Pengembangan Pariwisata Warisan Edukatif di Desa Dukuh, Boyolali: Evaluasi Pengalaman Pengunjung Menggunakan Kerangka Outsideness–Insideness

Authors

  • Seno Budhi Ajar Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jmpis.v7i2.7865

Keywords:

Pariwisata Warisan, Pariwisata Edukatif, Insideness-Outsideness, Pengembangan Desa Wisata, Partisipasi Masyarakat

Abstract

Desa Dukuh, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, memiliki lanskap warisan budaya yang kaya, meliputi Umbul Pengging sebagai situs cagar budaya tingkat provinsi, Kompleks Makam Ki Ageng Handayaningrat, seni pertunjukan Kothekan Lesung, serta narasi sejarah Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Namun demikian, pengembangan pariwisata di desa ini masih didominasi oleh aktivitas rekreasi berbasis air, sehingga potensi pariwisata warisan edukatif belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang atraksi pariwisata warisan edukatif melalui pendekatan kognitif-eksperiensial serta mengevaluasi kualitas pengalaman pengunjung melalui uji coba lapangan. Penelitian menggunakan desain mixed methods sekuensial, dengan diskusi kelompok terfokus bersama pemangku kepentingan lokal untuk mengoperasionalkan dimensi outsideness, serta kuesioner terstruktur kepada 40 siswa lokal untuk mengukur dimensi insideness. Uji coba pengunjung dilakukan dalam dua tahap: tahap pertama menitikberatkan pada aktivitas instruksional tanpa komponen rekreasi, sedangkan tahap kedua mengintegrasikan aktivitas berenang di umbul dalam paket wisata. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada dimensi insideness emosional dan embodied antara kedua tahap, dengan skor insideness keseluruhan meningkat dari 3,04 menjadi 3,54 pada skala empat poin. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengalaman warisan yang bermakna memerlukan keseimbangan antara konten edukatif dan keterlibatan rekreasi yang relevan dengan karakter tempat, disertai partisipasi aktif masyarakat dalam perencanaan atraksi.

References

Baloglu, S., & McCleary, K. W. (1999). A model of destination image formation. Annals of Tourism Research, 26(4), 868–897. Retrieved from https://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S0160738399000304

Blackstock, K. (2005). A critical look at community based tourism. Community Development Journal, 40(1), 39–49. Retrieved from https://academic.oup.com/cdj/article-lookup/doi/10.1093/cdj/bsi005

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using Thematic Analysis in Psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. Retrieved from http://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1191/1478088706qp063oa

Cooper, C. P. . (2003). Managing educational tourism. Channel View Publications. Retrieved February 19, 2026, from https://books.google.com/books/about/Managing_Educational_Tourism.html?id=YFPd2r3sqCoC

Creswell, J. W., & Plano Clark, V. L. (2017). Designing and Conducting Mixed Methods Research. Organizational Research Methods (Vol. 12). SAGE Publications. Retrieved February 5, 2026, from https://books.google.com/books/about/Designing_and_Conducting_Mixed_Methods_R.html?hl=id&id=eTwmDwAAQBAJ

Cuccia, T., & Rizzo, I. (2011). Tourism seasonality in cultural destinations: Empirical evidence from Sicily. Tourism Management, 32(3), 589–595. Retrieved from https://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S0261517710000920

Data Pokok Kebudayaan. (2025). Cagar budaya Umbul Pengging. Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Retrieved February 19, 2026, from https://dapobud.kemenbud.go.id/cagar-budaya/cf5f4c09-03fa-457d-bc48-c291b8a30d67

Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2018). The SAGE Handbook of Qualitative Research. SAGE Publications. Retrieved February 19, 2026, from https://us.sagepub.com/en-us/nam/the-sage-handbook-of-qualitative-research/book242504#description

