Manajemen Strategis Pelatihan In-House untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru: Studi Kasus pada Dua SMP
DOI:
https://doi.org/10.38035/jmpis.v7i1.7002Keywords:
In-House Training, Kompetensi Profesional, Pengembangan Guru, Manajemen Pendidikan, Kurikulum MerdekaAbstract
Meningkatkan kompetensi profesi guru merupakan prioritas utama dalam mencapai pendidikan yang berkualitas, khususnya di Indonesia di mana kesenjangan kemampuan guru tetap signifikan. In-House Training (IHT) semakin diakui sebagai model berbasis sekolah yang efektif untuk pengembangan profesional berkelanjutan karena bersifat kontekstual, kolaboratif, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen strategis IHT dan perannya dalam meningkatkan kompetensi profesi guru di dua SMP negeri di Kabupaten Ciamis, SMPN 1 Sindangkasih Jawa Barat dan SMPN 2 Cisaga. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen yang melibatkan kepala sekolah, koordinator IHT, dan guru yang berpartisipasi. Temuan tersebut mengungkapkan bahwa kedua sekolah menerapkan IHT melalui proses manajemen sistematis yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, implementasi, dan evaluasi. Perencanaan IHT didasarkan pada data dari Rapor Pendidikan, memastikan bahwa pelatihan memenuhi kebutuhan pedagogis tertentu. SMPN 1 Sindangkasih menekankan perencanaan dan penilaian pelajaran, sedangkan SMPN 2 Cisaga yang ditetapkan sebagai Sekolah Penggerak berfokus pada pembelajaran yang berpusat pada siswa dan penilaian formatif yang selaras dengan Kurikulum Merdeka. Hasil kuantitatif dan kualitatif menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam tingkat kompetensi guru, dengan lebih dari 90% mencapai kemahiran menengah hingga lanjutan. Selain itu, IHT menumbuhkan budaya kolaborasi profesional dan praktik reflektif di kalangan guru. Namun, evaluasi tetap terbatas pada hasil jangka pendek, yang menunjukkan perlunya pemantauan jangka panjang. Secara keseluruhan, pengelolaan IHT yang efektif berfungsi sebagai mekanisme strategis untuk memperkuat profesionalisme guru dan mempromosikan peningkatan pendidikan yang berkelanjutan.
References
Adrias, & Ruswandi, A. (2025). Desain Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan Mix Method. Rajawali Pers.
Altun, S., & Yucel-Toy, B. (2023). Transformation of teachers through a collaborative-reflective training model: A case study on school-based professional development. South African Journal of Education, 43(1), S1–S16.
Avalos, B. (2011). Teacher professional development in teaching and teacher education over ten years. Teaching and Teacher Education, 27(1), 10–20. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.tate.2010.08.007.
Branch, R. M. (2009). Instructional Design: The ADDIE Approach. Springer.
Brown, B. D., Horn, R. S., & King, G. (2018). The effective implementation of professional learning communities. Alabama Journal of Educational Leadership, 5, 53–59.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2016). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. Sage publications.
Darling-Hammond, L. (2017). Teacher education around the world: What can we learn from international practice? European Journal of Teacher Education, 40(3), 291–309. https://doi.org/10.1080/02619768.2017.1315399.
Darling-Hammond, L., & Hyler, M. E. (2020). Preparing educators for the time of COVID … and beyond. European Journal of Teacher Education, 43(4), 457–465. https://doi.org/10.1080/02619768.2020.1816961
Denzin, N. K. (2017). The research act: A theoretical introduction to sociological methods. Transaction publishers.
Desimone, L. M., & Pak, K. (2017). Instructional Coaching as High-Quality Professional Development. Theory Into Practice, 56(1), 3–12. https://doi.org/10.1080/00405841.2016.1241947.
Guskey, T. R. (2016). Data: Gauge impact with 5 levels of data. The Learning Professional, 37(1), 32.
Guskey, T. R., & Yoon, K. S. (2009). What works in professional development? Phi Delta Kappan, 90(7), 495–500.
Hattie, J. (2023). Visible learning: The sequel. New York.
Hulme, M., & Kennedy, A. (2015). Teacher education in Scotland: Consensus politics and ‘the Scottish policy style.’ In Teacher Education in Times of Change (pp. 91–108). Policy Press.
Lincoln, Y., & Guba, B. (1985). Naturalistic inquiry. Beverly Hills: Sage Pulications. Inc.
Ma’muni, S., Suriswo, S., & Nasukha, M. (2025). The Effect of Implementing Merdeka Curriculum on Teachers’ Pedagogical Literacy Skills in Learning and Evaluation at Elementary Schools. Journal of English Language and Education, 10(1), 257–273. https://doi.org/10.31004/jele.v10i1.619.
Miles, M. B., Huberman, Michael, A., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (Third edit). SAGE Publications Inc.
Patton, M. Q. (2014). Qualitative research & evaluation methods: Integrating theory and practice. Sage publications.
Rokayah, R., Hermita, N., Vebrianto, R., Mujtahid, I., Sulistiyo, U., & Samsudin, A. (2023). Reflection of Indonesian Educators on the Implementation of the Merdeka Curriculum. Mimbar Sekolah Dasar, 10(3), 684–700. https://doi.org/10.53400/mimbar-sd.v10i3.64864.
Rutkowski, D., Rutkowski, L., Bélanger, J., Knoll, S., Weatherby, K., & Prusinski, E. (2013). Teaching and Learning International Survey TALIS 2013: Conceptual Framework. Final. OECD Publishing.
Saifullah, A. (2023). Peningkatan Kompetensi Guru dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar melalui In House Training (IHT) di MTs Negeri 1 Sidoarjo. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(2), 515–528.
Stoll, L., Bolam, R., McMahon, A., Wallace, M., & Thomas, S. (2006). Professional learning communities: A review of the literature. Journal of Educational Change, 7(4), 221–258.
Terry, G. R. (2018). Manajemen Sumber Daya Manusia. PT Bumi Aksara.
Tisdell, E. J., Merriam, S. B., & Stuckey-Peyrot, H. L. (2025). Qualitative research: A guide to design and implementation. John Wiley & Sons.
Yin, R. K. (2017). Case study research and applications. SAGE Publications US.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Siti Nur Amanah, Lilis Suwandari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta :
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS) berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS).









































































