Dampak Perceraian Orang Tua terhadap Kebutuhan Afeksi dan Kecenderungan Pencarian Validasi Emosional pada Remaja: Studi tentang Relasi Interpersonal dalam Keluarga Broken Home
DOI:
https://doi.org/10.38035/jmpis.v7i4.9122Keywords:
Perceraian Orang Tua, Broken Home, Kebutuhan Afeksi, Validasi Emosional, Relasi InterpersonalAbstract
Keluarga adalah lingkungan pertama tempat remaja mendapatkan kasih sayang dan rasa aman, namun pada tahun 2024 tercatat sebanyak 251.125 kasus perceraian atau sekitar 63% dari total kasus perceraian nasional disebabkan oleh konflik rumah tangga yang berkepanjangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perceraian orang tua terhadap kebutuhan afeksi dan kecenderungan pencarian validasi emosional pada remaja serta pengaruhnya terhadap pembentukan relasi interpersonal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam (In-depth Interview). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap remaja dari keluarga yang mengalami perceraian orang tua dan dipilih secara purposif. Data dianalisis menggunakan analisis tematik melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik serta member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja merasa kebutuhan kasih sayangnya tidak terpenuhi karena ketiadaan figur orang tua, sehingga mereka mencarinya pada teman sebaya dan pasangan. Para remaja ini sangat membutuhkan penerimaan dan takut kehilangan, tetapi dengan cara yang berbeda. Remaja yang cenderung memendam, misalnya berpikir berlebihan dan berusaha menyenangkan orang lain agar diterima, berbeda dengan remaja yang melampiaskan ke luar dengan mengikuti perilaku kelompok dan menanggapi kritik secara keras. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perceraian orang tua membentuk kebutuhan afeksi yang tinggi, ketergantungan pada pengakuan dari luar, serta pola relasi yang diwarnai kecemasan akan ditinggalkan hingga masa dewasa awal.
References
Ainina, H., & Wulandari, P. Y. (2023). Dampak psikologis terkait relasi individu dewasa awal yang mengalami perceraian orang tua. Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental, 3(1), 25–31. https://doi.org/10.20473/brpkm.v3i1.46965
Amalia, S. T., & Cahyanti, I. Y. (2021). Gambaran resiliensi pada individu dewasa awal terhadap situasi akibat perceraian orang tua. Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental, 1(1), 268–279. https://doi.org/10.20473/brpkm.v1i1.24754
Elmanora, Handriani, A. Y., Naomi, R. B., Aurelia, P., Ganda, K. R., & Pasla, H. (2023). Peran parental bonding dalam meningkatkan self-esteem pada anak usia remaja. JKKP: Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan, 10(1), 115–126. https://doi.org/10.21009/JKKP.101.10
Tullius, J. M., De Kroon, M. L. A., Almansa, J., & Reijneveld, S. A. (2022). Adolescents’ mental health problems increase after parental divorce, not before, and persist until adulthood: A longitudinal TRAILS study. European Child & Adolescent Psychiatry, 31(6), 969–978. https://doi.org/10.1007/s00787-020-01715-0
Basalamah, H., & Pebriani, L. V. (2024). Parental divorce: Challenges and opportunities for adolescent. Journal of Family Sciences, 9(2), 237–249. https://doi.org/10.29244/jfs.v9i2.5709
Bowlby, J. (1988). A secure base: Parent-child attachment and healthy human development. New York: Basic Books.
Murniasih, F., & Irvan, M. (2023). Promoting resilience in adolescents from divorced family. Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi, 8(2), 278–295. https://www.researchgate.net/publication/377012543
Delicia, C. A., & Hasanat, N. U. (2022). Understanding the meaning-making of romantic relationships among emerging adults after parental divorce. Jurnal Psikologi, 49(2). https://doi.org/10.22146/jpsi.73571
Izzani, T. A., Octaria, S., & Linda, L. (2024). Perkembangan masa remaja. JISPENDIORA: Jurnal Ilmu Sosial, Pendidikan dan Humaniora, 3(2), 259–273. https://doi.org/10.56910/jispendiora.v3i2.1578
Kartika, K. S., Riza, W. L., & Aisha, D. (2024). Lebih lekat, lebih berharga: Peran parent dan peer attachment terhadap self-esteem remaja dengan orang tua bercerai di Kabupaten Karawang. GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling, 14(3). https://www.researchgate.net/publication/399233848
Kirana, A. M., & Suprapti, V. (2021). Psychological well-being dewasa awal yang mengalami riwayat perceraian orang tua di masa remaja. Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental, 1(1), 1003–1014. https://doi.org/10.20473/brpkm.v1i1.27695
Noni, N., & Aviani, Y. I. (2024). Studi fenomenologis: Pengalaman remaja broken home. Indonesian Research Journal on Education, 4(4), 84–92. https://doi.org/10.31004/irje.v4i4.973
Maulina, I., & Budiyono, A. (2021). Peran keluarga dalam pengelolaan emosi anak usia golden age di Desa Gambarsari. Jurnal Mahasiswa BK An-Nur: Berbeda, Bermakna, Mulia, 7(1), 21–28. https://ojs.uniska-bjm.ac.id/index.php/AN-NUR/article/view/3404
Palila, S. (2024). Perilaku mencari perhatian pada remaja akhir dengan latar belakang keluarga broken home. Jurnal Psikologi Integratif, 12(1), 102–118. https://doi.org/10.14421/jpsi.v11i1.3064
Nuban, J. A., & Amseke, F. V. (2024). Pengaruh kelekatan orang tua dan teman sebaya terhadap kekuatan karakter remaja. Journal of Psychology Humanlight, 5(2), 79–94. https://ejournal-iakn-manado.ac.id/index.php/humanlight/article/view/1917
Rustina. (2022). Keluarga dalam kajian sosiologi. Musawa: Journal for Gender Studies, 14(2), 244–267. https://doi.org/10.24239/msw.v14i2.1430
Sagone, E., Commodari, E., Indiana, M. L., & La Rosa, V. L. (2023). Exploring the association between attachment style, psychological well-being, and relationship status in young adults and adults: A cross-sectional study. European Journal of Investigation in Health, Psychology and Education, 13(3), 525–539. https://doi.org/10.3390/ejihpe13030040
Simanjuntak, E. J. (2023). Hubungan antara kecemburuan romantis dengan kepuasan hubungan pada emerging adult yang berpacaran. Jurnal Psikologi Teori dan Terapan, 14(1), 90–104. https://doi.org/10.26740/jptt.v14n1.p90-104
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Peter Viadiawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta :
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS) berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS).









































































