Dari Sa’o Ke Kelas: Rekonstruksi Pengetahuan Ekologis Sa’o Bajawa Sebagai Sumber Bahan Ajar IPAS Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.38035/jmpis.v7i5.9783Keywords:
Etnosains, IPAS, Pengetahuan Ekologis, Sa’o Bajawa, Sekolah DasarAbstract
Sa’o Bajawa merupakan rumah adat masyarakat Ngada yang memuat pengetahuan ekologis lokal tentang pemilihan material, penyesuaian bangunan terhadap lingkungan, pemanfaatan sumber daya alam, serta pemeliharaan bangunan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengetahuan ekologis dalam Sa’o, merekonstruksinya menjadi pengetahuan ilmiah, dan memetakan potensinya sebagai sumber bahan ajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan perspektif etnosains. Penelitian dilaksanakan di Kampung Adat Bena, Desa Tiworiwu, Kecamatan Jerebu’u, Kabupaten Ngada, pada tahun 2024. Sepuluh informan dipilih secara purposif, meliputi tokoh adat, tukang tradisional, pemilik atau penghuni Sa’o, dan guru sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semiterstruktur, dokumentasi, dan analisis dokumen pembelajaran, kemudian dianalisis secara tematik melalui reduksi, kategorisasi, rekonstruksi etnosains, dan pemetaan konsep IPAS. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan empat tema pengetahuan ekologis, yaitu penggunaan material lokal sesuai karakteristiknya, penyesuaian bangunan terhadap kondisi lingkungan, pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab, serta pemeliharaan dan pewarisan pengetahuan. Pengetahuan tersebut berkaitan dengan konsep sifat bahan, gaya dan struktur, perpindahan panas, aliran air dan udara, sumber daya alam, serta keberlanjutan. Hasil rekonstruksi dipetakan menjadi empat unit pembelajaran IPAS. Sa’o Bajawa berpotensi menjadi sumber bahan ajar IPAS yang kontekstual dan berakar pada budaya lokal, tetapi masih memerlukan validasi budaya dan materi serta uji coba pembelajaran.
References
Achmad, Z. H. (2019). Typology of Bena traditional architecture, Flores. Local Wisdom: Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal, 11(2), 90–106. https://doi.org/10.26905/lw.v11i2.2980
Betu, S., Azi, P. Y., Ude, Y. C. T., Limbu, N. U., & Bao, A. P. (2024). Sa’o pusaka pemersatu perwujudan sila ketiga Pancasila dalam budaya Ngadha. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, 10(4), 1067–1074. https://doi.org/10.32884/ideas.v10i4.1917
Bocco Guarneri, A., & Habert, G. (2024). New vernacular construction: Environmental awareness and territorial inclusivity. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1363(1), Article 012114. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1363/1/012114
Chadijah, S., & Fajarwati, A. A. S. (2020). Re-programming Sa’o, pursuing sustainable architecture in Ngada traditional house: A recommendation. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 426(1), Article 012082. https://doi.org/10.1088/1755-1315/426/1/012082
Chiou, Y.-S., & Elizalde, J. S. G. (2019). Thermal performances of three old houses: A comparative study of heterogeneous vernacular traditions in Taiwan. Sustainability, 11(19), Article 5538. https://doi.org/10.3390/su11195538
Estika, N. D., Widiastuti, I., & Allam, A. Z. (2021). From house society to homestay: Re-domestication in the settlement and architecture of the Ngadha traditional village in East Nusa Tenggara, Indonesia. Journal of the International Society for the Study of Vernacular Settlements, 8(4), 72–85.
