Pengaruh Inventasi Infrastruktur Terhadap Pemerataan Pertumbuhan Ekonomi Di Lampung
DOI:
https://doi.org/10.38035/jemsi.v6i5.5320Keywords:
Investasi Infrastruktur, Pemerataan, Pertumbuhan EkonomiAbstract
Infrastruktur merupakan komponen penting dalam mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara empiris pengaruh investasi infrastruktur yang mencakup jalan, pelabuhan, dan transportasi terhadap pemerataan pertumbuhan ekonomi antarwilayah di Provinsi Lampung. Meskipun Provinsi Lampung memiliki posisi geografis strategis, ketimpangan ekonomi antar kabupaten/kota masih cukup tinggi akibat distribusi investasi yang belum merata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif dan eksplanatori, serta teknik regresi linier berganda dan perhitungan Williamson Index sebagai alat analisis utama. Populasi penelitian mencakup seluruh kabupaten/kota di Lampung sebanyak 15 wilayah, dengan periode observasi lima tahun (2020–2024) dalam bentuk data panel. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketiga jenis investasi infrastruktur memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai Williamson Index, yang berarti semakin tinggi investasi, semakin rendah tingkat ketimpangan antarwilayah. Investasi jalan memiliki dampak paling besar dalam memperkuat konektivitas darat, sementara pelabuhan mendukung aktivitas perdagangan wilayah pesisir dan hinterland. Transportasi umum berkontribusi pada mobilitas tenaga kerja dan distribusi barang antarwilayah. Temuan ini konsisten dengan teori pembangunan yang menekankan pentingnya infrastruktur dalam menciptakan pemerataan. Hasil penelitian juga sejalan dengan studi sebelumnya yang menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur dapat memperkecil kesenjangan regional. Implikasi kebijakan dari hasil ini adalah perlunya perencanaan pembangunan infrastruktur yang inklusif dan merata, penguatan konektivitas antarwilayah, serta sinergi antara pembangunan fisik dan pengembangan sumber daya manusia. Penelitian ini menegaskan bahwa investasi infrastruktur tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk mengurangi ketimpangan wilayah dan mencapai pembangunan yang lebih adil dan berkelanjutan di Provinsi Lampung.
References
Aschauer, D. A. (1989). Is Public Expenditure Productive? Journal of Monetary Economics, 23(2), 177–200. https://doi.org/10.1016/0304-3932(89)90047-0
Aswicahyono, H., & Hill, H. (2015). Indonesia's regional development: From imbalance to decentralization. In H. Hill (Ed.), Regional Dynamics in a Decentralized Indonesia (pp. 25–51). ISEAS Publishing.
Atkinson, A. B. (1970). On the Measurement of Inequality. Journal of Economic Theory, 2(3), 244-263.
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). (2020). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024. Jakarta: Kementerian PPN/Bappenas.
Badan Pusat Statistik (BPS). (2020–2024). Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung Menurut Lapangan Usaha. https://www.bps.go.id
Badan Pusat Statistik (BPS). (2024). Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung menurut Lapangan Usaha 2020–2024. Retrieved from https://www.bps.go.id
Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung. (2023). Lampung Dalam Angka 2023. Bandar Lampung: BPS Provinsi Lampung.
Baltagi, B. H. (2005). Econometric Analysis of Panel Data (3rd ed.). Wiley.
Caldera Sánchez, A., & Sousa, D. (2016). Does Investment in Transport Infrastructure Foster Economic Growth? The European Journal of Transport and Infrastructure Research, 16(2), 172-192.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Lampung. (2023). Laporan Realisasi Anggaran Infrastruktur Provinsi Lampung 2020–2022. Bandar Lampung: Pemprov Lampung.
Faini, R., & de la Fuente, A. (2001). Infrastructure and Regional Development. The World Bank Economic Review, 15(3), 383-400.
Fay, M., & Yepes, T. (2003). Investing in infrastructure: What is needed from 2000 to 2010? World Bank Policy Research Working Paper No. 3102. https://doi.org/10.1596/1813-9450-3102
Gujarati, D. N., & Porter, D. C. (2009). Basic Econometrics (5th ed.). McGraw-Hill Education.
Brooks, C. (2019). Introductory Econometrics for Finance (4th ed.). Cambridge University Press.
Hirschman, A. O. (1958). The Strategy of Economic Development. Yale University Press.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). (2020–2024). Laporan Realisasi Anggaran Infrastruktur Provinsi Lampung. https://pu.lampungprov.go.id
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). (2024). Laporan Realisasi Infrastruktur Provinsi Lampung 2020–2024. Retrieved from https://pu.lampungprov.go.id
Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2020–2024). Data Investasi Transportasi dan Pelabuhan. https://dishub.lampungprov.go.id
Kuznets, S. (1955). Economic Growth and Income Inequality. The American Economic Review, 45(1), 1–28.
Myrdal, G. (1957). Economic Theory and Under-developed Regions. London: Duckworth.
Peraturan Presiden Republik Indonesia. (2020–2024). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). https://www.bappenas.go.id
Prawira, M., Setiadi, D., & Siregar, H. (2020). Analisis Ketimpangan Wilayah di Pulau Sumatera: Peran Infrastruktur dan Integrasi Ekonomi. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia, 21(1), 45–60.
Romer, P. M. (1990). Endogenous Technological Change. Journal of Political Economy, 98(5), S71–S102.
Rosenstein-Rodan, P. N. (1943). Problems of Industrialisation of Eastern and South-Eastern Europe. The Economic Journal, 53(210/211), 202–211.
Rostow, W. W. (1960). The Stages of Economic Growth: A Non-Communist Manifesto. Cambridge University Press.
Saragih, B. (2003). Pembangunan Infrastruktur dan Kesenjangan Wilayah di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia, 4(1), 43–56.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2015). Economic Development (12th ed.). Boston: Pearson Education.
Williamson, J. G. (1965). Regional Inequality and the Process of National Development: A Description of the Patterns. Economic Development and Cultural Change, 13(4), 1–84.
Williamson, J. G. (1965). Regional Inequality and the Process of National Development: A Description of the Patterns. Economic Development and Cultural Change, 13(4), 1-84.
Wooldridge, J. M. (2016). Introductory Econometrics: A Modern Approach (6th ed.). Cengage Learning.
World Bank. (2019). Connecting the Dots: Infrastructure and Productivity in Indonesia. Jakarta: World Bank Indonesia Office.
Yustika, A. E. (2006). Reformasi Ekonomi dan Pemerataan: Antara Infrastruktur dan Institusi. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia, 7(1), 57–68.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Renandi Ekatama Surya, Armalia Reny WA, Andi Surya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta :
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (JEMSI) berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (JEMSI).








































































