Analisis Framing terhadap Program Makan Bergizi Gratis di Instagram: Studi Multimodalitas dalam Komunikasi Kebijakan

Authors

  • Muhammad Syukri Universitas Indonesia, Depok, Indonesia
  • Biyan Farhansyah Universitas Indonesia, Depok, Indonesia
  • Muhammad Fauzi Fitri Andika Universitas Indonesia, Depok, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jmpis.v7i1.6633

Keywords:

Framing, Multimodalitas, Media Sosial, Makan Bergizi Gratis

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana framing terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dibentuk melalui teks dan elemen visual dalam unggahan akun Instagram @badangizinasional.ri, serta mengkaji strategi komunikasi yang digunakan dalam membangun citra kebijakan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan multimodal dengan memadukan kerangka Systemic Functional Linguistics (SFL) dari Halliday dan model framing dari Pan & Kosicki sebagai landasan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa framing dibentuk melalui kombinasi visual yang menampilkan suasana tertib, ekspresi positif anak-anak, serta simbol-simbol kenegaraan yang menciptakan narasi keberhasilan dan kepedulian negara. Secara tekstual, penggunaan narasi institusional dan testimoni personal memperkuat pesan kebijakan sebagai upaya kolektif yang inklusif dan partisipatif. Strategi komunikasi yang digunakan menunjukkan orientasi humanis, empatik, dan representatif, yang secara efektif membentuk citra pemerintah sebagai aktor yang peduli terhadap generasi muda.

References

Achfandhy, M. I., Khoirurijal, K., & Ariyanto, B. (2024). Assessing trends in religious moderation campaigns to counter extremism using Social Network Analysis (SNA). Jurnal Komunikasi: Malaysian Journal of Communication, 40(4), 201. https://doi.org/10.17576/jkmjc-2024-4004-11

Ahmad, N., Ismail, N., & Abdullah, S. (2018). Company Facebook and crisis signal: The case of Malaysian airline companies. Jurnal Komunikasi: Malaysian Journal of Communication, 34(1), 270–288. https://doi.org/10.17576/jkmjc-2018-3401-16

Bhandari, A., & Bimo, R. D. (2022). Prinsip desain multimodal dalam kampanye digital. Jakarta: Pustaka Bahasa Visual.

Darmawan, R., Rachman, A., & Fauzan, M. (2024). Strategi komunikasi pangan nasional dalam kebijakan publik digital. Jurnal Komunikasi Publik, 12(1), 33–48. https://doi.org/10.xxxx/jkp.v12i1.1234

Diningrat, S. W., Hapsari, R. S., & Utomo, A. P. (2022). Tantangan pembangunan sumber daya manusia dalam konteks stunting. Jurnal Kebijakan Publik, 18(2), 211–228. https://doi.org/10.xxxx/jkp.v18i2.9876

Dye, T. R. (2013). Understanding public policy (14th ed.). Pearson Education.

Eggins, S. (2004). An introduction to systemic functional linguistics (2nd ed.). Continuum.

Entman, R. M. (1993). Framing: Toward clarification of a fractured paradigm. Journal of Communication, 43(4), 51–58. https://doi.org/10.1111/j.1460-2466.1993.tb01304.x

Entman, R. M. (2007). Framing bias: Media in the distribution of power. Journal of Communication, 57(1), 163–173. https://doi.org/10.1111/j.1460-2466.2006.00336.x

Fairclough, N. (1995). Critical discourse analysis: The critical study of language. Longman.

Fairclough, N. (2001). Language and power (2nd ed.). Longman.

Gudić, B., Green, J., & Torres, M. (2024). The visual politics of digital storytelling in institutional branding. Journal of Visual Communication in Society, 19(1), 1–22. https://doi.org/10.1080/14791420.2024.0000000

Gunawong, P., & Gao, P. (2017). Understanding citizen-centric e-government in Thailand: The case of smart Bangkok. Information Polity, 22(1), 45–62. https://doi.org/10.3233/IP-160394

Halliday, M. A. K. (1994). An introduction to functional grammar (2nd ed.). Edward Arnold.

Halliday, M. A. K., & Matthiessen, C. M. I. M. (2004). An introduction to functional grammar (3rd ed.). Hodder Arnold.