Febrian, A., Wilujeng, I., & Prasetyo, Z. K. (2024). Literature review: Development of science learning based on local wisdom and Indigenous knowledge for ESD. KnE Social Sciences, 9(13), 704–716. https://doi.org/10.18502/kss.v9i13.15989
Greenall, R. F., & Bailey, E. G. (2022). An instructor’s guide to including traditional ecological knowledge in the undergraduate biology classroom. CBE—Life Sciences Education, 21(4), Article es6. https://doi.org/10.1187/cbe.21-12-0340
Hidayah, A., Rokhimawan, M. A., & Suherman, R. (2024). Implementation of ethnoscience-based PjBL on science literacy learning outcomes. Journal of Innovation in Educational and Cultural Research, 5(3), 398–407. https://doi.org/10.46843/jiecr.v5i3.1278
Hollweg, K. S., Taylor, J. R., Bybee, R. W., Marcinkowski, T. J., McBeth, W. C., & Zoido, P. (2011). Developing a framework for assessing environmental literacy. North American Association for Environmental Education.
Ilhami, A., Riandi, R., & Sriyati, S. (2019). Implementation of science learning with local wisdom approach toward environmental literacy. Journal of Physics: Conference Series, 1157(2), Article 022030. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1157/2/022030
Izadpanahi, P., Mahmoudi Farahani, L., & Nikpey, R. (2021). Lessons from sustainable and vernacular passive cooling strategies used in traditional Iranian houses. Journal of Sustainability Research, 3(3), Article e210014. https://doi.org/10.20900/jsr20210014
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. (2025). Capaian pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial Fase B. https://guru.kemendikdasmen.go.id/kurikulum/referensi-penerapan/capaian-pembelajaran/sd-sma/ilmu-pengetahuan-alam-dan-sosial-ipas/fase-b/
Ogegbo, A. A., & Ramnarain, U. (2024). A systematic review of pedagogical practices for integrating Indigenous knowledge systems in science teaching. African Journal of Research in Mathematics, Science and Technology Education, 28(3), 343–361. https://doi.org/10.1080/18117295.2024.2374133
Opole, C. O. (2024). Incorporating traditional ecological knowledge into science education: A case study of Mbita Sub-county. Regional Journal of Information and Knowledge Management, 9(2), 94–116. https://doi.org/10.70759/3xecwv02
Ratnasari, E. A., Rusilowati, A., Diana, D., Subali, B., & Widiarti, N. (2024). Literature review of research trend of ethnoscience-infused teaching materials in elementary IPAS learning in 2020–2025. Journal of Primary Education, 13(2), 114–125. https://doi.org/10.15294/jpe.v13i2.24699
Setiyadi, D. (2025). Ethnoscience-based instructional materials for natural and social sciences in elementary schools: A bibliometric analysis. EduBase: Journal of Basic Education, 6(1), 101–115. https://doi.org/10.47453/edubase.v6i1.3153
Sihombing, R. A., Anwar, S., Liu, S.-Y., Muslim, M., Winarno, N., & Sihombing, P. J. (2025). Integrating local wisdom into environmental education: A systematic review of ethnoscience research in Indonesia. Journal of Natural Science and Integration, 8(1), 57–74. https://doi.org/10.24014/jnsi.v8i1.35762
Toe, D. H. C., & Kubota, T. (2015). Comparative assessment of vernacular passive cooling techniques for improving indoor thermal comfort of modern terraced houses in the hot–humid climate of Malaysia. Solar Energy, 114, 229–258. https://doi.org/10.1016/j.solener.2015.01.035
Verawati, N. N. S. P., & Wahyudi. (2024). Raising the issue of local wisdom in science learning and its impact on increasing students’ scientific literacy. International Journal of Ethnoscience and Technology in Education, 1(1), 42–54. https://doi.org/10.33394/ijete.v1i1.10881
Xu, W., Wang, Q., Deng, H., & Zhu, Z. (2024). Research on the sustainable design strategies of vernacular architecture in Southwest Hubei: A case study of the First Granary of Xuan’en County. PLOS ONE, 19(12), Article e0316518. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0316518
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sofia Godeliva Un Lala, Rista Apriliya Devi, Treesly Yumiardy Normin Adoe, Nadia Lutfi Choirunnisa, Yoseph Gerald Bange Pota, Chalvin Nubrihans, Angel Lilo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta :
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS) berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS).








































































