakat di kalangan penerima manfaat siswa.
References
Aji, W. T. (2025). Makan bergizi gratis di era Prabowo-Gibran: Solusi untuk rakyat atau beban baru? NAAFI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 1(3), 215–226.
Akiyama, T., et al. (2025). Trends in national-level school feeding policy objectives worldwide: Japan and multiple countries. Tropical Medicine and Health, 53, 172.
Asakura, K., & Sasaki, S. (2017). School lunches in Japan: Their contribution to healthier nutrient intake among elementary-school and junior high-school children. Public Health Nutrition, 20(9), 1523–1533.
Auliawan, A. G., & Ratna, M. P. (2024). Strategi Cool Japan yang baru untuk menyelamatkan pertumbuhan ekonomi dan citra populer Jepang di era digital. Jurnal Kiryoku, 8(2), 590–604.
Borovoy, A., & Roberto, C. A. (2015). Japanese and American public health approaches to preventing population weight gain: A role for paternalism? Social Science & Medicine, 143, 62–70.
Cafiero, C., Viviani, S., & Nord, M. (2018). Food security measurement in a global context: The food insecurity experience scale. Measurement, 116, 146–152.
CISDI. (2025). Soroti makan bergizi gratis, CISDI bagikan catatan kritis mengenai tata kelola dan regulasi program.
CNN Indonesia. (2025). Hasil pertemuan Prabowo-PM Jepang: Bantu MBG hingga beri pinjaman.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Creswell, J. W. (2024). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2018). The SAGE handbook of qualitative research (5th ed.). SAGE Publications.
Fatmawati, A. (2025). Analisis dampak program makan bergizi gratis (MBG) terhadap konsentrasi dan kedisiplinan belajar siswa SD. JIPSD: Jurnal Inovasi Pendidikan Sekolah Dasar, 2(2), 125–137.
Febrian, B. (2018). Analisis indikator ketahanan pangan di Kabupaten Sidoarjo [Disertasi doktoral, Universitas Brawijaya].
Food and Agriculture Organization. (2008). An introduction to the basic concepts of food security. FAO.
Government of Japan. (2025). The significance and evolution of Japan’s school lunch program.
Herdiana, D. (2025). Implementasi kebijakan makan bergizi gratis (MBG): Faktor-faktor pendorong dan penghambat. Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 3(2), 470–478.
Ishida, H. (2018). The history, current status, and future directions of the school lunch program in Japan. The Japanese Journal of Nutrition and Dietetics, 76(Supplement), S2–S11.
Izumi, H. (2020). Relationship between elementary school meals and communities: Examining school lunch systems and dietary education. Japanese Journal of Human Geography, 72(4), 403–422.
JETRO. (2025). Gakkō kyūshoku no mushō teikyō puroguramu kaishi.
Kompas. (2025). Menelaah protes pelajar Papua terhadap program MBG.
Krisanthi, K. Y., & Widiastika, I. W. W. C. (2024). Nilai-nilai yang terkandung dalam implementasi budaya kyuushoku (makan siang di sekolah). Jurnal Daruma: Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang, 4(2).
MAFF. (2025). Shokuikukihonhō shokuikusuishin kihon keikaku-tō.
Mann, J., Cummings, J. H., Englyst, H. N., Key, T., Liu, S., Riccardi, G., & Wiseman, M. (2007). FAO/WHO scientific update on carbohydrates in human nutrition: Conclusions. European Journal of Clinical Nutrition, 61(1), S132–S137.
Maruyama, S., & Kurokawa, A. (2018). The operation of school lunches in Japan: Construction of a system considering sustainability. The Japanese Journal of Nutrition and Dietetics, 76(Supplement), S12–S22.
Masaki, Y. (2025). Nihon no shokuiku kyūshoku puroguramu no honshitsu.
MEXT. (2009). Gakkō kyūshoku no shinkō.
MEXT. (2011). Research study collaborator conference on formulation of dietary reference intake of school children in school lunch program: Formulation of the school lunch intake standards.
MEXT. (2012). Shokuiku tte nani?
MEXT. (2024). Gakkō kyūshoku ni kansuru jittai chōsa.
MHLW. (2022). Dai 4-ji shokuiku suishin kihon keikaku.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Remaja Rosdakarya.
Nakamura, T. (2005). Shokuseikatsu to eiyō no hakkajiten. Maruzen Publishing.
Nazir, M. (2013). Metode penelitian. Ghalia Indonesia.
Neuman, W. L. (2014). Social research methods: Qualitative and quantitative approaches (7th ed.). Pearson Education Limited.
Ong, S. (2020). Seikatsu kaizen: Reformasi pola hidup Jepang. Elex Media Komputindo.
Prasetyarini, F. D., Mustadjab, M. M., & Hanani, N. (2014). Analisis penyediaan pangan untuk meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Sidoarjo. Agricultural Socio-Economics Journal, 14(3), 205–213.
Purwowidhu, C. (2025). Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Dinamika dan sorotan. Media Keuangan.
Qomarrullah, R. I., Suratni, S., & Sawir, M. (2025). Dampak jangka panjang program makan bergizi gratis terhadap kesehatan dan keberlanjutan pendidikan. Indonesian Journal of Intellectual Publication, 5(2), 130–137.
Rahmah, H. A., Anggraini, A., Nilasari, Y. P., & Salsabilla, E. P. (2025). Analisis efektivitas program makan bergizi gratis di sekolah dasar Indonesia tahun 2025. Integrative Perspectives of Social and Science Journal, 2(2), 2855–2866.
Rustianingsih, E. (2024). Evaluation of the food security program in Sidoarjo Regency. JKMP (Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik), 12(2), 155–165.
Setneg RI. (2025). Mendukung terselenggaranya program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua.
Sujarweni, V. W. (2024). Metodologi penelitian. Pustaka Baru Press.
Susanti, A. F. (2019). Hubungan pendapatan dan status ketahanan pangan rumah tangga di wilayah pesisir Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo. Amerta Nutrition, 3(2), 100–106.
Tambunan, K. A. H., et al. (2025). Tinjauan kritis tentang program makan bergizi gratis terhadap produktivitas belajar siswa. Katalis Pendidikan, 2(2), 21–31.
Tani, Y., Ochi, M., & Fujiwara, T. (2021). Association of nursery school-level promotion of vegetable eating with caregiver-reported vegetable consumption behaviours among preschool children: A multilevel analysis of Japanese children. Nutrients, 13(7).
United Nations Development Programme. (1994). Human development report 1994. Oxford University Press.
United Nations. (2009). Human security in theory and practice. United Nations.
World Health Organization. (2020). Healthy diet.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ardi Dharma Putra, Asih Purwanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta :
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS) berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS).








































































