Tindak Tutur Ekspresif dalam Kolom Komentar Akun Tiktok @destafavot
DOI:
https://doi.org/10.38035/jmpis.v7i2.7798Keywords:
Fungsi Tindak Tutur, Ekspresif, Strategi, Tiktok DestafavotAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis, dan menginterpretasikan fungsi tindak tutur ekspresif serta strategi tindak tutur dalam kolom komentar akun Tiktok @destafavot. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Sumber data dalam penelitian ini adalah kolom komentar akun Tiktok @destafavot. Data dalam penelitian ini adalah seluruh tuturan yang terindikasi berupa fungsi dan strategi tindak tutur ekspresif dalam kolom komentar akun Tiktok @destafavot. Data yang ditemukan dalam penelitian ini adalah tindak tutur ekspresif yang terdapat dalam kolom komentar yang berjumlah 190 tuturan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui tiga teknik yakni teknik dokumentasi, teknik catat, dan teknik baca. Setelah dilakukan rangkaian prosedur penelitian, diperoleh 11 fungsi tindak tutur ekspresif yaitu fungsi mengkritik 41 tuturan, menyalahkan 3 tuturan, mengeluh 22 tuturan, memuji 9 tuturan, mencaci 50 tuturan, menaruh simpati 17 tuturan, mengucapkan belasungkawa 13 tuturan, meminta maaf 3 tuturan, berterima kasih 2 tuturan, menyindir 9 tuturan, dan mengharap 21 tuturan. Fungsi tindak tutur yang paling dominan muncul adalah fungsi mencaci. Fungsi tindak tutur ekspresif mencaci sering digunakan warganet dalam berkomentar di laman aku Tiktok @destafavot karena warganet berada dalam kondisi emosi kolektif yang tinngi seperti marah, kecewa, dan tidak terima dengan perlakuan yang diterima oleh korban. Selain itu, strategi yang ditemukan dalam penelitian ini diperoleh 6 strategi tindak tutur dengan data yang ditemukan sebanyak 190 tuturan yaitu strategi tindak tutur tidak langsung 4 tuturan, strategi tindak tutur tidak harfiah 3 tuturan, strategi tindak tutur langsung harfiah 114 tuturan, strategi tindak tutur tidak langsung harifah 17 tuturan, strategi tindak tutur tidak langsung tidak harfiah 4 tuturan, dan strategi tindak tutur langsung tidak harfiah 48 tuturan. Strategi yang paling dominan muncul adalah strategi tindak tutur langsung harfiah. Strategi tindak tutur langsung harfiah digunakan warganet berkomentar di lama akun Tiktok @destafavot karena warganet ingin menyampaikan pendapat, emosi, dan penilaian mereka secara lugas tanpa maksud tersembunyi. Dengan demikian, tindak tutur ekspresif dalam kolom komentar akun Tiktok @destafavot lebih banyak didapati fungsi tindak tutur ekspresif mencaci serta strategi tindak tutur langsung harfiah.
References
Adrisilvia, A., & Ningsih, R. (2023). Tindak tutur ekspresif dalam kolom komentar di podcast Deddy Corbuzier pada episode Kuliah Tidak Penting. Jurnal Sastranesia, 11(4). https://doi.org/10.32682/sastranesia.v11i4.3408
Agustine, V. N., & Amir, A. (2023). Tindak tutur ekspresif dalam novel Rindu yang Baik untuk Kisah yang Pelik karya Boy Candra. Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra, 10(1), 1–10. https://doi.org/10.30595/mtf.v10i1.17152
Anggraeni, A., et al. (2022). Analisis tindak tutur perlokusi pada dialog film Story of Kale: When Someone’s in Love. Jurnal Pustaka, 2(4).
Austin, J. L. (1962). How to do things with words. Oxford University Press.
Damayanti, V. A., Permatasari, I. O., Bagus, K., Zelig, Y., Pramana, H. R., Purwo, A., & Utomo, Y. (2022). Analisis tindak tutur lokusi pada video pembelajaran di daftar putar “Bahasa” dari channel Pahamify. Jurnal Sinestesia, 12(2). https://sinestesia.pustaka.my.id/journal/article/view/241
Fatikah, S., Aulia, T., Anjani, P., Aulia, I., Salsabila, K., Rufaidah, D., Purwo, A., & Utomo, Y. (2022). Analisis tindak tutur ekspresif dalam film Sejuta Sayang Untuknya sutradara Herwin Novanto. Jurnal Jespendiora, 1(1).
Fatmawati, F., & Ningsih, R. (2024). Tindak tutur ekspresif dalam perspektif cyberpragmatics. Jurnal Onoma, 10(1). https://e-journal.my.id/onoma
Frandika, E. (2020). Tindak tutur ilokusi dalam film pendek Tilik (2018). Jurnal Pena Literasi. https://jurnal.umj.ac.id/index.php/penaliterasi
Harras, K. A. (2025). Pragmatik: Kajian memahami arti, mengungkap makna (Edisi pertama).
Hidayah, T., Sudrajat, R. T., & Firmansyah, D. (2020). Analisis tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi pada film Papa Maafin Risa. Jurnal Parole, 3(1).
