Model Pelayanan Resep dalam Upaya Peningkatan Kecepatan Penyelesaian Resep di Rumah Sakit Tarumajaya
DOI:
https://doi.org/10.38035/jimt.v7i3.7791Keywords:
kecepatan penyelesaian resep, model pelayanan resep, rumah sakitAbstract
Dunia farmasi modern saat ini tengah menghadapi tantangan peningkatan beban kerja dengan sumber daya yang terbatas, sehingga manajemen waktu dan kepatuhan prosedural menjadi faktor kritis dalam menjamin keselamatan pasien dan mutu pelayanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk memahami secara mendalam fenomena keterlambatan penyelesaian resep di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Tarumajaya melalui interaksi sosial, perilaku kerja, dan konteks organisasi. Responden ialah apoteker/tenaga teknis kefarmasian/ administrasi farmasi Teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulatif, meliputi observasi partisipatif dan wawancara. Metode analisis data terdiri atas tiga tahapan utama yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara mendalam ditemukan bahwa standar pelayanan kefarmasian secara formal telah diterapkan, tetapi belum dijalankan secara konsisten pada jam sibuk. Seluruh apoteker memahami alur pelayanan resep sesuai standar operasional prosedur, namun dalam praktik sering terjadi penggabungan tahapan, penghilangan pemeriksaan ulang, dan tidak dilakukannya pencatatan HTKP (harga, timbang, kemas, penyerahan) ketika beban kerja meningkat. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara standar operasional prosedur formal dan praktik kerja aktual di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Tarumajaya. Keterbatasan sumber daya kefarmasian menjadi penyebab utama keterlambatan penyelesaian resep. Jumlah apoteker dan tenaga teknis kefarmasian tidak sebanding dengan volume resep harian yang mencapai ±313 resep. Rasio apoteker terhadap jumlah pasien rawat inap dan rawat jalan belum memenuhi ketentuan Permenkes No. 72 Tahun 2016, sehingga menyebabkan beban kerja tinggi dan terjadinya kemacetan terutama pada tahap skrining dan penyaluran.
References
Ahmed, R., & Tamim, T. R. (2025). Enhancing medication safety: the role of community and hospital pharmacists in modern healthcare systems. Radinka Journal of Health Science, 2(3), 328–355.
Amiruddin, E. E., Alfreda, V., & Meilani, N. (2023). Faktor yang Mempengaruhi Waktu Tunggu Pelayanan Resep Rawat Jalan di Puskesmas Betoambari. Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO), 4(2), 144–150.
Arifin, S., & Darmawan, D. (2021). Studi tentang Pengalaman Kerja, Komitmen Kerja, Dukungan Organisasi dan Pengaruhnya terhadap Kinerja Karyawan. Jurnal Ilmiah Edunomika, 6(1), 33–43.
Arini, H. D., & Suwastini, A. (2020). Waktu tunggu pelayanan resep di depo farmasi RS X. Lombok Journal of Science, 2(2), 40–46.
Barakat, M., & Sallam, M. (2025). Pharmacy workforce: a systematic review of key drivers of pharmacists’ satisfaction and retention. Journal of Pharmaceutical Policy and Practice, 18(1), 2470848.
Bordoloi, S., Fitzsimmons, J. A., & Fitzsimmons, M. J. (2023). Service management: operations, strategy, information technology. McGraw Hill.
Hashimov, E. (2015). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook and The Coding Manual for Qualitative Researchers: Matthew B. Miles, A. Michael Huberman, and Johnny Saldaña. Thousand Oaks, CA: SAGE, 2014. 381 pp. Johnny Saldaña. Thousand Oaks, CA: SAGE, 2013. 303 pp. Taylor & Francis.
Hawthorne, N., & Anderson, C. (2009). The global pharmacy workforce: a systematic review of the literature. Human Resources for Health, 7(1), 48.
Hepler, C. D., & Strand, L. M. (1990). Opportunities and responsibilities in pharmaceutical care. American Journal of Hospital Pharmacy, 47(3), 533–543.
Hidayatuloh, C., Sedarmayanti, S., & Utoyo, W. (2025). Analisis sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) terhadap peningkatan layanan kesehatan dalam mendukung implementasi rekam medis elektronik di era digital. INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, 5(4), 11285–11303.
Jen, H.-H., Hsu, C.-Y., Chen, S. L.-S., Yen, A. M.-F., Chiu, S. Y.-H., Fann, J. C.-Y., Lee, Y.-C., Wu, M.-S., Hsu, W.-F., & Peng, S.-M. (2018). Rolling-out screening volume affecting compliance rate and waiting time of FIT-based colonoscopy. Journal of Clinical Gastroenterology, 52(9), 821–827.