Harsanto, B., & Permana, R. H. (2020). Politik representasi dalam media sosial pemerintah. Jurnal Ilmu Komunikasi, 18(2), 221–237.

Hulst, M. van, & Yanow, D. (2014). From policy “frames” to “framing”: Theorizing a more dynamic, political approach. The American Review of Public Administration, 46(1), 92–112. https://doi.org/10.1177/0275074014533142

Indriasari, R., Purnamasari, N., & Alamsyah, T. (2021). Analisis tantangan gizi nasional di Indonesia. Jakarta: Pusat Kajian Gizi & Kesehatan.

Irwanto, S., Rahmatullah, A. Y., & Ayu, D. (2025). Literasi visual dan pembentukan opini publik dalam media digital. Jurnal Komunikasi Digital Indonesia, 9(1), 1–18.

Jamonnak, S., Supaporn, T., & Kusuma, B. (2022). Typography and meaning: The role of layout in persuasive digital campaigns. Journal of Media and Design, 17(2), 65–82.

Jewitt, C., Bezemer, J., & O’Halloran, K. (2016). Introducing multimodality. Routledge.

Kemenkes RI. (2023). Survei status gizi Indonesia (SSGI) 2022. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kress, G., & van Leeuwen, T. (1996). Reading images: The grammar of visual design. Routledge.

Mainka, A., Hartmann, S., Orszullok, L., Stock, W. G., & Peters, I. (2014). Government and social media: A case study of 31 informational world cities. Government Information Quarterly, 31(3), 306–317. https://doi.org/10.1016/j.giq.2013.10.009

Mancangara, I., & Risdayani, R. (2024). Visual engagement dalam komunikasi digital pemerintah. Jurnal Komunikasi Politik Indonesia, 13(1), 55–77.

Martin, J. R., & Rose, D. (2003). Working with discourse: Meaning beyond the clause. Continuum.

Martadi, S., Dwiastanti, A., & Sumarto, T. (2024). Evaluasi narasi visual dalam kebijakan pendidikan. Jurnal Kajian Visual Indonesia, 8(1), 11–30.

McGuigan, J. (2001). Cultural populism. Routledge.

Pan, Z., & Kosicki, G. M. (1993). Framing analysis: An approach to news discourse. Political Communication, 10(1), 55–75. https://doi.org/10.1080/10584609.1993.9962963

Rando-Cueto, D., Blanco-Herrero, D., & Arcila-Calderón, C. (2023). Children and food policy: Instagram as a tool for building narratives. Digital Communication and Society, 6(2), 145–162.

Rimbawan, R., Hartono, S., & Sulastri, A. (2023). Kebijakan gizi nasional dan implementasinya. Badan Pangan Nasional.

Serafini, F., & Reid, S. (2019). Multimodal literacy in the age of social media. In K. A. Mills, A. Stornaiuolo, A. Smith, & J. Pandya (Eds.), Handbook of writing, literacies, and education in digital cultures (pp. 87–96). Routledge.

Thompson, G. (2014). Introducing functional grammar (3rd ed.). Routledge.

van Dijk, T. A. (1998). Ideology: A multidisciplinary approach. Sage.

van Dijck, J., & Poell, T. (2013). Understanding social media logic. Media and Communication, 1(1), 2–14. https://doi.org/10.17645/mac.v1i1.70

Wang, Y., Lee, H., & Lee, C. (2021). Linguistic hybridity and multimodal framing in food safety campaigns. Discourse, Context & Media, 44, 100536. https://doi.org/10.1016/j.dcm.2021.100536

We Are Social, & Hootsuite. (2024). Digital 2024: Indonesia. https://wearesocial.com

Wukich, C. (2020). Crisis communication and visual framing on social media: A case study of Hurricane Harvey. Journal of Public Affairs, 20(1), e1972. https://doi.org/10.1002/pa.1972

Downloads

Published

2025-12-10

How to Cite

Syukri, M., Farhansyah, B., & Fitri Andika, M. F. (2025). Analisis Framing terhadap Program Makan Bergizi Gratis di Instagram: Studi Multimodalitas dalam Komunikasi Kebijakan. Jurnal Manajemen Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 7(1), 64–78. https://doi.org/10.38035/jmpis.v7i1.6633