Analisis Peran Modal Sosial Keluarga dan Komunitas dalam Pengendalian Mutu Pendidikan Informal di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.38035/jmpis.v7i2.7510Keywords:
Modal Sosial, Keluarga, Pengendalian Mutu, Pendidikan InformalAbstract
Pendidikan informal merupakan ruang pembelajaran yang berkontribusi penting terhadap pembentukan karakter, penguatan keterampilan hidup, dan pewarisan nilai sosial, terutama ketika sistem pendidikan formal masih menghadapi persoalan akses dan ketimpangan mutu. Meskipun demikian, karakter pendidikan informal yang fleksibel dan tidak terstruktur menghadirkan tantangan tersendiri dalam menjaga mutu secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran modal sosial keluarga dan komunitas sebagai basis pengendalian mutu pendidikan informal, mengevaluasi relevansinya sebagai pelengkap mekanisme formal, serta merumuskan implikasi kebijakan yang menempatkan keluarga dan komunitas sebagai penjaga mutu utama. Objek penelitian difokuskan pada praktik pendidikan informal yang berlangsung dalam lingkungan keluarga dan komunitas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi literatur melalui analisis tematik terhadap publikasi ilmiah dan dokumen kebijakan lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa mutu pendidikan informal lebih banyak dijaga melalui relasi sosial yang hidup, di mana jaringan sosial mendukung keberlanjutan proses belajar, nilai dan kepercayaan membentuk landasan etis, serta kontrol sosial komunitas berfungsi sebagai mekanisme penjaminan mutu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan modal sosial keluarga dan komunitas menjadi strategi penting dalam membangun pengendalian mutu pendidikan informal yang kontekstual, adaptif, dan berkelanjutan.
References
Andaregie, A., & Astatkie, T. (2021). COVID-19 impact on jobs at private schools and colleges in Northern Ethiopia. International Journal of Educational Development, 85, 102456. https://doi.org/10.1016/j.ijedudev.2021.102456
Arnady, M. A. (2024). Pendidikan Nonformal Berbasis Komunitas: Kunci Sukses Pemberdayaan Masyarakat. Continuing Learning Society Journal, 2(1).
Coleman, J. S. (1988). Social Capital in the Creation of Human Capital. American Journal of Sociology, 94, S95–S120. https://doi.org/10.1086/228943
Coppe, T., Thomas, L., Pantić, N., Froehlich, D. E., Sarazin, M., & Raemdonck, I. (2022). The Use of Social Capital in Teacher Research: A Necessary Clarification. Frontiers in Psychology, 13. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.866571
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design Choosing among Five Approaches (4th ed.). SAGE Publications, Inc., Thousand Oaks.
Elfert, M. (2021). The power struggle over education in developing countries: The case of the UNESCO-World Bank Co-operative program, 1964-1989. International Journal of Educational Development, 81, 102336. https://doi.org/10.1016/j.ijedudev.2020.102336
Field, J. (2003). Social Capital. Routledge.
Hermawan, Y., & Suryono, Y. (2016). Partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan program-program pusat kegiatan belajar masyarakat Ngudi Kapinteran. Jurnal Pendidikan Dan Pemberdayaan Masyarakat, 3(1), 97. https://doi.org/10.21831/jppm.v3i1.8111
Hevia, F. J., & Vergara-Lope, S. (2022). Educational Accountability or Social Accountability in Education? Similarities, Tensions, and Differences Accountability Working Paper Educational Accountability or Social Accountability in Education? Similarities, Tensions, and Differences. American University Washington D.C.
Hidayat, P. (2023). Analisis Tingkat Keterlibatan Orang Tua dalam Program PAUD dan Hubungannya dengan Kemajuan Belajar Anak. Thufuli: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 1(1), 14–19. https://doi.org/10.62070/thufuli.v1i1.18
Iversen, V., Krishna, A., & Sen, K. (2019). Beyond Poverty Escapes Social Mobility in Developing Countries: A Review Article. The World Bank Research Observer, 34(2), 239–273. https://doi.org/10.1093/wbro/lkz003
Klatt, M., Filip, P., & Grzebyk, M. (2015). Understanding youth transition system in Poland through the analysis of partnerships between vocational upper secondary schools and industry. Journal of Youth Studies, 18(9), 1186–1203. https://doi.org/10.1080/13676261.2015.1020938
La Belle, T. J. (1982). Formal, nonformal and informal education: A holistic perspective on lifelong learning. International Review of Education, 28(2), 159–175. https://doi.org/10.1007/BF00598444
Laila, D. A., & Salahudin, S. (2022). Pemberdayaan masyarakat Indonesia melalui pendidikan nonformal: Sebuah kajian pustaka. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi Dan Aplikasi, 9(2), 100–112. https://doi.org/10.21831/jppfa.v9i2.44064
Lin, N. (2001). Social Capital. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511815447
Pant, K. R., & Pant, K. R. (2025). Parental Engagement in Education through the Lens of Social Capital. KMC Journal, 7(2), 210–224. https://doi.org/10.3126/kmcj.v7i2.83447
Pishghadam, R., & Zabihi, R. (2011). Parental Education and Social and Cultural Capital in Academic Achievement. International Journal of English Linguistics, 1(2). https://doi.org/10.5539/ijel.v1n2p50
Portes, A. (1998). Social Capital: Its Origins and Applications in Modern Sociology. Annual Review of Sociology, 24(1), 1–24. https://doi.org/10.1146/annurev.soc.24.1.1
Prabhakara S. (2023). Non- Formal Education, Community Based Learning, and Informal Education for Sustainable Development, Sustainable Development and Quality Education. EZ Education Printed.
Puspita, D., Hubeis, A. V., & Muljono, P. (2022). Factors Affecting Knowledge Sharing Behavior in The Virtual Teacher Community “Duta Rumah Belajar.” AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan, 14(3), 3185–3198. https://doi.org/10.35445/alishlah.v14i3.906
Putnam, R. D. (1995). Bowling Alone: America’s Declining Social Capital. Journal of Democracy, 6(1), 65–78. https://doi.org/10.1353/jod.1995.0002
Ramadhani, N. (2025). Improving The Quality of Education in Indonesia: Challenges and Opportunities. International Journal of Education and Learning Studies, 1(3), 153–170. https://doi.org/10.64421/ijels.v1i3.17
Sari, L. I. (2021). Pengaruh Lingkungan Keluarga Terhadap Pendidikan Anak. Jurnal Mahasiswa STKIP Al Maksum Langkat, 2(1).
Sengonul, T. (2022). A review of the relationship between parental involvement and children’s academic achievement and the role of family socioeconomic status in this relationship. Pegem Journal of Education and Instruction, 12(2). https://doi.org/10.47750/pegegog.12.02.04
Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039
Tabroni, I., et al., (2023). Manajemen Pendidikan. Penerbit Cv.Eureka Media Aksara.
Wilder, S. (2023). Effects of parental involvement on academic achievement: a meta-synthesis. Routledge.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 R. Madhakomala, Vinsensius Crispinus Lemba

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta :
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS) berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS).









































