Karia, A., Norman, R., Robinson, S., Lehnbom, E., Laba, T.-L., Durakovic, I., Balane, C., Joshi, R., & Webster, R. (2022). Pharmacist’s time spent: space for Pharmacy-based Interventions and Consultation TimE (SPICE)—an observational time and motion study. BMJ Open, 12(3), e055597.
Karuniawati, H., Hapsari, I. G., Arum, M., Aurora, A. T., & Wahyono, N. A. (2016). Evaluasi pelaksanan standar pelayanan minimal (SPM) farmasi kategori lama waktu tunggu pelayanan resep pasien rawat jalan di RSUD Kota Salatiga. Kartika: Jurnal Ilmiah Farmasi, 4(1), 20–25.
Katarina, Y. T. (2024). Interaksi Dan Perilaku Komunikasi Tenaga Kefarmasian Dalam Memaknai Tulisan Pada Resep Obat. Jurnal Kesehatan, 12(2), 33–42.
Kumari, G., Kumari, J., & Pandey, K. M. (2021). The Impact of Job Satisfaction Level on Employee Work Performance in the Pharmaceutical Industry: An Empirical Study. International Conference on Intelligent Vision and Computing, 281–298.
Kurniawati, R. F., & Kusumawardhani, O. B. (2023). Faktor-faktor yang mempengaruhi petugas dalam pelayanan waktu tunggu pasien di Rumah Sakit. Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional, 125–136.
Levy, J. N., Wollen, J., Nguyen, P. A., Brimmer, C., Dwivedi, R., & Tolleson, S. (2025). A descriptive report on the impact of pharmacy workflows in the operational success of hospital at home implementation at a county academic hospital system. Exploratory Research in Clinical and Social Pharmacy, 17, 100560.
Mulya, A., Ennimay, E., & Devis, Y. (2023). Analisa Faktor Waktu Tunggu Pelayanan Resep di Rumah Sakit Pekanbaru Medical Center. JFIOnline| Print ISSN 1412-1107| e-ISSN 2355-696X, 15(1), 11–22.
Murad, M. S., Waheedi, M., Alhaddad, F. J., Baqer, M. Y., & Alenezi, F. A. (2025). Driven to stay or leave: Exploring motivation, engagement, and turnover intentions among pharmacists in the healthcare system. Exploratory Research in Clinical and Social Pharmacy, 100645.
Murnita, R., Sediyono, E., & Purnami, C. T. (2016). Evaluasi kinerja sistem informasi manajemen farmasi di rs roemani muhammadiyah dengan metode hot fit model. Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia, 4(1), 11–19.
Ng, K. H. H., Tiew, W. J., Ting, Y., Woo, A., Xiong, W., Lim, N., Teik, T., Lim, G., & Baskaran, A. S. (2025). Optimising pharmacy processes in medication delivery service through digitalisation and automation. BMJ Open Quality, 14(1).
Puntorini, N. T., Hadi, S., & Kirana, K. C. (2025). The Impact of Workload and Workplace Conditions on Worker Performance at Pharmacy Industry. International Journal of Economics and Management Review, 3(2), 28–46.
Sharma, L., Prakash, A., & Medhi, B. (2024). Ensuring medication and patient safety for better quality healthcare. In Indian Journal of Pharmacology (Vol. 56, Issue 6, pp. 375–378). Medknow.
Siskayani, H., Suparman, R., Mamlukah, M., & Wahyuniar, L. (2022). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Tenaga Kefarmasian dalam Melaksanakan Prosedur Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Kabupaten Indramayu Tahun 2022. Journal of Midwifery Care, 3(01), 44–53.
Turangan, J. H., Syaodih, E., & Rinawati, R. (2026). Strategi Manajerial dalam Meningkatkan Efisiensi Waktu Tunggu Layanan Obat (Studi Kualitatif di Ruang Rawat Jalan di RS Nirmala Suri Sukoharjo). Jurnal Sosial Teknologi, 6(1), 207–219.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Putri Batenia, Aprilita Rina Yanti Eff, Mohamad Reza Hilmy

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwaJurnal Ilmu Manajemen Terapan (JIMT) berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di Jurnal Ilmu Manajemen Terapan (JIMT).












































