Mengintegrasikan Employee Assistance Program (EAP) dan Dukungan Atasan untuk Meningkatkan Workplace Well-being (WWB): Peran Stigma dan Religiusitas – Suatu Tinjauan Sistematis Literatur

Authors

  • Yasinda Quaianvira Batangtaris Universitas Muhammadiyah Jakarta, Indonesia
  • Nandan Limakrisna Universitas Persada Indonesia YAI, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jimt.v7i4.7853

Keywords:

Employee Assistance Program (EAP), dukungan supervisor, Workplace Well-being (WWB), stigma, religiusitas, tinjauan literatur sistematis, PRISMA

Abstract

Employee Assistance Program (EAP) dan dukungan supervisor telah diakui secara luas sebagai sumber daya organisasi yang penting untuk meningkatkan Workplace Well-being (WWB). Namun, efektivitas intervensi ini sering kali bergantung pada kesediaan karyawan untuk mengakses layanan dukungan dan secara terbuka menggunakan sumber daya yang tersedia. Faktor psikologis dan budaya, seperti stigma dan religiusitas, dapat memainkan peran penting dalam membentuk perilaku mencari bantuan karyawan serta persepsi mereka terhadap dukungan organisasi. Meskipun minat akademis terhadap workplace well-being terus meningkat, literatur yang ada yang membahas pengaruh gabungan antara EAP, dukungan supervisor, stigma, dan religiusitas masih terfragmentasi dan kurang memiliki integrasi sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan mengevaluasi secara kritis penelitian yang ada mengenai integrasi EAP dan dukungan dari atasan dalam meningkatkan workplace well-being , dengan perhatian khusus pada peran stigma dan religiusitas. Menggunakan pendekatan tinjauan literatur sistematis yang dipandu oleh Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA), studi ini meninjau artikel-artikel yang telah ditelaah sejawat dan diterbitkan di jurnal yang terindeks Scopus. Melalui proses penyaringan dan kelayakan yang transparan, studi yang relevan diidentifikasi, dianalisis, dan disintesis secara tematik. Tinjauan ini mengungkapkan bahwa meskipun EAP dan dukungan atasan secara konsisten terkait dengan hasil kesejahteraan yang lebih baik, penggunaan dan efektivitasnya dipengaruhi secara signifikan oleh kekhawatiran terkait stigma dan orientasi religius atau spiritual karyawan. Stigma sering berperan sebagai penghalang untuk mengakses layanan dukungan formal, sedangkan religiusitas dapat berfungsi sebagai sumber daya coping pribadi. Stigma sering bertindak sebagai penghalang untuk mengakses layanan dukungan formal, sedangkan religiusitas dapat berfungsi baik sebagai sumber daya koping pribadi maupun sebagai faktor kontekstual yang membentuk sikap terhadap bantuan profesional. Temuan ini menyoroti perlunya kerangka kerja integratif yang mempertimbangkan dimensi psikologis, sosial, dan budaya dalam intervensi workplace well-being . Studi ini berkontribusi pada literatur workplace well-being dan manajemen sumber daya manusia dengan menawarkan sintesis komprehensif dari penelitian sebelumnya dan mengusulkan arah untuk studi empiris di masa depan. Dengan mengintegrasikan mekanisme dukungan organisasi dengan stigma dan religiusitas pada tingkat individu, tinjauan ini menyediakan dasar untuk mengembangkan strategi kesejahteraan yang lebih inklusif dan peka secara budaya di organisasi kontemporer.

References

Abu-Raiya, H., & Pargament, K. I. (2015). Religious coping among diverse religions: Commonalities and divergences. Psychology of Religion and Spirituality, 7(1), 24–33. https://doi.org/10.1037/a0037652

Attridge, M. (2019). Employee assistance programs: Evidence and current trends. American Journal of Health Promotion, 33(5), 763–770. https://doi.org/10.1177/0890117119832007

Brohan, E., Henderson, C., Wheat, K., Malcolm, E., Clement, S., Barley, E. A., … Thornicroft, G. (2012). Systematic review of beliefs, behaviours and influencing factors associated with disclosure of a mental health problem in the workplace. BMC Psychiatry, 12, 11. https://doi.org/10.1186/1471-244X-12-11

