Penerapan Konseling Kelompok dengan Teknik Bimbingan dan Katarsis Emosi untuk Mengatasi Masalah Regulasi Diri pada Kelompok Warga Binaan dengan Perilaku Antisosial di Panti Sosial Bina Karya Harapan Jaya Cipayung

Authors

  • Abiel Matthew Budiyanto Universitas Persada Indonesia Y.A.I, Jakarta, Indonesia
  • Destrinda Haya Atiqah Universitas Persada Indonesia Y.A.I, Jakarta, Indonesia
  • Ratri Eka Yuniarsih Universitas Persada Indonesia Y.A.I, Jakarta, Indonesia
  • Rilla Sovitriana Universitas Persada Indonesia Y.A.I, Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jmpis.v7i2.7692

Keywords:

Antisosial, Katarsis Emosi, Konseling Kelompok, Regulasi Diri, Terapi Suportif

Abstract

Perilaku antisosial merupakan masalah psikososial yang berkaitan erat dengan kegagalan regulasi diri, seperti ketidakmampuan mengendalikan emosi, pikiran, dan tindakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan konseling kelompok dengan teknik bimbingan dan katarsis emosi dalam mengatasi masalah regulasi diri pada warga binaan dengan perilaku antisosial di Panti Sosial Bina Karya Harapan Jaya Cipayung. Metode yang digunakan adalah intervensi psikologis melalui terapi suportif selama sepuluh sesi, dengan subjek lima warga binaan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, tes psikologi (WBIS dan Wartegg), serta skala regulasi diri. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan regulasi diri yang signifikan, ditandai dengan kenaikan skor rata-rata sebesar 42% dan perubahan kategori regulasi diri dari sedang menjadi tinggi dan sangat tinggi. Kesimpulannya, konseling kelompok dengan teknik bimbingan dan katarsis emosi efektif dalam meningkatkan regulasi diri serta mengurangi kecenderungan perilaku antisosial pada warga binaan.

References

American Psychological Association. (2022). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed., text rev.). American Psychiatric Publishing.

Baskoro, M. D. P. (2010). Hubungan antara depresi dengan perilaku antisosial pada remaja di sekolah (Disertasi doktoral, Fakultas Kedokteran). [Nama universitas].

Baumeister, R. F., & Vohs, K. D. (Eds.). (2004). Handbook of self-regulation. The Guilford Press.

Benejam, G. R. (2023). The impact of a stressful home environment on the brain. LinkedIn.

https://www.linkedin.com/pulse/impact-stressful-home-environment-brain-gustavorbenejam/

Boland, R. J., Verduin, M. L., & Ruiz, P. (2022). Personality disorders. In Kaplan & Sadock’s synopsis of psychiatry (pp. 415–428). Wolters Kluwer.

Brandão, T., Matias, M., Ferreira, T., Vieira, J., Schulz, M. S., & Matos, P. M. (2020). Attachment, emotion regulation, and well-being in couples: Intrapersonal and interpersonal associations. Journal of Personality, 88(4), 748–761. https://doi.org/10.1111/jopy.12523

Brown, J. M., Miller, W. R., & Lawendowski, L. A. (1999). The self-regulation questionnaire. [Manuskrip tidak dipublikasikan].

Calkins, S. D., Dedmon, S. E., Gill, K. L., Lomax, L. E., & Johnson, L. M. (2002). Frustration in infancy: Implications for emotion regulation, physiological processes, and temperament. Infancy, 3(2), 175–197. https://doi.org/10.1207/S15327078IN0302_4

Calkins, S. D., & Keane, S. P. (2009). Developmental origins of early antisocial behavior. Development and Psychopathology, 21(4), 1095–1109. https://doi.org/10.1017/S095457940999006X

Josua, D. P., Sunarti, E., & Krisnatuti, D. (2020). Internalisasi nilai keluarga dan regulasi emosi: Dapatkah membentuk perilaku sosial remaja. Persona: Jurnal Psikologi Indonesia, 9(1), 17–34.

Kuntjoro, Z. S. (2022). Psikoterapi suportif. Fakultas Psikologi UPI Y.A.I.

Maharani, M., & Ampuni, S. (2020). Perilaku antisosial remaja laki-laki ditinjau dari identitas moral dan moral disengagement. Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi, 5(1), 54–66.

Manab, A. (2016). Memahami regulasi diri: Sebuah tinjauan konseptual. Dalam Prosiding Seminar ASEAN Psychology & Humanity (hlm. 8–9).

Setiyaningsih, L. A., Fahmi, M. H., & Molyo, P. D. (2021). Selective exposure media sosial pada ibu dan perilaku antisosial anak. Jurnal Komunikasi Nusantara, 3(1), 1–11.

Shaw, P., Stringaris, A., Nigg, J., & Leibenluft, E. (2014). Emotion dysregulation in attention deficit hyperactivity disorder. American Journal of Psychiatry, 171(3), 276–293. https://doi.org/10.1176/appi.ajp.2013.13070966

Wolberg, L. R. (2013). The technique of psychotherapy. International Psychotherapy Institute.

Yulianto, D., Utomo, H. B., & Kurniawati, E. (2020). Regulasi emosi secara kognitif guru dan perilaku antisosial anak. PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, 6(1), 119–126.

Downloads

Published

2026-03-23

How to Cite

Budiyanto, A. M., Atiqah, D. H., Yuniarsih, R. E., & Sovitriana, R. (2026). Penerapan Konseling Kelompok dengan Teknik Bimbingan dan Katarsis Emosi untuk Mengatasi Masalah Regulasi Diri pada Kelompok Warga Binaan dengan Perilaku Antisosial di Panti Sosial Bina Karya Harapan Jaya Cipayung. Jurnal Manajemen Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 7(2), 1908–1917. https://doi.org/10.38035/jmpis.v7i2.7692