Implementasi Segitiga Restitusi untuk Meningkatkan Lingkungan Budaya Positif di Sekolah Dasar

Authors

  • M.Y. Fakhrudin Universitas Islam Nusantara, Bandung, Indonesia
  • Ade Tutty R. Rosa Universitas Islam Nusantara, Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jmpis.v6i5.6326

Keywords:

Segitiga Restitusi, Budaya Positif, PDCA, Sekolah Dasar, Pembinaan Karakter

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Segitiga Restitusi sebagai pendekatan humanis dan restoratif untuk membangun budaya positif di sekolah dasar. Studi dilakukan di SDN Pasirluhur Kabupaten Bandung dan SDN 248 Sindangsari Kota Bandung dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru BK/petugas khusus, guru kelas, dan peserta didik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan metode, member checking, serta audit trail. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Segitiga Restitusi di kedua sekolah berjalan selaras dengan siklus PDCA (Plan–Do–Check–Act). Tahap perencanaan dilakukan secara partisipatif dengan penyusunan panduan pelaksanaan, penyiapan perangkat pendukung, dan sosialisasi konsep kepada guru dan siswa. Tahap pelaksanaan menempatkan guru sebagai fasilitator dialog restoratif yang memandu siswa merefleksikan kesalahan, memahami dampaknya, dan merumuskan perbaikan perilaku. Tahap pemeriksaan dilakukan melalui evaluasi komprehensif berbasis data kuantitatif dan kualitatif, yang menunjukkan penurunan signifikan kasus pelanggaran berulang. Tahap tindak lanjut meliputi penyesuaian prosedur, pelatihan lanjutan, pelibatan aktif siswa, serta integrasi program dengan kegiatan sekolah lainnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan Segitiga Restitusi ditentukan oleh perencanaan matang, pelaksanaan konsisten, evaluasi berbasis data, dan tindak lanjut berkesinambungan. Pendekatan ini tidak hanya efektif dalam mengurangi perilaku negatif, tetapi juga membangun rasa saling menghormati, tanggung jawab sosial, dan keterikatan emosional antara guru dan siswa. Temuan ini memberikan kontribusi praktis bagi sekolah dasar di Indonesia dalam mengembangkan strategi pembinaan karakter yang berkelanjutan dan membentuk lingkungan belajar yang aman, inklusif, serta mendukung perkembangan holistik peserta didik.

References

Adrias, & Ruswandi, A. (2025). Desain Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Mix Method. Rajawali Pers.

Buulolo, B. (2023). Dampak kekerasan verbal di lingkungan sekolah. CERDAS-Jurnal Pendidikan, 2(1), 9–22.

Cahyo, E. D., Ikashaum, F., & Pratama, Y. P. (2020). Kekerasan verbal (verbal abuse) dan pendidikan karakter. Jurnal Elementaria Edukasia, 3(2), 247–255.

Darling-Hammond, L., Hyler, M. E., & Gardner, M. (2017). Effective teacher professional development. Learning Policy Institute.

Deming, W. E. (1982). Guide to Quality Control. Massachussetts Institute Of Technology.

Deming, W. E. (1986). Principles for transformation. Out of the Crisis, 18, 96.

DuFour, R. (2004). What is a" professional learning community"? Educational Leadership, 61(8), 6–11.

DuFour, R., & Eaker, R. (2009). Professional learning communities at work tm: best practices for enhancing students achievement. Solution Tree Press.

Glickman, C. D., Gordon, S. P., & Ross-Gordon, J. M. (2001). Supervision and instructional leadership: A developmental approach. ERIC.

Glickman, G. (2010). Circadian rhythms and sleep in children with autism. Neuroscience & Biobehavioral Reviews, 34(5), 755–768.

Halim, A. (2022). SIGNIFIKANSI DAN IMPLEMENTASI BERPIKIR KRITIS DALAM PROYEKSI DUNIA PENDIDIKAN ABAD 21 PADA TINGKAT SEKOLAH DASAR. Jurnal Indonesia Sosial Teknologi, 3(3).

Hallinger, P., & Heck, R. H. (2010). Leadership for learning: Does collaborative leadership make a difference in school improvement? Educational Management Administration & Leadership, 38(6), 654–678.

Karomi, A. D. (2025). Transformational Leadership in Changing the Education Paradigm : Improving the Quality of Alpha Generation Student. JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, Dan Supervisi Pendidikan), 10(1), 188–201. https://doi.org/https://doi.org/10.31851/jmksp.v10i1.17723

Kusumardi, A. (2024). Teknik Restitusi dalam Menangani Pelaku Bullying, Perundungan Pada Kurikulum Merdeka. LENTERNAL: Learning and Teaching Journal, 5(3), 286–298.

Lincoln, Y., & Guba, B. (1985). Naturalistic inquiry. Beverly Hills: Sage Pulications. Inc.

Marisa, S. (2024). PENERAPAN SEGITIGA RESTITUSI DALAM MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN SISWA DI SD NEGERI 79 KOTA BENGKULU. UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

Merriam, S. B., & Tisdell, E. J. (2015). Qualitative research: A guide to design and implementation. John Wiley & Sons.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (Third edit). SAGE Publications Inc.

Morrison, B. (2013). Schools and restorative justice. In Handbook of restorative justice (pp. 325–350). Willan.

Patton, M. Q. (2014). Qualitative research & evaluation methods: Integrating theory and practice. Sage publications.

Plano Clark, V. L. (2017). Mixed methods research. The Journal of Positive Psychology, 12(3), 305–306.

Rohmah, P. A., Hilman, S. N., Muhammad, A., & Utami, D. D. (2025). Transformasi Pelaksanaan Ilmu Sosial di Indonesia: Dari Citizenship Transmission Menuju Pembelajaran Kontekstual Abad 21. Journal of Civic Education, 8(2), 133–142.

Shenton, A. K. (2004). Strategies for ensuring trustworthiness in qualitative research projects. Education for Information, 22(2), 63–75.

Tashakkori, A., & Creswell, J. W. (2007). The new era of mixed methods. Journal of Mixed Methods Research, 1(1), 3–7. https://doi.org/10.1177/2345678906293042

Wahyuni, M. T., Rodhiah, R. T. A., & Fahillah, M. (2025). Strategi Peningkatan Keterampilan Abad ke-21 Siswa SD dengan Memanfaatkan Aliran Filsafat Rekonstruksionisme. JEMARI (Jurnal Edukasi Madrasah Ibtidaiyah), 7(2), 88–103.

Wibowo, F., & Parancika, R. B. (2018). Kekerasan verbal (verbal abuse) di era digital sebagai faktor penghambat pembentukan karakter. Seminar Nasional Kajian Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya (SEMNAS KBSP) V, 2018.

Yin, R. K. (2017). Case study research and applications. SAGE Publications US.

Yunus, A. S. (2021). Restorative justice di Indonesia. Guepedia.

Downloads

Published

2025-09-24

How to Cite

Fakhrudin, M., & Rosa, A. T. R. (2025). Implementasi Segitiga Restitusi untuk Meningkatkan Lingkungan Budaya Positif di Sekolah Dasar. Jurnal Manajemen Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 6(5), 4419–4429. https://doi.org/10.38035/jmpis.v6i5.6326