BUSINESS ETHICS DAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG) PT X DI BIDANG LABORATORIUM KESEHATAN KLINIK

Main Article Content

Sammy Tedja

Abstract

Business Ethics atau etika bisnis merupakan pengetahuan mengenai tata cara pengaturan dan pengelolaan bisnis yang diinginkan dengan memperhatikan norma dan moralitas yang berlaku secara umum. Kode etik PT X merupakan nilai-nilai etika yang mengacu kepada visi, misi dan nilai yang dianut perusahaan. Kode etik bertujuan menjadi pedoman dalam berperilaku dalam bisnis bagi manajemen dan para pekerja dalam kegiatan operasionalnya sehari-hari, bekerjasama antar rekan sekerja, melayani pelanggan dan pihak ketiga. Good Corporate Governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik merupakan bagian sangat fundamental dalam sebuah organisasi yang beranggotakan karyawan yang profesional yang berorientasi kepada profit. Pada tataran teori, GCG dapat dengan mudah dituangkan dalam bentuk tulisan, namun pada tataran terapan teknis yang menjadikan karakter dari perusahaan atau organisasi tersebut adalah merupakan usaha yang dinamis dan sulit untuk dicapai dalam suatu standard yang telah ditetapkan oleh organisasi tersebut. Dalam persaingan dagang dan kompetisi bisnis penyedia produk dan jasa layanan bidang laboratorium klinik yang sangat ketat di Indonesia, menjadikan banyak perusahaan berlomba memberikan yang terbaik bagi pelanggan mereka, namun masih tetap dalam aturan hukum kesehatan yang berlaku dan sesuai dengan visi, misi, dan nilai-nilai perusahaan yang telah ditetapkan di negara asal, sebagai produsen asli pemegang merk dagang.  Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dimana metode kualitatif pada artikel ini adalah menganalisis dan membandingkan antara teori-teori dengan implementasinya pada dunia kerja atau berdasarkan pengalaman empiris penulis pada PT X. Hasil penelitian ini adalah bahwa PT X menerapkan kinerja sesuai Business Ethics dan Good Corporate Governance (GCG) yaitu terdiri dari transparansi (keterbukaan), akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian, dan kewajaran, dengan sangat baik dan layak menjadi panutan bagi perusahaan lain. Perusahaan diharapkan terutama untuk tetap mempertahankan bahkan meningkatan level GCG agar tetap menjadi perusahaan unggulan dan dihormati oleh pelanggan dan kompetitor dalam layanan produk dan jasa bidang laboratorium klinik di Indonesia.

Article Details

How to Cite
Tedja, S. (2020). BUSINESS ETHICS DAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG) PT X DI BIDANG LABORATORIUM KESEHATAN KLINIK. Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi, 1(6), 622-630. https://doi.org/10.31933/jemsi.v1i6.151
Section
Articles

References

Ali, Hapzi .2018. Modul BE & GG. Univeristas Mercu Buana. Jakarta
Floyd, L. A., Xu, F., Atkins, R., & Caldwell, C. (2013). Ethical outcomes and business ethics: Toward improving business ethics education: JBE JBE. Journal of Business Ethics, 117(4), 753-776. doi:http://dx.doi.org/10.1007/s10551-013-1717-z
Muchtar, S., & Darari, E. (2013). Pengaruh Corporate Governance terhadap Kinerja Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Financing and Banking, 15 No.2.
Nasution, Marihot dan Dodi Setiawan. 2007. Pengaruh Corporate Governance terhadap Manajemen Laba di Industri Perbankan Indonesia. Simposium Nasional Akuntansi 10. Makasar tanggal 26 – 28 Juli.
Sukmadinata, N. S. (2005). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Rosda
Wati, L. M. (2012). Pengaruh Praktek Good Corporate Governance terhadap Kinerja Kuangan Perusahaan di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Manajemen, 01 (1).
Zarkasyi, M.W. (2008). Good Corporate Governance. Bandung: CV. Alfabeta.