Kandam, E., et al. (2024). Analisis tindak tutur lokusi pada daftar putar video pembelajaran bahasa Indonesia dalam kanal Revi Nurmeyani. Sintaksis: Publikasi Para Ahli Bahasa dan Sastra Inggris, 2(1), 45–62. https://doi.org/10.61132/sintaksis.v2i1.247
Kartika Sari, F., & Nur Cahyono, Y. (2022). Kajian tindak tutur ilokusi pada interaksi jual beli di pasar tradisional Pulung. Jurnal Diwangkara, 2(1). https://jurnal.stkippgriponorogo.ac.id
Kunjana Rahardi, R. (2018). Pragmatik kefatisan berbahasa sebagai fenomena pragmatik baru dalam perspektif sosiokultural dan situasional. Erlangga.
Nasarudin, N., et al. (2023). Pragmatik: Konsep teori dan praktik (Edisi pertama). Sumatra Barat.
Naurah Nadzifah, Z., & Utomo, P. Y. (2020). Tindak tutur perlokusi pada dialog film Keluarga Cemara karya Yandy Laurens. Jurnal Dinamika, 3(2).
Nirwan, N., et al. (2023). Bahasa dan budaya (Edisi pertama). Bali.
Nisa, K., & Kesalahan Berbahasa, A. (2018). Analisis kesalahan berbahasa pada berita dalam media surat kabar Sinar Indonesia Baru. Jurnal Bindo Sastra, 2(2). http://jurnal.um-palembang.ac.id/index.php/bisastra
Nova, N., & Alber, A. (2023). Kesantunan tuturan interogatif dalam talkshow Kick Andy: Ketakutan di Balik Bebasnya Umar Patek. Jurnal Sastra Indonesia, 12(2).
Oktavia, W., & Manaf, N. A. (2022). Strategi bertutur dalam tindak tutur ekspresif siswa pada proses pembelajaran bahasa Indonesia. Jurnal Basicedu, 6(3), 4953–4966.
Papacharissi, Z. (2015). Affective publics: Sentiment, technology, and politics. Oxford University Press.
Prastiyawati, D. K., Emha, R. J., & Sastra, F. (2021). Tindak tutur ilokusi pada podcast Deddy Corbuzier dengan Ridwan Kamil episode Anda Gila. Jurnal Piktorial, 6(2).
Putradi, A. W. A., & Supriyana, A. (2024). Pragmatik (Edisi pertama). Jakarta Timur.
Ruhiat, R. R., Insani, A. N., Nisrina, A. L., Purwo, A., & Utomo, Y. (2022). Analisis tindak tutur ekspresif dalam film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora, 2(2).
Sari, F. D. N., Wardiani, R., & Setiawan, H. (2021). Analisis tindak tutur direktif dalam talkshow Tonight Show. Jurnal Bahasa dan Sastra, 9(2), 98–105.
Searle, J. R. (1979). Expression and meaning: Studies in the theory of speech acts. Cambridge University Press.
Septiana, M. H. E., Susrawan, I. N. A., & Sukanadi, N. L. (2020). Analisis tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi pada dialog film 5 Cm karya Rizal Mantovani. Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (JIPBSI), 1(1), 98–105.
Sidiq, M., & Manaf, N. A. (2020). Karakteristik tindak tutur direktif tokoh protagonis dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan. Lingua Franca: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 4(1), 13–21. https://journal.um-surabaya.ac.id/lingua/article/view/3882
Siregar, R. A., & Kusyani, D. (2021). Tindak tutur ekspresif dalam meme Bu Tejo Tilik di Twitter sebagai bahan ajar siswa SMP. Jurnal Prasasti, 6(2).
Suhartono, S. (2020). Pragmatik konteks Indonesia. Graniti.
Sukmawati, R., & Fatmawati. (2023). Tindak tutur ekspresif warganet dalam akun Instagram @Kompascom “PKS deklarasi Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden 2024”. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 9(1), 653–665. https://doi.org/10.30605/onoma.v9i1.2557
Sutikno, S., Sutarini, S., Kartolo, R., & Asnawi, A. (2023). Tindak tutur ilokusi dalam pembelajaran: Kajian pragmatik (Edisi pertama).
Willard, N. (2007). Cyberbullying and cyberthreats: Responding to the challenge of online social aggression, threats, and distress. Research Press.
Wiwaha, W., et al. (2022). Tindak tutur ekspresif dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Jurnal Panrita, 2(2), 80–90. https://doi.org/10.35906/panrita.v2i2.178
Yule, G. (2006). Pragmatik. Pustaka Pelajar.
Yulian, M. F., & Ernawati, Y. (2025). Tuturan ekspresif bahasa Palembang pada kolom komentar Instagram Palembang Update. Lingua Rima, 14(1). http://jurnal.umt.ac.id/index.php/lgrm
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Luthfi Hayatun Maharani, Alber

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta :
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS) berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS).









































