Corrigan, P. W., Druss, B. G., & Perlick, D. A. (2014). The impact of mental illness stigma on seeking and participating in mental health care. Psychological Science in the Public Interest, 15(2), 37–70. https://doi.org/10.1177/1529100614531398

Csiernik, R., & Csiernik, D. (2021). The evolving role of employee assistance programs in supporting workplace mental health. Journal of Workplace Behavioral Health, 36(2), 94–111. https://doi.org/10.1080/15555240.2021.1879714

Dimoff, J. K., & Kelloway, E. K. (2019). With a little help from my boss: The impact of workplace mental health training on leader behaviors and employee resource utilization. Journal of Occupational Health Psychology, 24(1), 4–19. https://doi.org/10.1037/ocp0000126

Gayed, A., Milligan-Saville, J. S., Nicholas, J., Bryan, B. T., LaMontagne, A. D., Milner, A., … Harvey, S. B. (2018). Effectiveness of training workplace managers to understand and support the mental health needs of employees: A systematic review and meta-analysis. Occupational and Environmental Medicine, 75(6), 462–470. https://doi.org/10.1136/oemed-2017-104789

Grawitch, M. J., Ballard, D. W., & Erb, K. R. (2017). To be or not to be (stressed): The critical role of a psychologically healthy workplace in effective stress management. Stress and Health, 33(4), 264–273. https://doi.org/10.1002/smi.2699

Hammer, L. B., Kossek, E. E., Anger, W. K., Bodner, T., & Zimmerman, K. L. (2013). Clarifying work–family intervention processes: The roles of work–family conflict and family-supportive supervisor behaviors. Journal of Applied Psychology, 96(1), 134–150. https://doi.org/10.1037/a0020927

Kelloway, E. K., Turner, N., Barling, J., & Loughlin, C. (2017). Transformational leadership and employee psychological well-being: The mediating role of employee trust in leadership. Work & Stress, 26(1), 39–55. https://doi.org/10.1080/02678373.2012.660774

Koenig, H. G. (2012). Religion, spirituality, and health: The research and clinical implications. ISRN Psychiatry, 2012, 1–33. https://doi.org/10.5402/2012/278730

Nielsen, K., Nielsen, M. B., Ogbonnaya, C., Känsälä, M., Saari, E., & Isaksson, K. (2020). Workplace resources and employee well-being: A review of the literature. Work & Stress, 31(4), 1–24. https://doi.org/10.1080/02678373.2017.1304463

OECD. (2023). Mental health and work: Policy brief. OECD Publishing.

Page, M. J., McKenzie, J. E., Bossuyt, P. M., Boutron, I., Hoffmann, T. C., Mulrow, C. D., … Moher, D. (2021). The PRISMA 2020 statement: An updated guideline for reporting systematic reviews. BMJ, 372, n71. https://doi.org/10.1136/bmj.n71

Park, C. L. (2017). Religiousness and spirituality in coping with stress. American Psychologist, 72(3), 224–235. https://doi.org/10.1037/amp0000144

Popay, J., Roberts, H., Sowden, A., Petticrew, M., Arai, L., Rodgers, M., … Duffy, S. (2006). Guidance on the conduct of narrative synthesis in systematic reviews. ESRC Methods Programme.

Tranfield, D., Denyer, D., & Smart, P. (2003). Towards a methodology for developing evidence-informed management knowledge by means of systematic review. British Journal of Management, 14(3), 207–222. https://doi.org/10.1111/1467-8551.00375

World Health Organization. (2022). Mental health at work. WHO Press.

Published

2026-03-12

How to Cite

Yasinda Quaianvira Batangtaris, & Nandan Limakrisna. (2026). Mengintegrasikan Employee Assistance Program (EAP) dan Dukungan Atasan untuk Meningkatkan Workplace Well-being (WWB): Peran Stigma dan Religiusitas – Suatu Tinjauan Sistematis Literatur. Jurnal Ilmu Manajemen Terapan, 7(4), 427–438. https://doi.org/10.38035/jimt.v7i4.7853