Fadlila, N. (2012). Potensi kawasan Pengging sebagai atraksi wisata minat khusus andalan Kabupaten Boyolali [Undergraduate thesis, Universitas Sebelas Maret]. Institutional Repository UNS. Retrieved from https://digilib.uns.ac.id/dokumen/detail/26174/Potensi-kawasan-pengging-sebagai-atraksi-wisata-minat-khusus-andalan-kabupaten-Boyolali

Guetterman, T. C., Fetters, M. D., & Creswell, J. W. (2015). Integrating Quantitative and Qualitative Results in Health Science Mixed Methods Research Through Joint Displays. The Annals of Family Medicine, 13(6), 554–561. Retrieved from http://www.annfammed.org/cgi/doi/10.1370/afm.1865

Hall, C. M., & Lew, A. A. (2009). Understanding and Managing Tourism Impacts: An integrated approach. Understanding and Managing Tourism Impacts: An Integrated Approach. Routledge Taylor & Francis Group.

Janssen, J., Luiten, E., Renes, H., & Stegmeijer, E. (2017). Heritage as sector, factor and vector: conceptualizing the shifting relationship between heritage management and spatial planning. European Planning Studies, 25(9), 1654–1672. Retrieved from https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/09654313.2017.1329410

MacCannell, D. (1976). The tourist : A new theory of the leisure class. Schocken Books. Retrieved February 19, 2026, from https://books.google.com/books/about/The_Tourist.html?id=n58YAQAAMAAJ

Mesrantia. (2024). Peran stakeholder terhadap lisensi warisan budaya takbenda pada tradisi Sebar Apem Kukus Keong Mas di Pengging, Boyolali 2004–2023. UIN Salatiga.

Nuryanti, W. (1996). Heritage and postmodern tourism. Annals of Tourism Research, 23(2), 249–260. Retrieved from https://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/0160738395000623

Okazaki, E. (2008). A Community-Based Tourism Model: Its Conception and Use. Journal of Sustainable Tourism, 16(5), 511–529. Retrieved from http://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/09669580802159594

Poria, Y., Butler, R., & Airey, D. (2003). The core of heritage tourism. Annals of Tourism Research, 30(1), 238–254. Retrieved from https://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S0160738302000646

Pratama, F. A. M. P., Trisiana, A., Yulianto, A., & Risang Wahyudi, M. (2024). Strategi Pemerintah Desa Dukuh dalam Mengoptimalkan Potensi Ekonomi Pariwisata. kajian Ruang, 4(2), 171–184.

Relph, E. (2008). Place and placelessness. SAGE. Retrieved February 19, 2026, from https://books.google.com/books/about/Place_and_Placelessness.html?hl=de&id=WIPinAAACAAJ

Smith, L. (2006). Uses of heritage. Routledge. Retrieved February 19, 2026, from https://books.google.com/books/about/Uses_of_Heritage.html?id=bYx_AgAAQBAJ

Susanto, H. (2025). Dinamika pengelolaan wisata situs Umbul Pengging Desa Dukuh Kecamatan Banyudono Kabupaten Boyolali tahun 1960–2021. UIN Salatiga.

Timothy, D. J., & Boyd, S. W. (2003). Heritage tourism. Prentice Hall.

UNWTO. (2019). International Tourism Highlights, 2019 Edition. World Tourism Organization (UNWTO). Retrieved from https://www.e-unwto.org/doi/book/10.18111/9789284421152

Walyoto, S. (2019). Nilai Ekonomi Umbul Pengging Sebagai Area Tujuan Wisata. INFERENSI: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 13(1), 99–126. Retrieved from https://inferensi.iainsalatiga.ac.id/index.php/inferensi/article/view/2883

Downloads

Published

2026-03-15

How to Cite

Ajar, S. B. (2026). Pengembangan Pariwisata Warisan Edukatif di Desa Dukuh, Boyolali: Evaluasi Pengalaman Pengunjung Menggunakan Kerangka Outsideness–Insideness. Jurnal Manajemen Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 7(2), 1712–1723. https://doi.org/10.38035/jmpis.v7i2.7865