Pengaruh Stress Kerja terhadap Workplace Well Being Karyawan dengan Jam Kerja Overtime pada Perusahaan Third Party Administrator PT. X
DOI:
https://doi.org/10.38035/jimt.v7i4.7985Keywords:
stress kerja, workplace well-being, overtime, kesejahteraan kerjaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stress kerja terhadap workplace well-being pada karyawan dengan sistem jam kerja overtime di perusahaan third party administrator PT X. Tingginya tuntutan pekerjaan dan intensitas lembur yang berkelanjutan berpotensi meningkatkan tekanan psikologis karyawan dan berdampak pada kesejahteraan kerja mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan analisis regresi linear sederhana. Subjek penelitian berjumlah 125 karyawan yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan adalah skala stress kerja dan skala workplace well-being yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya.
Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas karyawan berada pada kategori stress kerja sedang (86,4%) dan workplace well-being sedang (86,4%). Hasil uji regresi menunjukkan bahwa stress kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap workplace well-being (β = -0,984; p < 0,05), dengan kontribusi sebesar 96,8%. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan stress kerja secara signifikan menurunkan tingkat kesejahteraan kerja karyawan.
Penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan stress kerja dalam organisasi, khususnya pada perusahaan dengan karakteristik jam kerja overtime, guna menjaga dan meningkatkan workplace well-being karyawan secara berkelanjutan.
References
Agustinus, K., & Jaya, B. (2023). Pengaruh kepuasan kerja dan stres kerja terhadap turnover intention pada PT. Hasnur Riung Sinergi Kabupaten Tapin. Jurnal Komunikasi Bisnis dan Manajemen, 10(1).
Azwar, S. (2014). Metode penelitian. Pustaka Pelajar.
Azwar, S. (2016). Penyusunan skala psikologi. Pustaka Pelajar.
Bhat, R., & Babu, S. K. (2003). Health insurance and third party administrators: Issues and challenges. Journal of Health Management, 5(2), 103–117.
Chia-Lin, K., & Chang, W. W. (2022). The relationship between job stress risk factors and workplace well-being with the moderating effects of job burnout: A study of substitute educators for early childhood education in Taiwan. European Journal of Multidisciplinary Studies, 7(1), 114–127.
Davis, M. (2021). Performance metrics and employee overtime: A study in the insurance sector. Human Resource Management Journal, 29(2).
Fadhilah, Alwi, M. K., & Mahmud, N. U. (2023). Pengaruh stres kerja dan anxiety terhadap mental well-being karyawan Bank Syariah Indonesia di Kota Makassar. Window of Public Health Journal, 4(3).
Hardani. (2020). Metode penelitian kualitatif & kuantitatif. CV. Pustaka Ilmu Grup.
Harter, J. K., Schmidt, F. L., & Hayes, T. L. (2002). Business-unit-level relationship between employee satisfaction, employee engagement, and business outcomes: A meta-analysis. Journal of Applied Psychology, 87.
Hendrawan, H. (2018). Pengukuran beban kerja operator call center PT. X (third party administrator) untuk menentukan jumlah operator call center optimal [Tesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember].
Ikonne, C. N. (2015). Job stress and psychological well-being among library employees: A survey of library staff in selected university libraries in South-West Nigeria.
Irwandi, R., Herawati, J., & Septyarini, E. (2023). Pengaruh tingkat kesejahteraan, upah lembur, dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai. JMAS (Jurnal Manajemen dan Sains, 8(1)).
Jennifer, A., & Winida, M. (2023). Work-life balance ditinjau dari stres kerja pada karyawan/karyawati. Psyche 165 Journal, 13(2).
Jones, L. (2019). Regulatory compliance in third party administrators: Challenges and solutions. International Journal of Law and Management, 61(1).
Kardinah, N. (2019). Peran workplace well-being terhadap mental health: Studi pada karyawan disabilitas. Jurnal Ilmiah Psikologi, 6(2), 191–200.
Kelly, M., Soles, R., Garcia, E., & Kundu, I. (2020). Job stress, burnout, work–life balance, well-being, and job satisfaction among pathology residents and fellows. American Journal of Clinical Pathology, 153(4), 449–469.
Kumar, S., & Nair, P. (2021). Impact of workplace stress on employee well-being: A study in bank sector. Journal of Business Research, 126.
Page, K. (2005). Subjective wellbeing in the workplace. Deakin University.
Page, K. M., & Vella-Brodrick, D. A. (2009). The what, why and how of employee wellbeing: A new model. Social Indicators Research, 90(3), 441–458.
Parker, G. B., & Hyett, M. P. (2011). Measurement of well-being in the workplace. The Journal of Nervous and Mental Disease, 199(6), 394–397.
Pratiwi Octasylva, A. R., & Musyaffa, A. B. (2023). Analisis tingkat stres kerja, dampak terhadap kesehatan dan kinerja kerja karyawan di PT. X. Jurnal IPTEK, 7(2), 8–12.
Retnawati, H. (2016). Validitas, reliabilitas, dan karakteristik butir. Parama Publishing.
Shukla, A., & Srivastava, R. (2016). Development of short questionnaire to measure an extended set of role expectation conflict, coworker support, and work-life balance: The new job stress scale. Cogent Business & Management, 3(1), 1–19.
Singh, A., Ravi, P., & Lepcha, K. (2019). Patient satisfaction factors with in-house third party administrator (TPA) department of a tertiary care hospital: A cross-sectional analysis. International Journal of Healthcare Management.
Sonnentag, S., & Fritz, C. (2015). Recovery from job stress: The role of sleep quality. Journal of Occupational Health Psychology, 20(3), 292–306.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sumarningsih, T. (2014). Pengaruh kerja lembur pada produktivitas tenaga kerja konstruksi. Media Komunikasi Teknik Sipil, 20(1), 63–69.
Thomas, R. (2002). Effects of scheduled overtime on labor productivity. Journal of Construction Engineering and Management, 118(1), 60–76.
Tiar, A. (2023). Pengaruh beban kerja dan stres kerja terhadap turnover intention karyawan dengan workplace well-being sebagai variabel mediasi., 4(3).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Almira Novia, Syarifaniaty Miranda Agustina

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwaJurnal Ilmu Manajemen Terapan (JIMT) berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di Jurnal Ilmu Manajemen Terapan (JIMT).












































